Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bersyukur (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2015 09:02 9:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2015 08:56
Bagikan
Bagikan

BERSYUKUR adalah pujian untuk yang memberikan anugerah kebaikan. Sikap syukur seorang hamba tidak bisa terlepas dari tiga hal penting –tidak akan bisa dikatakan syukur jika tidak memenuhi ketiganya– yaitu:

– Mengakui nikmat secara implisit.
– Membicarakannya secara eksplisit.
– Mempergunakannya untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Syukur berkaitan erat dengan hati, lisan, dan seluruh anggota tubuh. Hati untuk mengetahui dan mencintai, lidah untuk pujian dan terima kasih, sedangkan anggota tubuh untuk digunakannya dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menghindari maksiatan kepada-Nya.

Allah telah menempatkan sikap syukur berdampingan dengan keimanan. Ditegaskan bahwa tidak ada yang akan dijatuhi hukuman berupa adzab jika mereka bersyukur dan beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?” (An-Nisaa’: 147)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menegaskan bahwa mereka yang bersyukur adalah orang yang secara khusus akan mendapat karunia dari Allah di antara sekian banyak hamba-Nya. Allah berfirman,

“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: `Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?’ (Allah berfirman), ‘Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada- Nya)?” (Al An’aam: 53)

Manusia dapat dibedakan ke dalam kelompok yang bersyukur dan kelompok yang kufur. Manusia yang paling dibenci Allah adalah mereka yang kufur dan kelompok yang paling dicintai adalah mereka yang bersyukur. Allah berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (Al Insaan: 3)

Allah menyebutkan pula,

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (lbraahiim: 7)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkaitkan syukur dengan penambahan nikmat. Tambahan nikmat dari Allah adalah suatu yang tidak ada batasnya, sebagaimana tidak ada batasan untuk sikap bersyukur pada Allah. Dalam banyak ayat, Allah juga membatasi tambahan nikmat sesuai kehendak-Nya. Misalnya ayat;

“…Maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki… ” (At Taubah: 28)

Dalam memberi ampunan, Allah berfirman,

“…Dan Allah mengampuni siapa yang diinginkan-Nya…” (Al-Maa’idah: 40)

Dalam memberi taubat, Allah berfirman,

“Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya…” (At-Taubah: 15)

Tambahan nikmat itu bersifat mutlak, seperti dalam ayat,

“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Aali `Imraan: 145)

Ketika setan mengetahui tentang nilai penting dan keutamaan sikap syukur ini, ia berusaha memutuskan manusia dari sifat itu. Hal ini dipaparkan oleh Al-Qur’ an,

“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).” (Al A’raaf: 17)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa golongan yang bersyukur dari hamba-hamba-Nya hanya sedikit. Allah berfirman,

“…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (Saba’: 13)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam melaksanakan shalat malam hingga kakinya bengkak. Saat itu dikatakan kepada beliau, “Apakah engkau melakukan ini semua, ya Rasulullah? Sedangkan Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”

Beliau menjawab, “Apakah aku tidak layak menjadi hamba yang bersyukur?” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam berkata kepada Mua’dz,

“Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Janganlah engkau lupa untuk berdoa setelah selesai shalat, ‘Ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini untuk senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah kepada-Mu.”* [Tulisan berikutnya]

Dari buku Mendidik & Membersihkan Jiwa Menurut Ulama Salaf karya Ibnu Eajab, Ibnu Qayyim, dan Imam Al Ghazali.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersyukurmengingat Allah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jatim Desak Munas Bahas Masalah Syiah
Tulisan selanjutnya Tukang Pungut Sampah Naik Haji, Tabung Uang dari 500 Rupiah Selama Delapan Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?