Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Mengendalikan Amarah Orang Kota

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2015 20:35 8:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2015 20:35
Bagikan
Semakin sering orang marah, maka pelemahan kerja otak tersebut menjadi permanen atau dengan kata lain orang menjadi semakin bodoh.
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

TUJUH tahun sudah saya berhenti dari kegiatan riwa-riwi (bolak-bali, red) ke pusat kota setiap hari seperti waktu dahulu masih bekerja di perkantoran.

Sekali waktu ada keperluan ke kota yang segera saya saksikan adalah kemacetan yang sudah sangat bertambah parah. Selain kerugian ekonomi yang semakin besar dari pemborosoan energi dan kerusakan lingkungan, saya amati orang-orang di jalan menjadi semakin mudah marah.

Kesalahan kecil saja di jalan seperti nyaris senggolan antar kendaraan, sudah cukup untuk membuat orang sangat marah. Sesungguhnya ada kerugian yang lebih besar lagi dari meningkatnya amarah orang kota ini.

Ketika kita marah tubuh kita melepas hormone steroid yang disebut Cortisol, pelepasan sedikit Cortisol bisa meningkatkan energi sesaat. Namun peningkatan Cortisol yang berlebihan akan mengganggu kerja otak, sehingga orang yang lagi marah besar – otaknya sementara tidak berjalan dengan normal.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Semakin sering orang marah, maka pelemahan kerja otak tersebut menjadi permanen atau dengan kata lain orang menjadi semakin bodoh.

Bisa dibayangkan ketika proses ini menjadi spiral yang terus membesar. Ketika penduduk perkotaan bertambah banyak dan tidak diimbangi dengan pelayanan publik yang memadai, yang terjadi adalah semakin banyak orang marah.

Ketika publik marah, kecerdasan mereka serentak menurun. Ketika kecerdasan menurun, mereka semakin sulit diatur. Semakin sulit diatur, layanan publik semakin kacau – semakin banyak lagi orang marah dst.

Orang yang marah bukan hanya bertambah bodoh, tetapi juga lebih mudah terserang penyakit. Yang punya gejala penyakit diabetes, gulanya bisa meningkat tajam. Yang punya gejala tekanan darah, bisa melonjak dari yang normalnya 120/80 menjadi 220/130.

Ketika orang marah, otaknya berada dalam survival mode dan tubuhnya melepaskan senyawa kimia yang bisa membekukan darah. Bila ini terjadi di otak menyebabkan orang stroke, bila terjadi di jantung membuat orang terkena serangan jantung dan bisa langsung mati.

Melihat dampak amarah terhadap tubuh diri sendiri yang bisa sangat membahayakan tersebut, maka tidak heran ketika ada seorang laki-laki yang minta wasiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, wasiat beliau sederhana saja “Jangan kamu marah”, kemudian lelaki itu minta wasiat lagi, jawaban beliau tetap “Jangan kamu marah”.

Karena kemampuan mengendalikan amarah juga merupakan bagian dari karakter orang yang bertakwa, maka meningkatnya tingkat kemudahan marah masyarakat juga bisa menjadi indikator penurunan tingkat ketakwaan yang ada di masyarakat.

   وَسَارِعُوٓا۟    إِلَىٰ    مَغْفِرَةٍ    مِّن    رَّبِّكُمْ    وَجَنَّةٍ    عَرْضُهَا    السَّمٰوٰتُ    وَالْأَرْضُ    أُعِدَّتْ    لِلْمُتَّقِينَ  

الَّذِينَ    يُنفِقُونَ    فِى    السَّرَّآءِ    وَالضَّرَّآءِ    وَالْكٰظِمِينَ    الْغَيْظَ    وَالْعَافِينَ    عَنِ    النَّاسِ    ۗ    وَاللّٰـهُ    يُحِبُّ    الْمُحْسِنِينَ    ﴿آل عمران:١٣٤

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imron [3]:133-134)

Karena amarah terkait langsung dengan kecerdasan, keimanan dan ketakwaan tersebut di atas – maka perlu sekali kita semua bisa belajar mengendalikan amarah. Dengan apa? Yang paling murah dan efektif adalah dengan mengamalkan petunjukNya dan juga sabda Nabi tersebut di atas.

Shalat dan dzikir adalah cara efektif untuk membuat hati tenang;

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Ra’d [13]:28)

Maka bagi Anda para pimpinan perusahaan atau institusi, mudahkanlah karyawan Anda untuk bisa dengan mudah melaksanakan shalat dan dzikir – baik yang fardhu maupun yang sunat seperti shalat dhuha. Ini cara yang murah dan efektif untuk membuat karyawan Anda tetap cemerlang pikirannya, dan tidak mudah terkena berbagai penyakit berbahaya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pemimpin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zheng He: Penjelajah Terbaik China yang Seorang Muslim [1]
Tulisan selanjutnya Penindakan Pemalsuan Label Halal Wewenang BPOM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?