Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Produsen Obat Hepatitis C Dianggap Mengutamakan Keuntungan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 Desember 2015 08:21 8:21 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Desember 2015 08:21
Bagikan
Para demonstran menentang tingginya harga obat yang diproduksi perusahaan farmasi Gilead dalam unjuk rasa di Atlanta, Georgia, AS.
Bagikan

Hidayatullah.com–Produsen obat terobosan baru bagi perawatan Hepatitis C dianggap mengutamakan keuntungan perusahaan di atas pasien, dengan mematok $1.000 (hampir Rp 14 juta) untuk harga sebuah pil yang bisa menyembuhkan penyakit hati tersebut, menurut para peneliti Senat AS.

Satu laporan bipartisan dari Komite Keuangan Senat AS menyimpulkan, perusahaan farmasi “Gilead Sciences” yang berbasis di California berusaha memaksimalkan keuntungan perusahaan, walaupun hasil analisis internal menunjukkan bahwa dengan harga obat yang lebih rendah akan memungkinkan lebih banyak pasien yang bisa mendapatkan perawatan.

Dilaporkan VOA, Jumat (4/12/2015), meskipun laporan ini menyoroti hanya pada satu obat yang telah menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir, para senator yang memimpin penyelidikan mengatakan, hasil temuan mereka adalah peringatan mengenai kemungkinan biaya perawatan yang mahal lainnya bagi penyakit kanker, diabetes, Alzheimer dan HIV.

Dalam pernyataannya perusahaan obat Gilead mengatakan tidak setuju dengan kesimpulan laporan itu.

Biaya Perawatan Rp 1,2 Miliar

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Pil terobosan bagi penyakit Hepatitis C produksi Gilead disebut “Sovaldi” dengan harga $1.000 (hampir Rp 14 juta) untuk setiap pil, atau akan menghabiskan $84.000 (hampir Rp 1,2 miliar) untuk seluruh pengobatan.

Gilead kemudian memperkenalkan pil generasi berikutnya yang lebih mahal yang disebut “Harvoni”, yang sangat efektif dan dan lebih mudah dikonsumsi oleh pasien. Dengan Harvoni, biaya seluruh pengobatan akan memakan biaya $ 94.500 (lebih dari Rp 1,3 miliar).

“Gilead menentukan harga (pil) Sovaldi dan Harvoni secara bertanggung jawab dan mempertimbangkan dengan serius,” menurut pernyataan resmi perusahaan. Gilead menyatakan, lebih dari 600.000 pasien di seluruh dunia telah diobati sejak diperkenalkannya Sovaldi dua tahun lalu.

Namun Senator Wyden dan Senator Chuck Grassley, mengatakan, hasil investigasi mereka selama 18 bulan menemukan bahwa harga obat yang mahal membatasi secara signifikan kemampuan pasien mendapatkan obat itu dan memberikan beban biaya yang besar terhadap program layanan kesehatan pemerintah.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hepatitis Cobat mahal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rompi ala Pelaku Bom Bunuh Diri Bikin Panik Istanbul
Tulisan selanjutnya Paris dan Kebangkitan yang Rendah Hati [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
7 September 2026 13:22
Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan

Terbaru

  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?