Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Zheng He: Penjelajah Terbaik China yang Seorang Muslim [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2015 12:08 12:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2015 20:23
Bagikan
Zheng He, pria Muslim yang menjadi laksamana, penjelajah, serta diplomat paling hebat di China
Bagikan

Hidayatullah.com—Saat orang-orang memikirkan penjelajah hebat, yang ada dalam angan-angan mereka adalah nama-nama yang sudah umum: Marco Polo, Ibnu Batutah, Evliya Celebi, Christopher Colombus, dsb.

Tapi tidak banyak yang tahu tentang salah satu penjelajah paling menarik dan berpengaruh dalam sejarah ini. Di China, namanya cukup terdengar, namun tidak banyak yang mengenalinya atau mengaguminya. Dialah Zheng He, pria Muslim yang menjadi laksamana, penjelajah, serta diplomat paling hebat di China.

Asal Mula

Zheng He lahir pada tahun 1371 di selatan China, tepatnya di daerah Yunnan di tengah-tengah keluarga Hui, etnis China yang memeluk Islam. Nama lahirnya adalah Ma He. Di China, nama marga disebut terlebih dahulu sebelum nama lahir. “Ma” diketahui di China sebagai kependekan dari “Muhammad”, menunjukkan akar Zheng He sebagai seorang muslim. Baik ayah maupun kakeknya mampu untuk pergi haji ke Mekah, jadi Zheng He sudah pasti datang dari keluarga Muslim taat.

Saat masih kecil, kotanya diserbu oleh tentara Dinasti Ming. Dia ditangkap dan dipindahkan ke ibukota Dinasti, Nanjing, dimana dia bekerja untuk keluarga kerajaan. Meski tertindas dan berada dalam situasi sulit, Zheng He mampu berteman dengan salah satu pangeran, Zhu Di. Dan saat Zhu Di diangkat menjadi kaisar, Zheng He naik ke tingkatan tertinggi dalam pemerintahan. Saat inilah dia mendapatkan gelar kehormatan ‘Zheng’, dan Ma He pun kini meyandang nama Zheng He. Di Indonesia, dia lebih dikenal sebagai Cheng Ho.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Ekspedisi

Pada 1405, saat Kaisar Zhu Di memutuskan untuk mengirim sepasukan besar kapal untuk eksplorasi dan perdagangan dengan seluruh dunia, dia memilih Zheng He untuk memimpin ekspedisi. Skala ekspedisi ini amatlah masif. Secara keseluruhan, hampir 30.000 pelaut berangkat untuk setiap pelayaran, dan Zheng He memimpin mereka semua. Antara 1405 hingga 1433, Zheng He memimpin tujuh ekspedisi ke daerah-daerah yang kini menjadi Malaysia, Indonesia, Thailand, India, Sri Lanka, Iran, Oman, Yaman, Arab Saudi, Somalia, Kenya, dan negara-negara lainnya. Bisa jadi dalam salah satu perjalanannya, Zheng He mampir ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Zheng He bukan satu-satunya Muslim dalam ekspedisi ini. Banyak dari penasehatnya juga Muslim China, seperti Ma Huan, seorang penterjemah yang dapat berbicara dalam Bahasa Arab hingga dirinya mampu untuk bercakap-cakap dengan para Muslim yang mereka temui sepanjang perjalanan. Dia menulis sebuah jurnal tentang petualangannya, berjudul Ying-yai Sheng-lan, yang kini merupakan referensi penting untuk memahami peradaban di sekitar Samudera Hindia pada abad ke-15.

Melihat ukurannya, ekspedisi ini adalah suatu kejadian yang tidak akan mudah dilupakan orang. Kapal-kapal yang dikomando Zheng He berukuran hingga 400 kaki (sekitar 122 meter) panjangnya, jauh lebih besar dari kapal-kapal Colombus yang berlayar membelah Samudera Atlantik. Selama ratusan tahun, orang-orang mengira proporsi kapal yang terlalu besar ini adalah hal yang dilebih-lebihkan. Akan tetapi, bukti arkeologis dari galangan kapal dimana mereka membangun kapal-kapal tersebut, yang berada di Sungai Yangtze, membuktikan bahwa kapal-kapal ini memang lebih besar daripada lapangan sepak bola modern.*/Tika Af’idah, diambil dari http:www.lostislamichistory.com.*/(Bersambung) ..Zheng dan Islam di Palembang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dalam Islam, Makin Berilmu Orang Harus Tunduk Sang Pencipta dan Menjaga Adab
Tulisan selanjutnya Mengendalikan Amarah Orang Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas

Berita
24 Oktober 2026 15:57
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Terbaru

  • Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
  • Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?