Hidayatullah.com–China menjadi negara eksportir senjata terbesar ketiga setelah AS dan Rusia, menurut laporan terbaru.
China mengambil alih Jerman, Prancis, dan Inggris, dalam mengekspor senjata antara 2010 dan 2014, seperti dijelaskan oleh Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), disiarkan BBC, Senin (16/3/2015).
Jumlah senjata buatan China menguasai 5% pasar ekspor dunia.
Tiga negara Asia; Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar, menguasai lebih dari dua pertiga pasar ekspor senjata.
China yang merupakan negara ekonomi terbesar kedua di dunia ini juga memiliki klien yang berasal dari 18 negara Afrika selama periode lima tahun, menurut studi tersebut.
Data tersebut merefleksikan volume pengiriman senjata dan bukan nilai finansial dari kesepakatan.
Ekspor China atas senjata berat meningkat 143% pada 2014 dari lima tahun sebelumnya.
Sementara itu ekspor senjata Jerman anjlok sampai 43%, Prancis turun 27% dalam waktu yang sama.
Di seluruh dunia, jumlah pengiriman senjata meningkat sampai 16%.
Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi merupakan negara importir senjata terbesar di dunia pada 2014. Aktivitas impor senjata Arab Saudi ini melampaui India.
Angka perdagangan alat pertahanan global memang meningkat enam tahun berturut-turut hingga mencapai US$64,4 miliar.
Peningkatan permintaan Saudi menyusul keterlibatan negara itu dalam koalisi penggempur ISIS di Suriah dan Irak yang dipimpin Amerika Serikat. Uni Emirat Arab yang turut dalam koalisi juga termasuk lima importir senjata terbesar dunia.
Meski China meningkat di urutan kedua secara global, masih ada kesenjangan antara volume jumlah ekspor dari dua negara terbesar pengekspor senjata, yaitu AS dan Rusia.
AS menguasai 31% ekspor senjata dunia, sementara Rusia 27%. Ekspor dari dua negara tersebut meningkat 23% dan 37% berturut-turut dalam waktu lima tahun.
SIPRI membandingkan penjualan senjata selama periode lima tahun karena penjualan senjata mengalami fluktuasi yang cukup tajam dari tahun ke tahun.*