Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Dikembangkan Pembangkit Listrik dari Bahan Urine

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 Maret 2015 21:29 9:29 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 Maret 2015 21:29
Bagikan
Bagikan

SATU universitas di Inggris tengah mengembangkan alat pembangkit listrik yang memakai daya dari air kencing. Diharapkan, bahan baku ini bisa membantu pengadaan listrik di kamp-kamp pengungsi wilayah konflik, bencana, atau wabah.

Penelitian ini dilakukan oleh University of the West of England bekerja sama dengan Oxfam. Purwarupa toilet pembangkit listrik ini telah ditempatkan di sekolah Bristol untuk mengumpulkan sel bahan bakar mikrobiologi (MFCs) yang digunakan membangkit listrik.

Tujuannya mengumpulkan kencing dalam jumlah banyak untuk memastikan bisa menyalakan listrik di toilet kamp penampungan.

“Kami telah membuktikan bahwa cara ini bisa membangkitkan listrik. Proyek dengan Oxfam ini bisa berdampak besar bagi kamp pengungsi,” kata Professor Loannis Leropoulos, pemimpin riset.

Sebelumnya Leropoulos yang mengepalai Pusat Bioenergi Bristol dalam penelitian 2013 telah membuktikan bahwa MFCs mampu menciptakan listrik yang cukup untuk menjalankan telepon seluler.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

MCFs yang dikumpulkan di toilet mengandung bakteri yang menggunakan urine untuk hidup dan mempertahankan diri, dan turunannya bisa membangkitkan listrik. “Kami menyebutnya energi kencing atau listrik-urine,” kata Leropoulos, seperti diberitakan Time dan dikutip CNN.

Dia mengatakan, manusia di seluruh dunia menghasilkan sekitar 6,4 triliun liter urine per tahun, menjadikan teknologi ini sebagai pembangkit listrik yang sangat berkesinambungan.

“Teknologi ini sangat ramah lingkungan, kita tidak perlu menggunakan bahan bakar fosil dan kami menggunakan produk pembuangan yang pasokannya berlimpah,” lanjut Leropoulos. Selain itu, harganya sangat murah.

Leropoulos mengatakan, untuk satu sel bahan bakar mikrobiologi hanya menghabiskan sekitar 1 pound sterling, sekitar Rp19 ribu.

“Satu unit kecil pembangkit yang kami buat untuk demo eksperimen ini hanya seharga 600 pound sterling (sekitar Rp11,6 juta), merupakan bonus yang besar karena teknologi ini dalam teorinya bertahan selamanya,” lanjut Leropoulos.

Pengungsian menjadi salah satu masalah terbesar di banyak wilayah konflik, salah satunya Suriah. Jutaan orang mengungsi ke negara-negara tetangga, dan kondisi mereka mengenaskan karena kurangnya fasilitas.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komite Saudi Berupaya Selamatkan 123 Terpidana Mati
Tulisan selanjutnya China Eksportir Senjata Terbesar Ketiga di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?