Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenya Minta PBB Tutup Kamp Pengungsi Dadaab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2015 07:40 7:40 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2015 07:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Presiden Kenya William Ruto telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa menutup kamp pengungsi Dadaab dan merelokasi lebih dari 500.000 warga Somalia yang mendiaminya.

Dadaab, terletak di dekat perbatasan dengan Somalia, merupakan kamp pengungsi terbesar di Afrika.

Namun, kepala badan pengungsi PBB UNHCR di Kenya kepada BBC mengatakan bahwa mereka belum diminta untuk menutup kamp tersebut.

Ruto mengatakan UNHCR diberikan waktu 3 bulan untuk menutup Dadaab dan membuat rencana alternatif bagi penghuninya. Jika tidak, maka Kenya sendiri yang akan merelokasinya.

Raouf Mazou, perwakilan UNHCR di Kenya, mengatakan bahwa dia sudah mendengar kabar rencana pemerintah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dadaab didirikan tahun 1991 untuk menampung melakukan keluarga-keluarga yang menyelamatkan diri dari Somalia. Sebagian pengungsi sudah tinggal di tempat itu selama lebih dari 20 tahun.

Parlemen dan pemerintah Kenya sebelumnya menuding kelompok bersenjata Al-Shabaab bersembunyi di kamp Dadaab.

Berbicara pada hari Sabtu (11/4/2015), Ruto bersikeras kamp Dadaab harus ditutup dan pemukimnya dipulangkan kembali ke Somalia.

“Seperti cara Amerika berubah setelah 9/11, seperti itulah Kenya akan melakukan perubahan setelah Garissa,” imbuh Ruto.

Pada 2 April, kelompok bersenjata asal Somalia Al-Shabaab melancarkan serangan ke sebuah perguruan tinggi di kota Garissa di Kenya. Sebanyak 148 mahasiswa tewas dalam peristiwa itu.

Macharia Munene, profesor hubungan internasional di Universitas Kenya mengatakan kepada Reuters bahwa pemindahan ratusan ribu pengungsi melintasi perbatasan adalah sebuah pekerjaan besar.

Tetapi dia mengatakan sekarang sudah ada kawawan aman di dalam Somalia, di mana kelompok Al-Shabaab telah diburu oleh pasukan gabungan Uni Afrika.

Kenya juga telah mulai membangun dinding perbatasan sepanjang 700km dengan Somalia, guna mencegah masuk kelompok Al-Shabaab.

“Kita harus menjaga keamanan negara ini dengan apapun. Bahkan jika kita harus kehilangan bisnis dengan Somalia, maka biarlah itu terjadi,” kata Ruto.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Pria Bunuh Diri di Dekat Gedung Parlemen Amerika
Tulisan selanjutnya Hamid Fahmi Zarkasy: Negara Barat Tak Bisa Disebut Islami Tanpa Keimanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?