Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Indonesia yang Penuh Prahara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juli 2015 09:37 9:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juli 2015 09:37
Bagikan
Sejumlah mahasiswa memegang senjata tajam saat terjadi tawuran dikampus Universitas Negeri Makassar tahun 2012
Bagikan

Oleh: Imam Nawawi

NEGERIKU tidak pernah berhenti diterpa badai. Badai intoleransi, kemanusiaan, dan keamanan. Negeriku juga kerap diterpa badai pemberitaan yang bobrok, mulai dari korupsi, perzinahan, hingga pembenaran aliran-aliran sesat dalam Islam. Prahara hampir setiap saat mewarnai kehidupan negeriku.

Tetapi, menyaksikan sejarah negeri ini, dengan ketinggian nilai ajaran yang sudah berabad-abad lamanya dinaungi cahaya Islam, tidak ada satupun kebiasaan dari penduduk negeri ini yang suka berkelahi, apalagi perang layaknya bangsa Eropa yang hobi sekali bermain senjata hingga saat ini.

Sangat berbeda dengan kondisi sekarang, dimana sebagian penduduk negeri ini masih sering beradu kekuatan yang pemerintah sebut sebagai kerusuhan. Sebagian menilai itu sebagai wujud nyata pergeseran nilai. Namun, dalam dangkalnya wawasan yang kuhimpun, sungguh ini terjadi karena rekayasa para pecandu prahara.

Film Kekerasan

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Jaman orangtua, atau lebih tepatnya kakek buyut kita di era TV belum massif, tidak ada generasi muda yang suka tawuran dan hobi narkoba. Bagaimana mau tawuran, mereka semua sibuk membantu orangtua bekerja. Sore hari mengaji. Sekarang, pagi sampai pagi TV terus menghantui.

Jamie Foxx, aktor utama film Django Unchained berpendapat bahwa, “Kita tidak bisa mengabaikan masalah ini. Saya tidak setuju bila ada orang yang mengatakan kekerasan di film tidak akan mempengaruhi sikap seseorang,” kata Foxx seperti dilansir laman BBC pada 17 Desember 2012.

Jamie Foxx benar. Negeri ini pernah kena badai Smackdown. Reza Ikhsan Fadilah (9) murid kelas III SD di Kabupaten Bandung meninggal gara-gara praktik Smackdown di tahun 2006 silam. Sedikit lebih ringan dari Reza, Ade Septian Hunga (7), murid kelas IIA SD Bernardus 01, Jalan Dr Sutomo juga menjadi salah satu korban dampak tayangan gulat gaya bebas Amerika. Ia mengalami cedera serius.

Dengan kata lain, televisi dengan beragam sajiannya yang seolah menghibur, memberikan dampak serius terhadap pola pikir dan perilaku generasi negeri ini. Dan, ini sesuai dengan satu postulat yang mengatakan, “Kebatilan yang terus-menerus dipresentasikan, pada akhirnya akan dianggap sebagai kebenaran.”

Pergaulan Bebas

Belum ada penelitian historis mengapa pergaulan bebas bisa masuk dan mewabah di negeri ini. Tetapi, untuk memahami mengapa pergaulan bebas mewabah di bumi pertiwi, analisanya sederhana dan bisa diterima akal sehat.

Pertama, sebagian besar penduduk kita menonton film-film yang mempertontonkan adegan pelukan, ciuman dengan siapapun. Biasanya dibungkus dengan istilah cinta, persahabatan dan kasih sayang. Akibatnya, seperti yang sekarang kita saksikan, generasi muda bangsa sudah biasa dengan gaya hidup bebas, termasuk bebas bergaul.

Laman detik.com pernah melaporkan pada November  2013 bahwa temuan sebuah survei menunjukkan lebih dari 80 persen remaja merasa butuh lebih banyak informasi soal kehamilan dan kontrasepsi. Hanya 76 persen yang merasa butuh informasi soal HIV-AIDS. Lebih takut hamil dibanding kena HIV?

Dengan kata lain, nilai-nilai agama, norma sosial dan integritas telah tercerabut dari sebagian besar diri generasi kita. Mereka tidak takut bahwa perbuatan zina itu diancam neraka dan terkategori dosa besar. Bahkan virus HIV pun mereka tidak takut. Mereka hanya takut dirinya hamil. Dan, jika hanya hamil yang ditakutkan, maka perzinahan pasti akan terus mewabah.

Intoleransi

Setelah upaya-upaya melalui dunia hiburan, dalam ranah hukum, politik dan kebudayaan pun, pecandu prahara negeri ini terus menjalankan aksinya. Isu intoleransi menjadi andalan memojokan Muslim. Dan, Tolikara menjadi yang ter-update dalam kisruh jenis ini. Dan, kembali lagi, sejauh yang jadi korban adalah umat Islam, pembelaan tidak begitu lantang disuarakan, terutama dari pejabat negara.

Publik sudah memahami bagaimana ketidakwajaran dalam menyikapi isu intoleransi ini. Tetapi, kalau kita melihat apa yang Hamka sampaikan, teranglah bagi kita bahwa isu intoleransi dipaksakan masuk ke negeri ini agar prahara tak pernah berhenti.

“Biarkan mereka (orang Kristen) menyerbu ke tanah-tanah wilayah orang Islam, sebab negara kita negara kesatuan. Dan jangan dihalangi. Kalau kita halangi, kitalah yang disalahkan. Dan mereka akan menyebar berita ke pers-pers luar negeri bahwa kita yang salah Tetapi mereka leluasa membakari kedai-kedai dan toko-toko orang Islam di Ambon” (Hamka, Dari Hati ke Hati, hlm. 167).

Sama dengan Tolikara, banyak ditemukan fakta aneh, di mana bendera Bintang David cukup marak di sana. Padahal, kalau mau dipikir, dari mana penduduk sana tahu tentang Israel, apalagi sampai menggambarnya.

Jelas, ada indikasi kuat bahwa Indonesia sedang menjadi target utama kelompok asing. Hamka pun sudah mencium hal tersebut. Dan, fakta Tolikara cukup naif jika hanya disikapi secara hukum tanpa ada upaya serius pemerintah mematikan akar atau sumber dari memanasnya Tolikara.

Jika pemerintah berhadapan dengan tahun 60-an, pura-pura tidak tahu tetap aman. Tetapi, di masa sekarang, kepura-puraan tidak bisa disembunyikan meski dengan argumentasi penuh data dan rasionalisasi.

Logikanya sederhana, mustahil penduduk negeri ini suka berkisruh kecuali dipengaruhi oleh pihak-pihak lain yang tentu memiliki niat busuk terhadap negeri tercinta Indonesia. Apalagi sejarah membuktikan bahwa adu domba itu adalah taktik Belanda dalam memecah kekuatan bangsa Indonesia.*

Penulis pembina Komunitas Muda – Depok

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ihsan dan Itqan Dalam Beramal
Tulisan selanjutnya Kopi Gaza, Hiburan Rakyat di Penjara Raksasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?