Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sekali Lagi Mengenang Sosok KH Idris Marzuki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juni 2015 16:46 4:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2015 16:46
Bagikan
Bagikan

Oleh: Fadh Ahmad Arifan

SELASA 9 Juni 2015 adalah tepat setahun umat Islam di Jawa timur kehilangan ulama kharismatik yang juga pengasuh Pondok pesantren Lirboyo-Kediri, KH. Ahmad Idris Marzuki.

Almarhum wafat di usia 74 tahun setelah menderita sakit karena faktor usia dan beberapa kali keluar masuk RSUD dr Soetomo. Dalam ingatan saya, terjadi “insiden” semasa kuliah S-1 di UIN Malang, dimana beliau pernah digosipkan meninggal dunia oleh salah seorang santrinya. Sontak saja teman saya yang juga alumni Lirboyo tidak percaya begitu saja dan bergegas menuju Surabaya guna memastikan keadaan beliau. Ternyata Kiai Idris hanya check up rutin di RSUD dr Soetomo.

Sejenak flashback mengenang sosok Kiai Idris, ada 5 point dalam catatan saya: Pertama, pernah menyampaikan tausyiah dalam rangka mendukung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengeluarkan dekrit Presiden dan akan melawan siapapun yang berani melengserkan Gus Dur. Kedua, ketika beliau menanggapi dingin ancaman NU Tandingan yang digelindingkan Gus dur. Beliau komitmen akan mengamankan hasil Muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah, yang memilih Rais Aam Dr. KH Sahal Mahfudz dan Ketua Tanfidziah PBNU KH Hasyim Muzadi.

Ketiga, menilai sosok Gus dur terlalu bebas pemikirannya. “Saya menilai, pemikiran beliau terlalu bebas seperti tidak ada batasan,” katanya seperti dikutip Antara News. Pemikiran bebas dari Gus dur seperti menyatakan semua agama adalah benar. Hal tersebut menurut Kiai Idris, kurang sesuai, karena semua agama mempunyai ketentuan masing-masing.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Keempat, Selama bersentuhan dengan politik praktis, Kiai Idris pernah bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Gus dur, meski begitu beliau kerap berseberangan sikapnya dengan cucu pendiri NU tersebut. Kiai Idris menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Hal ini menurutnya kerap terjadi di antara para sesepuh NU. “Biasa perbedaan bagi yang sepuh-sepuh,” katanya.

Kelima, Kiai Idris ini termasuk yang kurang sepakat dengan rencana pengharaman rokok oleh MUI. Alasannya, asalkan tidak berbahaya bagi penggunanya.” (Majalah Hidayatullah edisi oktober 2008).

Di tahun 2014, beliau kembali ke PPP dan pernah saya lihat beliau memberi dukungan atas wacana pencapresan Suryadharma Ali di Aula Lirboyo sekitar bulan maret 2014. Sekitar awal bulan juni 2014, saya sempat membicarakan Kiai Idris dengan salah satu mahasiswa di STAI al-Yasini, Pasuruan. Saya tanyakan apakah beliau hadir saat Prabowo Subianto mengunjungi ke Ponpes terpadu al-Yasini di wonorejo, Pasuruan. Mahasiswa tersebut menjawab bahwa Kiai Idris hadir ke Pasuruan beserta para kiai dari Kediri seperti KH. Anwar Mansyur.

Di bidang pendidikan Islam, seperti tercantum dalam situs lirboyo.net, beliau berpesan kepada santri-santrinya:

Pertama, berusaha sekuat tenaga menamatkan jenjang pendidikan di pondok pesantren Lirboyo. Kunci kesuksesan belajar di Lirboyo selain mempeng (tekun) adalah harus menamatkan madrasah. Meskipun ketika mondok itu seperti tidak dapat apa-apa, namun jika tamat insya Allah ada nilai tersendiri.

Kedua, setelah tamat harus lebih memprioritaskan memperjuangkan ilmu dulu. Jika lebih mengutamakan bekerja dan menyepelekan mengamalkan ilmu, maka dia malah akan kesulitan menuai hasil maksimal (dalam mencari rejeki), sudah banyak sekali buktinya. Selain itu, ketika belajar di Lirboyo, jangan pernah merasa putus asa, apapun yang terjadi.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, sewaktu tragedi penumpasan anggota dan simpatisan PKI tahun 1965, seperti yang ditulis Majalah Tempo edisi oktober 2012,  Kiai Idris diamanahi oleh KH Makhrus untuk menjaga keamanan Ponpes Lirboyo sekaligus memastikan proses mengaji santri tidak terganggu. Kiai Idris juga memberi kesaksian bahwa tentara berada dibelakang tragedi itu.

Dari sini, saya bisa mengetahui Kiai Idris sudah kenyang akan pasang surut keadaan bangsa Indonesia. Beliau berperan sebagai pelaku sejarah, pendidik dan juga seorang yang sampai akhir hayatnya berkhidmat untuk warga Nahdliyin di Kediri dan sekitarnya. Nama besar beliau tidak perlu diragukan lagi. Kalau tidak percaya, jika Anda dicegat polisi nakal di Kediri, bilang saja “Saya santri Kiai idris dan mau sowan ke kediaman beliau,” Biasanya polisi tersebut urung “mencari-cari” kesalahan Anda.

Dalam hati kecil saya, saya berharap suatu saat bisa berziarah ke makam beliau. Kepada para santrinya maupun keluarga, sebisa mungkin menulis biografi hidup KH Idris Marzuki. Jangan sampai kejadiannya seperti Gus dur yang biografinya ditulis bukan oleh orang terdekatnya, melainkan oleh orang Asing (baca: Orientalis). Wallahu’allam bishowwab.*

Alumni Jurusan Studi Islam, Pascasarjana UIN Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam Jawa timurKH Sahal MahfudzKH. Ahmad Idris MarzukiMuktamar NUPondok pesantren Lirboyo-KediriRais AamRSUD dr Soetomoulamaulama kharismatikumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Draft RUU PUB Selesai Dibuat, Kemenag Berharap Masukan Representatif Kepentingan Umat
Tulisan selanjutnya toleransi Ketua MUI: Pancasila Jerih Payah Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?