Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding AS

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2015 09:09 9:09 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Oktober 2015 09:09
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) menyatakan rasio gini atau rasio pertumbuhan ekonomi terhadap Pendapatan Domestik Bruto Indonesia, di atas Amerika Serikat, atau dalam kata lain ketimpangan ekonomi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan yang terjadi di AS.

“Rasio Gini kita di atas Amerika. Ini artinya, ada ketimpangan sosial di mana pertumbuhan ekonomi nasional yang berdasarkan pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hanya dinikmati sebagian golongan saja,” kata peneliti Indef Dzulfian Syafrian di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Dzulfian tidak menyebutkan angka rasio gini Amerika Serikat.

Menurut Dzulfian, kalangan yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah golongan menengah atas yang memainkan peran lebih besar dalam perekonomian nasional.

Parameter yang menunjukkan ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia ini tampak pada Rasio Gini yang mencapai 0,41 sampai dengan 0,42 persen saat ini di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Rasio Gini diukur pada skala 0-1 di mana 0 menunjukkan tidak ada kesenjangan sosial dan angka 1 di mana tingkat kesenjangan sosial mencapai titik maksimal.

“Kita ini sudah berada di titik rawan karena jika sudah berada di level 0,5 gini ratio ini akan menimbulkan banyak kecemburuan sosial di masyarakat, bahkan bisa berpotensi terjadi revolusi, yang artinya ada ketidakstabilan politik dan imbasnya ekonomi,” ujar Dzulfian, dilansir Antara.

Dari data yang dipaparkan Indef, lanjut Dzulfan, pada 2013 saja, BPS mencatat masyarakat yang tingkat perekonomiannya lemah hanya mendapat distribusi pendapatan sekitar 13 persen dan ini terus memburuk. Namun pendapatan masyarakat tingkat menengah juga turun di bawah 35 persen dari pendapatan nasional.

Sebaliknya, masyarakat atas yang hanya 20 persen di Indonesia menikmati hampir 50 persen pendapatan negara.

“Dengan itu koefisien Rasio Gini mencapai 0,41 pada tahun itu dan kemungkinan ada peningkatan pada tahun 2014-2015,” kata Dzulfian.

Badan Pusat Statistik belum merilis data tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks rasio gini, padahal di mata Dzulfian, hasil survei sosial ekonomi yang dilakukan BPS bisa menjadi acuan perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama data tentang kemiskinan dan pengangguran.

“Sehingga menjadi pertanyaan besar, mengapa sampai saat ini BPS belum juga mengumumkan hasil surveinya, dan mengapa Presiden dalam pidatonya tidak menyinggung informasi dan data tentang kemiskinan dan pengangguran,” ujar dia.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kemiskinankesenjangan ekonomi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Interpol Bentuk Divisi Khusus Berantas Penyelundupan Manusia
Tulisan selanjutnya Cari Anggota Perekrut ISIS Bisa Dapat $10.000 Per Kepala

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?