Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Malu Tak Puasa Arafah, Tradisi Idul Adha Warga Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2013 15:47 3:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2013 15:47
Bagikan
Khatib Ustad Faris Muhammad, khutbah di halaman Masjid Abu Bakar Assidq, Shaqr Qurays Kairo, Mesir
Bagikan

MESKI tidak sama persis dengan tradisi di Indonesia, cara warga Kairo, Mesir merayakan Idul Adha tidak kalah meriah dengan perayaan Idul Fitri. Bahkan layaknya tradisi warga Pulau Madura, perayaan Idul Adha di Mesir lebih meriah dibanding perayaan Idul Fitri.

“Bahkan lebih semarak pada Idul Adha karena hari raya akbarnya orang Mesir ya pada Idul Adha,” demikian kata Abu Mahmud, Satpam apartemen di Shaqr Qurays, Nasr City Kairo kepada hidayatullah.com, Selasa (15/10/2013) usai shalat Id.

Seperti halnya warga Indonesia, pada saat seperti ini, sebagian besar warga Kairo yang berasal dari daerah, justru memilih mudik ke kampung untuk silaturrahim dengan keluarga mereka. Libur Idul Adha lebih panjang dari pada mudik Idul Fitri.

Karena itu banyak pedagang dan pemilik kedai tutup selama beberapa hari. Abdullah (35) misalnya yang biasa menjual sayur dan buah di kawasan Mutsallas, menutup kedai sayurnya selama 15 hari.

“Kami harus stok logistik untuk seminggu,” kata Adha Sahputra, mahasiswa S2 asal Padang Sumatera. Karena banyak pulang kampung, untuk keluar Kairo juga macet. Demikian juga taman rekreasi, padat.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Saya berangkat ke kampung habis shalat Subuh. Kalau tidak jalanan pasti macet,” kata Mahmud yang berangkat H-3. Mahmud adalah pengajar di Markas Kalimah, sekolah bahasa Arab untuk orang asing. Untuk ke kampungnya Mahmud menempuh perjalanan lima jam dengan mobilnya.

Menyambut Ied Jauh Hari

Bedanya dengan warga Indonesia, masyarakat Kairo menyambut datangnya Idul Adha jauh hari sebelum hari H. Di sejumlah masjid, tema-tema khutbah Jumat selalu berkaitan dengan ibadah haji, sejak tiga pekan sebelum datangnya Idul Adha.

Takmir masjid juga mengumumkan anjuran untuk puasa sunnah pada awal Dzulhijjah hingga hari ke sembilan. Minimal puasa Arafah pada hari ke sembilan. Bahkan ini juga menjadi kebiasaan anak-anak kecil.

“Malu sudah besar seperti saya kalau tidak ikut puasa Arafah,” kata Mahmud anak satpam yang saat ini duduk di kelas 4 madrasah ibtidaiyah (MI). Biasanya masjid juga menyediakan hidangan ringan untuk ifthar bagi jamaahnya.

Tidak kalah menariknya, para imam di sejumlah masjid yang pada umumnya hafal al-Quran senantiasa melantunkan ayat-ayat yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim maupun haji ketika memimpin shalat Maghrib, Isya’ dan Subuh. Kecuali hari Jumat mereka membacakan surah as Sajadah dan al Insan.

Ustadz Mahmud yang mengajar di Markas Kalimah mustawa dua juga mengambil topik haji dan umrah sejak dua pekan sebelum datangnya Idul Adha.

Semakin dekat dengan hari menjelang wukuf di Arafah, perhatian masyarakat makin besar. Di sejumlah kedai yang terpasang televisi, mereka juga menyaksikan siaran langsung pelaksanaan haji dari hari ke hari.

Untuk menutup Idul Adha, masyarakat mengadakan shalat Id di berbagai lapangan. Untuk masyarakat Indonesia yang biasanya mengadakan shalat Id, kali ini tidak menyelenggarakan. 

“Kami hanya menyelenggarakan silaturrahim setelah shalat Id, pertimbangannya karena alasan keamanan,” kata Imam Suryansyah, Staf KBRI Kairo yang berasal dari Garut, Jawa Barat.

Dan yang tidak kalah menari, adalah acara penyembelihan hewan kurban. Hewan-hewan korban yang disembeli sebagian besar sapi dan domba ekor gemuk,  seperti domba Garut.

Ahmad (42) menjual domba di daerah Gami, Kairo dengan harga termurah 1.500 pound atau Rp. 2,5 juta.

Hanya saja, masyarakat Kairo pada umumnya memotong hewan kurbannya di jalan, sehingga warna merah darah terlihat di mana-mana.

“Supaya kami semua melihat darah hewan korban mengalir,” jawab Fudail, pemilik kedai roti di Mutsallas yang memotong hewan kurban di depan kedai rotinya. Yang unik, sebagian masyakat menghias hewan kurban mereka sebelum disembelih.*/Laporan Haryono Madari dari Kairo, Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arafahidul adhaInfo Haji & UmrahMesirPuasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Hijab Hadir di Social Media Festival 2013
Tulisan selanjutnya Saat Khutbah Idul Adha di Masjid, Gubernur Logar Dibom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?