Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Etnis China di Malaysia Ingin Pertahankan Tradisi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2015 07:46 7:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2015 07:46
Bagikan
Etnis China di Malaysia: Meski tak ada aturan tertulis, pergantian nama seseorang yang menjadi mualaf dengan nama Arab atau Melayu merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak Malaysia merdeka pada 1957 lalu
Bagikan

Hidayatullah.com–Kaum Muslim keturunan China di Malaysia mengaku masih mengalami diskriminasi lantaran pemerintah meminta mereka mengganti nama dengan nama Arab atau Melayu ketika memeluk agama Islam.

Di Masjid Negeri China Malaka, saya bertemu dengan dua mualaf yang baru pertama menjalankan puasa Ramadan tahun ini, yakni Muhamad Thaufiq Loi Fui Liang dan Ting Swee Keong.

Meski keduanya keturunan China, ada perbedaan dalam soal pemilihan nama setelah menjadi mualaf.

Muhamad Thaufiq menambah nama Arab di depan nama aslinya, sedangkan Ting tidak.

“Semua harus diubah. Nama menjadi lain, namun muka masih sama. Di sini orang Malaysia mengatakan jika seseorang masuk Islam disebut masuk Melayu. Kalau saya tak ganti nama, saya tetap China,” jelas Ting dikutip BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Muhamad Thaufiq Loi Fui Liang memutuskan untuk menambah nama Arab di depan nama aslinya.

Meski tak ada aturan tertulis, pergantian nama seseorang yang menjadi mualaf dengan nama Arab atau Melayu merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak Malaysia merdeka pada 1957 lalu.

Lim Jooi Soon, Presiden Asosiasi Muslim China Malaysia, MACMA Malaka, mengatakan tradisi pergantian nama bagi mualaf ini masih dipraktikkan oleh sejumlah petugas di kantor Majelis Agama di sejumlah negara bagian di Malaysia karena ketidakpahaman mereka.

“Mereka mempraktikkan itu karena tidak memahami. Padahal, kalau kita ikut sunnah Nabi pada jaman Nabi Muhamad SAW, ketika kaum lain masuk Islam, dia tidak meminta orang itu mengganti nama kecuali artinya buruk,” kata Lim.

Dia kemudian mencontohkan tokoh Islam dari Afrika, yakni Salman Al Farisi dan Bilal Bin Rabah.

“Sebelum mereka memeluk Islam dan sesudah mereka masuk Islam, nama mereka sama. Kenapa? Karena memudahkan mereka berdakwah di hadapan bangsa yang sama,” jelas Lim.

Hambatan etnis China masuk Islam

Lim merupakan orang etnis China pertama yang tidak mengubah namanya ataupun nama bapak ketika memeluk Islam.

Dia mengaku membutuhkan waktu lima tahun untuk berjuang agar tidak mengganti namanya setelah pindah menjadi Muslim.

“Lima tahun untuk berbincang, berdebat, membahas, lalu tunjukan bukti-bukti yang kuat untuk kekalkan nama China. Selepas itu banyak orang mudah untuk memeluk agama Islam,” jelas Lim.

Meski tak ada aturan tertulis, pergantian nama seseorang yang menjadi mualaf dengan nama Arab atau Melayu merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak Malaysia merdeka pada 1957 lalu.

Kekukuhan kaum etnis China untuk mempertahankan nama, menurut Lim , berkaitan erat dengan kehormatan keluarga.

“Kalau dia buang nama keluarga, seolah-olah tidak ada hubungan dengan keluarganya. Nama kedua saya ini menunjukkan nama generasi keberapa dan nama terakhir saya itu nama saya sendiri yang berarti menuju kejayaan,” ujar Lim.

Masalah nama ini, menurut Lim, selama ini merupakan hambatan utama bagi etnis China Malaysia untuk masuk Islam.

“Saya tak bisa ganti etnis. Saya lahir China ya matipun China, tak akan ganti jadi etnis Melayu. Saya tak berganti nama untuk menunjukkan bahwa Islam itu agama universal untuk semua bangsa tak cuma untuk Arab atau Melayu saja,” tambah Lim.

Selain mengganti nama pribadi, orang keturunan China yang ingin masuk Islam harus mengganti nama bapak menjadi Abdullah, meski tak ada peraturan tertulis.

Presiden MACMA Malaysia Taufiq Yap Yun Hin mengatakan telah mendesak agar praktik pergantian nama bapak bagi mualaf ini dihapuskan.

“Tidak ada sahabat nabi yang menggunakan bin Abdullah. Abdullah itu kan artinya hamba Allah. Saya juga telah meminta kepada pihak yang terkait dengan pendaftaran agama ini agar praktik ini diubah dan etnis China masih dapat pertahankan nama pribadi dan nama bapak jika memeluk agama Islam,” jelas Taufiq.

Nur Caren Chung Yock Lin mengatakan sejumlah tradisi China tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Pertahankan Budaya China

Orang etnis China yang memeluk Islam di Malaysia juga harus meninggalkan budaya mereka.

Taufiq mengatakan gaya pakaian dan tradisi China lainnya masih dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan Islam.

Salah seorang Muslim China, Nur Caren Chung Yock Lin, mengatakan penyebaran Islam seringkali dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya setempat sehingga budaya asal seseorang tidak hilang.

“Perayaan budaya ini tak bertentangan dengan syariat Islam, perayaan kue bulan, kue chang, sambutan tahun baru China juga budaya bukan perayaan keagamaan. Kalau dilihat dari sejarah ketika Ibnu Waqas berdakwah di China dia diterima dengan mudah karena Islam tak membunuh budaya, yang bertukar itu tauhid bukan budaya,” jelas dia.

Caren mengatakan pemahaman ini yang kemudian terus disosialisasikan agar etnis China yang berpindah agama tidak meninggalkan budaya mereka.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Budayachinaetnis chinaislamMalaysiaMuslimtradisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meriahkan Ramadhan, IKAT Aceh Adakan Quranic Camp
Tulisan selanjutnya Kemajuan Barat, Otentikkah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?