Hidayatullah.com–Kementerian Agama akan mempercepat perencanaan penyelenggaraan haji 2016 karena Indonesia mendapat tambahan kuota jamaah tahun depan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/10/2015), mengatakan, Pemerintah Arab Saudi telah berkomitmen memberikan tambahan kuota haji 20.000 orang untuk Indonesia.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penambahan kuota haji 10.000 orang yang ditawarkan tahun ini dan tambahan 10.000 orang lagi setelah Presiden Joko Widodo bertemu Raja Salman.
“Terkait dengan hal itu Kemenag berupaya melakukan perencanaan penyelenggaraan haji tahun depan lebih awal dari tahun ini,” katanya.
Djamil mengatakan, banyak aspek pelayanan yang perlu dipersiapkan lebih matang, termasuk di antaranya bimbingan manasik, penerbangan, akomodasi, transportasi dan katering.
“Kami akan terus meningkatkan layanan pada setiap musim haji sebagai bagian dari program pembenahan penyelenggaraan haji yang digariskan Menteri Agama,” ujarnya.
Tahun ini pemerintah berusaha meningkatkan pelayanan untuk jamaah haji, antara lain dengan menyediakan makanan 15 kali kepada jamaah selama di Makkah serta tenda-tenda yang lebih nyaman saat jamaah wukuf di Arafah.
“Tahun depan, akan kita tingkatkan lagi fasilitasnya,” ujar Djamil.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan Muassasah agar penambahan kuota dapat diikuti dengan perbaikan kualitas layanan.
Selain itu, Djamil mengatakan pemerintah akan lebih ketat menyeleksi petugas haji untuk meningkatkan pelayanan jamaah haji.
“Kami akan melakukan rekruitmen (petugas) yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Musim haji tahun ini, pemerintah mengerahkan 3.447 orang yang terdiri atas 1.876 petugas kelompok terbang (kloter) yang mengikuti jamaah dan 1.446 petugas non-kloter, serta 124 petugas tambahan untuk mengurus bagasi dan katering.*