Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Penting Bagi Masyarakat Memahami Sejarah Islamisasi Di Nusantara

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Juni 2015 14:16 2:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Juni 2015 05:11
Bagikan
Ilustrasi (Kompas)
Bagikan

Hidayatullah.com– Sampai saat ini, isu mengenai gagasan Islam Nusantara masih terus bergulir. Bahkan banyak definisi yang muncul, baik dari pihak penggagas Islam Nusantara itu sendiri maupun dari pihak lainnya yang ikut mencoba memberikan tanggapan.

Maka dari itu, hidayatullah.com berkesempatan mewawancari secara ekslusif Pakar Sejarah Islam dan Jawa, Susiyanto untuk memberikan gambaran seperti apa konsep Islam Nusantara jika ditilik dari konteks Islam dan budaya. Berikut hasil wawancaranya.*

Bagaimana pandangan anda terhadap gagasan Islam Nusantara?
Saya amati gagasan Islam Nusantara sampai hari ini belum memiliki pengertian yang disepakati. Beberapa pandangan yang saya lihat, berupaya mengidentifikasi bahwa Islam Nusantara adalah Islam yang secara khas memiliki perbedaan dengan Islam Arab dan sebagainya.

Perbedaannya terletak dimana?
Pertanyaan itu rupanya belum bisa dijawab secara tuntas oleh pengusung atau penggagas Islam Nusantara itu sendiri. Jika yang dimaksud bahwa perbedaan tersebut terletak pada kebudayaan yang mengiringi proses penyebaran Islam yang saat ini melekat pada praktik kehidupan beragama umat Islam, maka perlu diamati terlebih dahulu aspek budaya itu sendiri.

Termasuk hal yang ushul atau sekadar furu’. Budaya itu sendiri dalam Islam mestinya harus ditempatkan sebagai indikator perkembangan dakwah di masyarakat. Melalui budaya, tingkat keberhasilan dakwah bisa diamati. Jadi kebudayaan yang melekat pada umat Islam di suatu wilayah mestinya dipandang dengan cara demikian.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Apakah menurut anda ada pencampuran antara budaya nusantara dengan Islam dalam gagasan Islam Nusantara?

Perlu dipahami bahwa ketika Islam datang ke nusantara, awal mulanya para da’i kita mengalami pertemuan dengan kebudayaan setempat. Di antara budaya-budaya tersebut ada yang telah memiliki nilai-nilai sakral sebab pernah menjadi bagian dari ritual tertentu. Ketika berhadapan dengan wujud budaya semacam ini para da’i kita cenderung menerapkan konsep desakralisasi. Artinya penghilangan sakralitas dari suatu wujud budaya. Sebab, budaya menurut Islam bukan sesuatu yang boleh disakralkan. Kesakaralan itu sendiri terletak dalam ajaran Islam terkait dengan ibadah dan aqidah.

Jadi ada proses desakralisasi?
Iya, prosesnya adalah desakralisasi, bukan dekulturalisasi. Apa yang kita lihat seolah-olah sebagai sinkretisme (mencampurkan budaya dengan ajaran Islam,red) tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses desakralisasi yang belum selesai.

Bagaimana sikap umat Islam menyikapi gagasan atau pemikiran Islam Nusantara?

Cermati dulu perkembangannya sebab konsep tersebut sebenarnya masih simpang siur. Sembari memahamkan kepada masyarakat tentang bagaimana proses dakwah telah berjalan. Penting kiranya masyarakat memahami sejarah Islamisasi di nusantara agar tidak terbawa arus kepentingan yang tidak selalu berpihak kepada Islam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sunat di Rumah Sunatan Tidak Perlu Menunggu Liburan
Tulisan selanjutnya Hidup Sesudah Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?