Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putra Bekas Presiden Iran Mulai Menjalani Masa Hukuman 10 Tahun Penjara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2015 20:02 8:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Agustus 2015 20:02
Bagikan
Mehdi Hashemi Rafsanjanii (tengah).
Bagikan

Hidayatullah.com—Anak laki-laki mantan presiden Iran Akhbar Hashemi Rafsanjani hari Ahad (9/8/2015) mulai menjalani masa hukuman 10 tahun penjara atas tindakan kejahatan terkait finansial dan keamanan yang dilakukannya.

Mehdi Hashemi, pada bulan Maret lalu divonis penjara total 25 tahun setelah dinyatakan bersalah atas 3 dakwaan terpisah, terkait kejahatan keamanan nasional, penipuan dan penggelapan uang, lapor AFP.

Pria berusia 45 tahun itu juga diperintahkan untuk membayar sejumlah denda dan hukuman berupa uang yang tidak disebutkan secara terbuka jumlahnya. Dia juga dilarang memegang jabatan publik. Mehdi Hashemi kalah dalam gugatannya ditingkat banding.

Sidang peradilan atas Mehdi Hashemi dilakukan secara tertutup. Apa saja bukti-bukti yang diajukan dan kejahatan khusus apa yang dilakukannya tidak diketahui publik.

Media Iran melaporkan dia sudah tiba di Penjara Evin di Teheran, di mana dia membacakan sebuah pernyataan di depan wartawan yang isinya menuntut agar rekaman dari proses persidangannya dirilis ke publik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hashemi mengatakan bahwa kasus yang menjerat dirinya bermotif politik. Dia bilang dakwaan atas dirinya tidak adil dan tidak sah.

Ayah Mehdi, Akhbar Hashemi Rafsanjani, menjabat sebagai presiden Iran dari tahun 1989 hingga 1997. Akhbar yang kini berusia sekitar 80-an tahun masih memiliki pengaruh di Iran. Dia dilarang ikut pemilihan presiden tahun 2013, tetapi memberikan dukungannya kepada Hassan Rouhani, tokoh spiritual Syiah Iran yang dikenal moderat, yang kemudian menang menggantikan Mahmoud Ahmadinejad.

Mehdi Hashemi dituduh terlibat dalam aksi protes massa menyusul pemilihan presiden 2009 yang diperselisihkan hasilnya. Pemilu ketika itu dimenangkan politisi garis keras Mahmoud Ahmadinejad.

Diancam bakal ditangkap, putra Hashemi itu melarikan diri ke Inggris. Dia kembali ke tanah air pada Desember 2012, tetapi kemudian ditangkap untuk diperiksa dan dijebloskan dalam tahanan selama tiga bulan, sebelum akhirnya dibebaskan dari kurungan dengan uang jaminan.

Di tahun 2000-an namanya pernah tersangkut masalah hukum, ketika muncul dalam kasus yang melibatkan perusahaan minyak asal Norwegia Statoil dan Total asal Prancis.

Kedua perusahaan minyak itu dicurigai membayar uang suap untuk bisa mendapatkan akses terhadap sumber-sumber hidrokarbon Iran, ketika Hashemi masih menjadi pejabat senior industri perminyakan di Iran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akibat Berdesakan 10 Orang Tewas di Sebuah Kuil Hindu di India
Tulisan selanjutnya Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS Ganti Wajah Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?