Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jaga 3 Perkara, Hidup Anda Nikmat dan Sehat

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 April 2015 09:46 9:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 April 2015 09:46
Bagikan
Bahagia, iman terjaga dan badan sehat adalah dambaan kita semua [ilustrasi]
Bagikan

AGAMA Islam dikenal kaya dan luar biasa terhadap nilai-nilai dan ajaran. Umat Islam tidak semata diajak mengimani akhirat tetapi juga dipandu agar bahagia hidup di dunia ini dengan praktik-praktik hidup yang menyehatnya jiwa dan raga (fisik). Jika diamalkan, maka kebahagiaan masa depan –baik di dunia atau pun akhirat– insya Allah dapat diwujudkan.

Di antara ajaran Islam yang sangat penting adalah bagaimana kita harus memperhatikan tiga perkara penting dalam hidup kita. Tiga perkara itu adalah; iman, Islam dan kesehatan.

Jika ada perkara yang nilainya tiada tara dalam kehidupan dunia ini, maka itu adalah IMAN. Untuk memahami hal ini, kita bisa mengambil hikmah dari apa yang Allah gambarkan di dalam Al-Qur’an, yakni wasiat Nabi Ibrahim kepada anak keturunannya.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Bqarah [2]: 132).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dengan kata lain, jika ada yang harus dipegang teguh, meski harus meregang nyawa, maka itulah iman.

Mengapa? Karena tanpa iman, kebaikan yang dilakukan, sama sekali tidak akan berguna di sisi-Nya. Inilah alasan penting, mengapa kita dilarang mempersekutukan Allah.

Jadi, teruslah perhatikan iman kita, jangan sampai tergores, apalagi rusak atau patah. Karena kehilangan iman adalah kerugian tiada tara. Penulis buku La Tahzan, Aid Al-Qarni berkata, “Manakala kita berlepas diri dari Islam ini, otomatis kita telah berlepas diri dari kemuliaan, keaslian, kejayaan, dan keagungan kita.”

Setelah iman, yang harus menjadi prioritas kita adalah ISLAM. Pernahkah kita menyadari bahwa nikmat Islam ini adalah nikmat luar biasa yang langsung dari-Nya?

فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” QS. Al-An’am [6]: 125).

Akan tetapi, nikmat Islam ini jarang disadari, sehingga sedikit kurang uang, mengeluh. Sedikit sakit, galau. Sedikit diuji, gelisah.

Sementara, kala diberi kemudahan, lupa sama Allah Ta’ala. Kita mudah sekali tersadarkan oleh kurangnya nikmat material, tetapi sama sekali tidak sadar dengan dahsyatnya nikmat Islam yang telah bersarang dalam dada.

Lantas bagaimana cara memelihara keislam-an dalam diri kita?

Contoh saja Rasulullah dalam kesehariannya. Shalat tidak terlewat, baca Al-Qur’an setiap hari. Infak-sedekah, bahkan zakat tidak perlu disuruh-suruh. Berpuasa dan menunaikan haji bila mampu.

Terakhir adalah nikmat KESEHATAN. Nikmat sehat ini kadangkala tidak benar-benar dipahami sebagai hal yang sangat berharga. Padahal, tanpa sehat, iman tidak maksimal dan ke-Islam-an juga tidak akan optimal.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim memperhatikan kesehatannya. Mulai dari kesehatan fisik sampai kesehatan hati.

Bagaimana menerapkan hidup sehat sama pentingnya dengan bagaimana terus meningkatkan iman dan taqwa. Seorang dai yang malang melintang dalam dunia dakwah pernah berbagi tips, bagaimana hidup sehat.

Pertama, milikilah pola pikir makan apa yang diperlukan. Bukan apa yang menyenangkan. Kebanyakan orang, makan hanya apa yang disenangi, sehingga kadangkala lupa dengan apa yang diperlukan. Dengan memiliki pola pikir ini, maka tidak semua jenis makanan akan dimakannya, apalagi dalam waktu bersamaan.

Kedua, makanlah secukupnya. Makan secukupnya ini, menurut penuturan dai tersebut terinspirasi dari Kitab Misykat karya Imam Ghazali. Di sana disebutkan bahwa ada sahabat Nabi yang sehari sekali makan. Ada yang tiga hari sekali makan, ada yang sepekan sekali makan bahkan ada yang 40 hari sekali makan. “Wajar kalau Nabi dan para sahabat, rata-rata hidupnya sehat,” ucapnya.

Ketiga, ini yang sangat penting, jangan makan kecuali yang halal. Rizki itu sudah ditetapkan oleh Allah. Jadi tidak mungkin kurang, salah apalagi tertukar. Maka jangan sampai hanya karena urusan rizki (makanan) kita sampai menabrak-nabrak syariat Allah, hingga tidak peduli lagi halal-haram.

Keempat, bergeraklah. Setelah makan, orang zaman sekarang banyak yang diam bahkan tidur. Coba kita perhatikan bagaimana Rasulullah mengisi hari-harinya, tidak ada itu beliau malas apalagi banyak tidur. Kalau tidak jalan ya harus lari, intinya harus ada gerak.

Kelima, shalat. Shalat itu tidak semata ibadah, ia gerakan fisik. Kalau Rasulullah shalat, itu bisa sampai bengkak-bengkak. Artinya apa, kesehatan fisik yang menyatu dengan jiwa itu ada pada sholat. Jangan dibalik, zaman sekarang banyak orang cidera karena olahraga, sementara sholat kurang diperhatikan.

Dengan memperhatikan tiga perkara ini, harapannya, kita bisa dijadikan seperti Rasulullah yang tidak sakit sepanjang hidupnya melainkan hanya dua kali. Sebab, dengan senantiasa sehat, maka kita bisa produktif dalam amaal sholeh dan tentu saja tidak banyak membuah waktu, energi dan biaya untuk pengobatan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hidupImanislamNabirasulullahsehattauhid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Pesta Bikini, Anggota Komisi X DPR: Tujuan Pendidikan Lahirkan Prinsip Etika
Tulisan selanjutnya Hukum di Mesir Yang Dinilai Mencemaskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?