Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sikap Umat Islam terhadap Ghadir Khum [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 17:20 5:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2015 05:20
Bagikan
Ribuan penganut Syiah Iran menghadiri acara Perayaan Idul Ghadir [ilutsrasi]
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Muhajirin, LC

Sebagai bukti dalam buku “Mafatih Al-Jinan” karya Abbas Al-Qummi yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama, dan diterbitan oleh pustakan Al-Huda atau ICC Jakarta, teraktub pada hal 150 dan 172 tentang doa dan adab ziyarah ke maqbarah Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu :

Hal 150 :

لعن الله جاحد ولايتك بعد الإقرار، وناكث عهدك بعد الميثاق

“Semoga Allah melanat orang yang membangkang dari berwilayah kepadamu (Ali) setelah sebelumnya dia mengkuinya, dan melanggar sumpahnya kepadamu setelah dia mengikat sumpah.”

Yang dimaksud dalam doa laknat ini menurut Syiah tentu para Sahabat yang mengetahui peristiwa Ghadir Khum namun justru mereka melanggarnya dengan mengabaikan Ali Radhiyallahu Anhu pasca wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terutama Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallah Anhum Ajma’in.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Pada halaman 172 :

والعن من غصب وليك حقه وأنكر عهده وجحده بعد اليقين والإقرار……..اللهم العن أول ظالم ظلم آل محمد ومانعيهم حقوقهم، اللهم خص أول ظالم وغاصب لآل محمد باللعن

“Ya Allah laknatlah orang yang merampas hak walimu (Ali) dan dan mengingkari janjinya serta membangkang darinya setelah sebelumnya yakin dan mengakuinya ………… ya Allah laknatlah orang zhalim pertama yang mezhalimi keluarga Muhammad dan menghalangi dari mendapatkan haknya, ya Allah khususkan laknat kepada orang zhalim pertama dan yang telah merampas hak keluarga Muhammad.”

Maksud dalam doa laknat ini tentu Abu Bakar Radhiyallahu Anhu yang dianggap syiah sebagai orang pertama yang merampas hak khilafah Ali Radhiyallahu Anhu dan menghalangi Fatimah Radhiyallahu Anha dari mendapatkan warisan tanah Fadak, dan sesungguhnya Abu Bakar bersih dari segala tuduhan mereka.

Dan sayangnya buku tersebut belum ada revisi dari pihak ABI (Ahlu Bait Indonesia) yang sering menggaungkan persatuan sunni Syiah dan masih belum ditarik dari percetakan dan penjualan.

Sikap ekstrim

Perayaan Ghadir Khum –baik disadari atau tidak disadari– menyakiti hati dan perasaan mayoritas umat Islam. Ini hal yang wajar, mengingat, perayaan Ghadir Khum melebihi Idul Fitri dan Idul Adlha, dua syariat hari raya yang dikenal dalam Islam.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari raya yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu idul adha dan idul fitri.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1039]

Karenanya, selain dua hari raya tersebut (Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha) peristiwa-peristiwa besar dan penting di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, seperti; peristiwa hijrah dan kemenangan dalam peperangan, peristiwa Fathu Makkah dan beberapa peristiwa besar lainnya tidak dijadikan sebagai hari raya karena memang tidak ada nash baik sharih (terang-terangan) atau muawwal bil qaraa`in (yang tersirat dengan indikasi lain yang menyertainya) memerintahkan untuk menjadikannya sebagai hari raya.

Sementara kaum Syiah menjadikan Ghadir Khum bahkan meyakininya lebih baik dan utama dari pada Idul Fithri dan Idul Adha, padahal merayakan hari tersebut saja tidak ada dasarnya dalam Islam sebagaimana dijelaskan sebelumnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ghadir khumhari rayaidul ghadiriransyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Demi Allah, Saya Melihat Orang-orang Berteriak ‘Ya Husain!’”
Tulisan selanjutnya Dua Pesawat Tempur Turki Blokir Pesawat Militer Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?