Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Fiqh Ramadhan

Yang Disunnahkan Saat Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2015 14:18 2:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2015 14:18
Bagikan
Bagikan

6. Menahan lidah dan anggota tubuh lainnya dari perkataan sia-sia dan perbuatan-perbuatan yang tiada dosanya. Adapun menahan organ tubuh dari perbuatan haram (seperti ghibah, adu domba, dan dusta), yang mana hukumnya wajib di setiap waktu, semakin ditekankan dalam bulan Ramadhan. Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda,

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka tiada pahala yang didapatnya dengan meninggalkan makanan dan minumannya.” (Diriwayatkan Bukhari, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dari Abu Hurairah)

Beliau bersabda pula,

“Betapa banyak orang berpuasa yang dengan puasanya hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga, dan betapa banyak orang yang shalat tahajud hanya mendapatkan rasa kantuk.” (Diriwayatkan ath-Thabrani dari Ibnu Umar)

Jika dia dicaci orang lain, dalam bulan Ramadhan disunnahkan baginya mengucapkan dengan suara keras (bukan dalam hati), “Aku sedang puasa!” Dalilnya adalah hadits Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah,

Baca Juga

Apakah Keluar Mani saat Mimpi Basah Bisa Membatalkan Puasa?
Waktu Paling Mustajab dan Diterimanya Doa selama Ramadhan
Doa “Allahumma laka Shumtu”, Sunnah Bagi Madzhab Empat
Dengar Adzan Subuh Masih Makan, Apa Hukumnya?
Vaksinasi, Apakah Membatalkan Puasa?

“Apabila seseorang sedang berpuasa, janganlah dia berkata jorok maupun berbantah-bantahan. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaknya dia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”‘

Adapun di luar bulan Ramadhan, dia mengucapkannya dengan suara samar untuk memperingatkan dirinya sendiri dengan kalimat itu, karena dikhawatirkan dia akan riya’ (jika mengucapkannya secara lantang).

7. Menjauhi benda-benda pemuas kesenangan yang mubah yang tidak membatalkan puasa, misalnya benda-benda yang dinikmati dengan cara didengar, dipandang, diraba, atau dicium aromanya (seperti menikmati aroma raihan, mengusapnya, dan memandanginya). Sebab, perbuatan seperti ini mencerminkan sikap bermewah-mewah yang tidak sesuai dengan hikmah puasa. Semua itu hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa, sama seperti hukum masuk pemandian umum air panas.

8. Memberi kelapangan kepada keluarga, berbuat baik kepada kerabat, dan memperbanyak sedekah kepada kaum fakir miskin. Dalam hadits Bukhari dan Muslim disebutkan,

“Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling bersikap dermawan pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemui beliau.”

10. Mengisi waktu dengan mempelajari ilmu, membaca Al-Qur’an dan membacakannya kepada orang lain, berdzikir, serta mengucapkan shalawat kepada Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam pada setiap kesempatan yang memungkinkan untuk itu, baik pada malam maupun siang hari. Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits,

“Malaikat Jibril selalu menemui Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam setiap malam dalam bulan Ramadhan guna menyimak bacaan Al-Qur’an beliau.”

Sama seperti anjuran untuk membaca Al-Qur’an, dianjurkan pula segala jenis amal baik lainnya. Karena, amal sunnah dalam bulan Ramadhan setara pahalanya dengan amal wajib di luar Ramadhan, sebab amal di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya.

11. Beri’tikaf, terutama pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, karena i’tikaf ini akan lebih menjaga diri seseorang dari perkara-perkara yang terlarang dan lebih membantunya untuk melaksanakan perkara-perkara yang diperintahkan. Juga, karena ada harapan akan mendapatkan Lailatul Qadar, yang waktunya memang berada dalam sepuluh hari terakhir ini.

Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam selalu menggiatkan diri dalam sepuluh hari terakhir, lebih giat daripada waktu-waktu lainnya. Aisyah berkata, “Apabila sudah tiba sepuluh hari terakhir Ramadhan, biasanya Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan menjauhi sanggama dengan istri.” (Muttafaq ‘alahi)*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Menyambut RamadhanPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Freedom Flotilla 3 Segera Bertolak ke Gaza
Tulisan selanjutnya Cara Mudah Temukan Tempat Shalat di Prancis dengan Shalatsurfing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Fiqh Ramadhan

Celakalah Orang Meninggalkan Puasa

15 April 2021 15:36
Fiqh Ramadhan

Hal-hal yang Membatalkan Puasa, yang Perlu Anda Ketahui

14 April 2021 07:08
Fiqh Ramadhan

Niat Puasa Ramadhan

13 April 2021 15:00
shalat sunnah rumah
Fiqh Ramadhan

Sunnah, Hidupkan Malam Hari Raya

24 Mei 2020 04:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?