Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Merasa Bekerja Seperti Budak di Turki, Pengungsi Suriah Ingin ke Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2015 11:12 11:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 September 2015 11:12
Bagikan
Pengungsi Suriah di Erdine bergerak menuju pintu perbatasan Turki-Yunani.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 2.000 pengungsi yang sudah berpekan-pekan berada di Provinsi Edirne, perbatasan Turki bagian barat laut, mengatakan ingin pergi ke Eropa –terutama Jerman– karena di Turki “tidak ada harapan hidup”.

Kebanyakan pengungsi yang berbicara kepada Today’s Zaman hari Selasa (22/9/2015) di Stadion Edirne, yang dijadikan penampungan sementara, menyebut Jerman sebagai “negara impian” mereka. Namun pada saat yang sama, mereka kurang tertarik menyeberangi Laut Aegea, karena banyaknya laporan tentang perahu pengungsi yang terbalik dan tenggelam.

Kepada Today’s Zaman dengan terang-terangan Ahmet Mesur, 39, mencerikatan kondisi kebanyakan pengungsi.

“Turki itu seperti surga, tetapi tidak ada belas kasihan dan kepedulian di dalamnya,” kata pengungsi Suriah yang di negeri asalnya bekerja sebagai guru itu. Di Turki dia bekerja sebagai buruh bangunan, tetapi tidak dibayar meskipun sudah memeras keringat selama 45 hari.

“Kami manusia, bukan binatang,” ujarnya, protes.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika ditanya alasan ingin meninggalkan Turki, Mesur berkata, “Sewa (rumah) termurah di Istanbul TL1.000 (± 4,8 juta rupiah), anak-anak kami sudah tidak bersekolah selama tiga tahun dan di rumah sakit umum kami hanya diperiksa tetapi tidak diberi obat-obatan, yang mana harganya mahal.”

Kerim, bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Aleppo, adalah anak tertua dari lima bersaudara yang tiba di Turki dua tahun silam. Dia bekerja mengumpulkan sampah di Istanbul dan tidak pernah bersekolah selama di Turki. Ayahnya bekerja mengumpulkan ban-ban bekas. Menerjemahkan ucapan ibunya, Kerim mengatakan (ibunya) ingin meninggalkan Turki sebab tidak ada uang cukup di negara itu, harga sewa tinggi dan tidak ada pekerjaan.

Yakup Hama, 35, sudah berada di Turki selama tujuh bulan. Pria itu mengeluh tidak bisa mendapatkan izin bekerja, sementara biaya hidup di Turki sangat tinggi. Yakup pergi ke Edirne –yang berbatasan dengan Yunani– setelah membaca tentang pengungsi-pengungsi lain dari Facebook.

Menurut Yakup, para penyelundup (manusia) lokal kongkalikong dengan pemerintah Turki membohongi pengungsi. Dia hanya berharap pemerintah Turki memberikan izin kepadanya untuk pergi ke Yunani.

Yakup ingin pergi ke negara Uni Eropa, karena istrinya yang saat ini sedang mengandung yakin bayi mereka akan memiliki masa depan yang baik di sana, tidak seperti di Turki.

“Jika istri saya melahirkan di sini, bayi kami bahkan tidak akan mendapatkan surat-surat atau identitas,” kata Yakup.

Hal yang paling banyak dikeluhkan para pengungsi Suriah di Edirne adalah sulitnya mendapatkan izin tinggal dan bekerja. Mereka mengatakan, untuk mendapatkan izin-izin itu mereka setidaknya dimintai uang TL1.500 (± Rp7,26 juta) perorang. Mereka juga merasa diperlakukan seperti budak, karena harus bekerja dengan upah sangat kecil dan seringkali tidak dibayar pada waktunya.

Menurut Iymad, 24, pengungsi Suriah tidak memiliki pekerjaan, tidak mendapatkan identitas dan nomor kependudukan di Turki. Seperti kebanyakan pengungsi Suriah lainnya, pemuda asal Aleppo itu mengeluhkan tingginya harga sewa dan upah yang sangat rendah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abdullah Said Jelang Munas, Hidayatullah ajak Kadernya Dukung “Gempar Munas IV”
Tulisan selanjutnya Shalat Idul Adha 1436 H di Kairo Hari Kamis Dimulai Pukul 6:09 Pagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?