Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Muhammad Tawhidi dan Syiah Indonesia [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 10:45
Bagikan
Tokoh Syiah ekstrim Australia Muhammad Tawhidi yang dikabarkan mengisi acara di Jakarta
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Oleh: Muhajirin, LC

Menuduh Keji Sahabat Nabi dan Kaum Sunni

Dalam hal 225, tertera:

“Pelarangan Abu Bakar, Umar dan Utsman dan sebagaian besar penguasa Umayyah tentang pencatatan sabda-sabda Nabi, serta penghancuran banyak koleksi sabda Nabi yang oleh sebagian sahabat Nabi, berdampak negatif bagi Mazhab Sunni akibat kebijakan ini, Madzhab Sunni kehilangan banyak sabda otentik Nabi, sementara ratusan ribu sabda dan riwayat palsu, khususnya yang berbasis riwayat-riwayat dan legenda-legenda Yahudi beredar merajalela.”

Buku 40 Masalah Syiah

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Buku karya Emilia Renita AZ, editor Jalaludin Rahmat ini dikeluarkan secara resmi oleh IJABI. Buku ini juga mencela Sahabat-sahabat Nabi dan Ahlus Sunnah.

Dalam hal 234-235, tertera:

“Di bawah ini adalah sebagian kecil contoh bid’ah-bid’ah pada Ahlus Sunnah, berikut siapa pelakunya:

Abu Bakar :

– Menghapus hak “muallafatu quluubuhum”
– Menghapus hak keluarga Nabi saw dalam khumus
– Nabi tidak mewariskan apa-apa
– Membebaskan Khalid bin Walid yang menikahi perempuan tanpa iddah
– Melarang penulisan hadits dan membakarnya.

Umar bin Khatthab :

– Menentang Rasulullah saw untuk menulis wasiatnya
– Mensunnahkan shalat tarawih dalam jamaah
– Menghapus “hayya ‘ala khairi Al-Amal.”
– Melarang nikah mut`ah
– Tidak ada shalat kalau tidak ada air
– Menetapkan talaq tiga dalam satu saat
– Melarang haji tamattu’
……..”

Buku Al-Mustafa

Ini buku karya Jalaludin Rahmat, diterbitkan oleh Muthahhari Press, dimuat di hal 109-111 ungkapan Jalal bahwa Ibunda Aisyah telah berbohong tentang riwayat kepemimpinan shalat Abu Bakar yang menggantikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kemudian di halaman yang sama Jalal melakukan manipulasi nama tempat dalam hadits “Sunh” bukanlah berpuluh meter dari Madinah.

Dan masih banyak data buku-buku berbahasa indonesia baik dari pihak ABI dan IJABI yang memuat banyak tulisan-tulisan kontroversial, sementara buku-buku tersebut masih berlaku dan senantiasa diterbitkan dan disebar luaskan.

Jika memang ABI dan IJABI menyatakan penolakan terhadap tokoh semisal Muhammad At-Tawhidi dan Yasir Habib karena dianggap kontroversial dan ekstrim terhadap ajaran dan simbol Sunni sehingga bisa menciderai slogan persatuan atau pendekatan antara madzhab Syi’ah dan Sunnah, maka sudah seharusnya buku-buku berbahasa Indonesia yang memuat tulisan-tulisan miring yang menyakiti Sunni ditarik dari peredaran atau setidaknya ada revisi tetang isi miring tersebut.
Tapi apakah hal itu mungkin dilakukan?

Sebab sikap seperti ini tak ubahnya sikap Ali At-Taskhiri yang menjadi wakil Syiah dalam upaya melakukan Taqrib baina Al-madzahib (pendekatan antar madzhab Sunni dan Syiah) di mana dalam forum tersebut dia menyampaikan bahwa Syiah menghormati Sunni, namun di lapangan sangat bersebrangan, tak jauh setelah forum itu diadakan di hari-hari besar Syiah, umat Syiah di Iran, Iraq, Libanon, Mesir, Bahrain, Kuwait dan Qatar dan di beberapa tempat lainnya yang tetap saja melaknat Amirul Mukmini; Abu Bakar dan Umar Bin Khatab Radhiyallahu Anhuma, mencela Ibunda orang-orang beriman Siiri Aisyah dan Hafshah radhiyallahu Anhuma. Praktik seperti ini bahkan terlihat jelas di jalan-jalan raya dan tempat terbuka yang tidak bisa ditutup-tutupi.

Juga sudah bukan rahasia lagi jika laknat seperti ini merupakan doktrin dan ajaran pokok Syiah Imamiyah yang tidak bisa diganggu gugat.

Syeikh Dr Yusuf Al-Qardhawi yang semula menfatwakan setuju dengan upaya taqrib (karena demi menjaga darah dan keamanan minoritas Sunni atau Sunni lemah yang hidup di bawah tekanan mayoritas Syiah dan minoritas Syiah yang berkuasa seperti Iran, Iraq, Libanon, Suriah, Ahwaz dsb), akhirnya menarik diri dari fatwa tersebut karena melihat fakta yang berbeda di lapangan dan justru semakin tambah parah.

Semoga artikel ini bisa membuka mata dan hati kita.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABIIJABIiranmencela sahabatmuhammad tawhidisyiahtaqrib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlawanan Marak, Penjajah Israel Ancam Operasi Militer di Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Barat dan Mitos Peradaban Unggul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?