Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Gereja, Sejarah Kalender Masehi dan Tahun Baru Hijriyah (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 November 2013 10:18 10:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2013 10:18
Bagikan
Ilustrasi: Paus Gregorius XIII merayakan pengenalan kalender Gregorian
Bagikan

Lanjutan ARTIKEL Pertama

Oleh: Abby Fadhillah Yahya

Kebenaran Hijriyah

Pada masa kini, manusia pada umumnya (khususnya kaum Muslim) lebih sering menggunakan kalender Masehi daripada kalender Hijriyah. Padahal, ini mempunyai dampak terhadap ibadah umat Muslim seperti pada puasa, hari raya, dan shalat.

Sebagai contoh, jika kita mengacu pada kalender Masehi,maka shalat Isya yang dilaksanakan pada tengah malam atau pada pukul 00.00 maka apakah masih sah shalat yang kita tunaikan? Karena dalam Islam, permulaan waktu terletak pada waktu terletak pada waktu terbenamnya matahari. Sedangkan, dalam kalender Masehi, permulaan waktu terletak pada pukul 00.00.  Jadi, jika kita shalat Isya hari Rabu pukul 00.00 berarti bukannya kita sudah masuk hari Kamis? Ini harus menjadi pelajaran bagi umat Muslim secara keseluruhan.

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

 Hijriyah adalah penanggalan perdana dalam sejarah hidup umat manusia, bukan hanya umat Muslim saja. Alkisah, ketika itu umat Muslimin belum mengetahui tentang ihwal penetapan tahun. Ketika zaman kekhalifahan,  Abu Musa Al-Asyari menulis surat kepada amirul mu’minin yang tidak ada tanggal dan tahunnya sehingga membingungkan. Lalu Umar ketika itu mengumpulkan para sahabat-sahabat senior untuk bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah, ada yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Rasulullah menjadi Rasul, dan ada yang mengusulkan berdasarkan momentum hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Maka diputuskanlah berdasarkan momentum hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah sebagai awal penetapan kalender Islam.  

Tahun qamariyah atau lunar year adalah tahun yang lebih panjang dikarenakan orbit bukan berbentuk lingkaran bundar, elips, ataupun lonjong. Karena bentuk lingkaran begini akan menimbulkan kekacauan dan susah untuk diramalkan. Orbit demikian tidak mungkin terjadi dalam tarik menariknya tata surya dengan bumi. Karena bumi berada pada titik perihelion atau terdekat dengan matahari dia harus membelokkan arah layangnya ke kiri beberapa derajat mengitari surya yang didekati. Orbit tatasurya berbentuk oval. Dengan orbit oval terbentuklah daya layang berkelanjutan dan aktivitas sunspots yang berubah sepanjang tahun untuk mewujudkan perubahan cuaca di muka bumi.

Itulah salah satu tanda yang telah Allah Subhanahu Wata’ala jelaskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 189:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوْاْ الْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُواْ الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan), katakanlah “ia adalah penentu waktu bagi manusia dan haji. Dan tiada kebaikan bahwa kamu mendatangi rumah-rumah (penanggalan)dari belakangnya, tetapi kebaikan itu ialah ia yang menginsyafi. Datangilah rumah-rumah pada pintunya. Insyaflah pada Allah semoga kamu menang.”

Hal ini juga tertera dalam firman Allah surat At-taubah ayat 37

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُحِلِّونَهُ عَاماً وَيُحَرِّمُونَهُ عَاماً لِّيُوَاطِؤُواْ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّهُ فَيُحِلُّواْ مَا حَرَّمَ اللّهُ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Dijadikan terasa indah bagi perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petujuk kepada orang-orang yang kafir.”

Kalender Hijriyah layak mendapatkan perhatian lebih karena ia tidak terikat dengan pergantian musim. Salah satu dampak positifnya bagi umat Islam dalam kalender ini adalah saat menjalankan syariat.  Beberapa di antaranya yang terikat dengan penanggalan ini adalah masalah puasa dan haji.

Semoga hari-hari ke depan kita bisa memulai dan membiasakan diri menggunakan warisan Islam, berupa kalender Hijriyah. Wallahu a’lam bish-shawab.*

Mahasiswa IAIN sunan ampel, Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaGregorianhijriyahjulius caesarkalenderMasehitradisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Farid Wajdi Ibrahim Jamin UIN Ar-Raniry tak Akan Liberal
Tulisan selanjutnya Hari-hari Terakhir Dinasti Fatimiyah (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?