Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Musibah Mina Simpang Siur, 300 Jamaah Iran Dinilai Langgar Jadwal Lempar Jumrah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2015 13:12 1:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2015 11:13
Bagikan
hubungan iran arab saudi
Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri) dan Putera Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud (kanan)
Bagikan

Hidayatullah.com--Presiden Iran Hassan Rouhani memanfaatkan pidatonya pada Sidang Umum PBB untuk menyerukan penyelidikan terhadap Tragedi Mina di Makkah, Arab Saudi yang menewaskan 769 jamaah haji.

Rouhani menekankan diadakannya penyelidikan terkait peristiwa jamaah haji yang terinjak-injak di Arab Saudi. Seruan itu disampaikan Rouhani dalam pidatonya di markas PBB, Sabtu (26/09/2015).

Sebelumnya, media-media Iran beramai-ramai menuduh berita iring-iringan Putera Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang dianggap pemicu terjadinya kepanikan luar biasa di Mina dan berakibat kasus terinjak-injaknya jamaah.

Sementara itu, Koran Berbahasa Arab al-Syarq al-Awsath dalam laporannya terbaru mengutip penanggung jawab penyelanggara haji Iran yang mengatakan sekitar 300 jamaah haji Iran telah melanggar jadwal pelemparan jumrah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hal itu berdampak pada terjadinya insiden saling dorong di jalan 204 daerah Mina, hari pertama tasyriq lalu. Seperti diketahui, insiden tersebut menyebabkan 717 jama’ah haji dari berbagai negara meninggal dunia dan 863 lainnya mengalami luka-luka, demikian dikutip Koran al-Syarq al-Awsath.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Menurut koran internasional bebrbahasa Arab yang bermarkas di London ini, penanggung jawab haji Iran –yang tak disebutkan identitasnya– menceritakan kronologi peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok jamaah haji Iran bergerak dari Muzdalifah pada Kamis pagi langsung untuk melempar jamarat.

Mereka tidak singgah di tenda-tenda yang dikhususkan untuk mereka sebagaimana jama’ah haji lainnya untuk meletakkan barang-barang bawaan mereka dan menunggu jadwal pelemparan jumrah. Dari sana mereka langsung bertolak dengan melawan arus di Jalan 204.

Masih menurut sumber yang sama, sekelompok jamaah yang terdiri dari 300-an jamaah haji Iran tersebut tidak menunggu hingga selesai pelemparan jumrah aqabah, di mana aturan menyebutkan agar jamaah haji seharusnya menunggu di kemah sampai tiba giliran jadwal melempar jamarat.

Mereka justru memutuskan untuk langsung kembali menuju arah yang berlawanan. Sedang di saat bersamaan kelompok dari jamaah haji lainnya yang sedang keluar sesuai dengan jadwal mereka yang sebenarnya.

Akibatnya, musibah tak lagi bisa dihindari. Terjadi tabrakan langsung akibat bertemunya kumpulan manusia dengan dua arah yang saling berlawanan.

Ia juga menjelaskan bahwa jamaah tersebut berhenti sebentar dan tidak bergerak ke arah manapun. Hal ini mengakibatkan jamaah terdorong hingga keluar jalur sekitar 20 meter.

Sumber tersebut juga menyatakan, apa yang terjadi bukanlah akibat dari aksi dorong-mendorong atau jamaah haji yang membludak tapi semata gara-gara adanya sekelompok jamaah yang sengaja melawan arus yang berujung kepada jatuhnya korban yang lebih banyak.

Al-Syarq al-Awsath menyebut bahwa terdapat sejumlah kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di sepanjang jalan yang menghubungkan ke lokasi jamarat. Hal ini nantinya akan memudahkan untuk penyelidikan selanjutnya.

Terkait dengan keluarnya jamaah haji Iran yang menyelisihi jadwal yang telah disebutkan di awal.

Berbagai informasi tersebut nantiya akan memastikan lebih jauh dugaan bahwasanya jamaah haji Iran terlibat bentrok dengan kelompok jamaah haji Turki beberapa jam pasca kejadian tersebut.

Sesuai pengaturan penyelenggara haji yang disetujui oleh pihak pengawas haji yang telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait, setiap penyelenggara haji wajib mengatur jamaahnya mematuhi aturan kegiatan. Dimulai dari proses jamaah haji berangkat dari Muzdalifah ke Mina.

Ketika tiba di Mina, maka semua jamaah haji yang tahun ini mencapai jumlah 1,3 juta orang wajib masuk ke tenda-tenda yang telah disediakan. Diharapkan mereka dapat beristirahat sejenak dan mengembalikan kekuatan mereka setelah perjalanan pulang dari Muzdalifah.

Selanjutnya para jamaah haji tersebut akan dibagi dan dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk melempar jamarat. Setiap kelompok lalu menunggu arahan dari ketua dan musyrif (pembimbing) masing-masing kelompok, sambil menunggu ketua kelompok jamaah dan para pengawas penyelenggara haji. Setelah itu mereka bersiap menuju lokasi pelemparan jamarat. Semua yang disebut tadi telah direncakan dan diatur sejak awal bagi setiap penyelenggara haji yang juga telah mengetahui jadwal pemberangkatan mereka melempar jamarat. Hal ini berlaku bagi seluruh jamaah haji termasuk jamaah haji Iran yang memamng sudah diberlakukan sejak awal bagi seluruh jamaah haji manapun.

Di lain pihak, juru bicara keamanan Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi, Mansur al-Turki, seperti disebut dalam al-Syarq al-Awsath, menyatakan pengaturan jamah haji merupakan aturan yang mencakup semua aspek dengan tujuan untuk menertibkan dan mengawasi jamaah haji dan umrah di Makkah Al Mukarromah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan mereka sepanjang tahun.

Aturan-aturan tersebut, kata Manshur, meliputi tata cara menggerakkan jumlah kaum muslimin yang sangat besar pada saat ibadah haji atau umroh pada bulan Ramadhan sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan.

Minimnya informasi dan bukti, membuat penyebab Musibah masih simpang siur saling memanfaatkan situasi.

Sebagaimana diketahui, jumlah korban dari Iran diperkirakan 130 di, serta 934 orang luka-luka.

Iran dan beberapa negara mengkritik keras pihak berwenang Saudi dalam cara mereka menangani masalah keamanan haji, namun kemarahan Iran dinilai BBC dilatarbelakangi oleh motivasi politik.

Sementara itu, dasar yang digunakan oleh sebagian media nasional mengkritik Saudi merujuk pada surat kabar Libanon, Ad-Diyar, ABNA, Press TV, IRIB, yang semuanya berafiliasi pada Iran. Sementara Saudi membantah tak ada kelurganya beribadah haji tahun ini, kecuali Gubernur Makkah.

Di zaman fitnah seperti ini, bersabar, menunggu hasil pernyataan resmi hasil investigasi, jauh lebih aman.*/Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihajiHaji 2015irantragedi Mina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tersangka Perusak Mausoleum Timbuktu Tiba di Den Haag untuk Diadili
Tulisan selanjutnya Rumah Dakwah Riau Salurkan Qurban untuk Muallaf Suku Akit Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?