Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Barat dan Mitos Peradaban Unggul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 11:08 11:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 11:00
Bagikan
Antri konser Super Junior: Para ABG Muslim yang teracuni budaya Barat [ilustrasi]
Bagikan

oleh: Muhammad Ridhwan

SALAH satu permasalahan yang sedang dihadapi umat Muslim saat ini adalah munculnya pemikiran yang bertentangan dengan cara pandang Islam, kemudian pemikiran tersebut menyebar luas dan bahkan menjalar atau menular kepada sebagian kaum Muslimin sendiri.

Sehingga Muslim yang terjangkiti akan terganggu atau rusak secara pemahaman dan cara pandang (worldview)-nya. Mereka menjadi duri dalam daging, yakni berusaha mengubah Islam agar sesuai dengan cara pandang mereka dari dalam.

Mengaku Islam, namun merusak dan menyelewengkan pemahaman Islam. Mereka ini sebenarnya terpesona oleh kemajuan Barat dalam sains, teknologi, ekonomi, dan sebagainya. Sehingga semua yang berasal dari Barat mereka ambil. Sampai-sampai tidak jarang diantara mereka mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berupa fatwa, tafsir, dan pendapat berdasarkan cara pandang Barat terhadap Al-Qur’an dan Hadits secara bebas diluar kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh ulama. Maka tentu saja hasilnya akan bertentangan dengan hasil kesepakatan ulama dan bahkan isi dari wahyu itu sendiri.

Orang-orang yang terinfeksi penyakit ini berpandangan bahwa wahyu harus tunduk pada akal dan sejarah. Sama seperti yang dilakukan oleh orang Kristen pada Bibel, mereka menerapkan metode tafsir hermeneutika pada Al-Qur’an. Dengan kata lain, manusia adalah sumber kebenaran mutlak diatas Tuhan. Dan Tuhan mesti mengalah pada keinginan manusia.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Penyakit pemikiran ini awalnya datang dan berasal dari dunia Barat, yakni Eropa. Kita biasa menyebutnya ideologi atau pemikiran Barat, yang terdiri dari banyak cabang-cabang pemikiran dan dari cabang-cabang tersebut melahirkan lagi pemikiran-pemikiran baru lainnya.

Mereka mengaku Islam, tapi selalu berpihak kepada Barat, bukan kepada Islam. Jadi, menurut mereka Islam harus diubah dan disesuaikan dengan cara pandang Barat apabila ingin mengikuti perkembangan zaman modern yang didominasi oleh Barat ini. Islam dianggap kuno dan ketinggalan.
Pendapat-pendapat ulama terdahulu dikatakan hanya sesuai dengan kondisi dahulu pada zamannya saja sehingga sudah tidak relevan dan tidak cocok dengan keadaan saat ini yang segala sesuatunya sudah berubah dan semakin kompleks, maka perlu dilakukan penafsiran-penafsiran ulang.

Berdasarkan apa yang mereka lihat, bangsa Barat dianggap paling “maju” dan memiliki peradaban paling “tinggi” saat ini.

Maka, semua orang mau tidak mau harus mengikuti kemajuan bangsa Barat dengan mencontoh dan menerapkan segala yang diberlakukan oleh bangsa Barat. Termasuk mengikuti pemikiran dan cara pandangnya karena menurut mereka, terbukti dengan pemikiran tersebut bangsa Barat menjadi yang paling “maju”,” unggul”, dan “berkuasa” di segala bidang karena sesuai dengan kondisi zaman.
Namun ironisnya, segala sesuatu yg buruk dari Barat pun ikut mereka contoh, misalnya pelegalan minuman keras, seks bebas, homoseksual, dan sebagainya. Ini artinya meniru secara membabi buta.
Kemudian di sisi lain, bangsa Barat sendiri sangat memaksakan pemahamannya pada bangsa lain selain mereka. Dan mereka pun tidak segan untuk menggelontorkan biaya yang sangat besar untuk menyebarkan pemahaman-pemahamannya ini.

Seringkali, apabila ada yang berbeda paham, pasti mereka akan memusuhi dan memeranginya.

Bangsa Barat memiliki arogansi yang tinggi dengan menganggap bahwa mereka adalah bangsa atau ras dan berperadaban manusia yang paling tinggi dan unggul dibandingkan dengan bangsa lainnya.

Sehingga pemahaman yang mereka usung untuk dipaksakan kepada bangsa lain ini dianggap sebagai paham yang paling baik menuju kemajuan umat manusia. Mereka merasa sebagai contoh yang wajib ditiru oleh bangsa lain yang sedang berkembang, tidak boleh ada paham dan peradaban besar lain yang menyaingi, seperti paham dan peradaban Islam.

Hal ini tentu saja menjadi masalah bagi umat Muslim karena upaya Barat untuk mem-“Barat”-kan Islam berarti adalah menghancurkan Islam. (BERSAMBUNG)

Penulis alumni Al Imarat Bandung, aktif di Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN)dan ITJ Bandung. Email: @muhammad_rdwn

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratcara pandangperadabansekularismeworldview
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammad Tawhidi dan Syiah Indonesia [3]
Tulisan selanjutnya Kelompok Anti Islam Australia Protes Masjid, Lakukan Adegan Sembelih Boneka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?