Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Doaku Akhirnya Mengalahkan Vonis Dokter

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2015 12:12 12:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2015 12:12
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

KABAR dari dokter hari itu membuat badan lemas. Semua persendian seolah terkunci. Kabar itu bak halilintar di siang bolong.

Sebagai manusia, sungguh, saya tak kuasa mendengar keputusan dokter kandungan yang mengatakan istri saya terpaksa harus melakukan operasi caesar dalam proses persalinan istri saya  yang telah memasuki bulan kesembilan.

Dokter mengarakan, istri saya harus menjalani operasi caesar karena pinggulnya sempit. Bila dipaksakan untuk lahir secara normal akan berakibat fatal, terutama bagian bahu yang bisa saja mengalami peremukan.

Hati suami mana yang tidak ikut remuk mendengar vonis seperti itu? Siapapun suami, pasti ingin istrinya melahirkan dengan normal tanpa masalah.

Terlebih, kelahiran ini merupakan anak pertama yang sudah dinanti-nanti kedatangannya. Lidah terasa kelu tak lagi mampu berucap. Raut wajah yang mulanya cerah, berubah pucat terselimuti awan yang berduka.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Berusaha menghibur hati, bersama istri, saya mencoba mencari dokter kandungan lain. Tentu, besar harapan kami, dokter dan bidan lain mampu mematahkan rekomendasi dokter kandungan pertama tempat awal kami memeriksakan istri.

Namun apa mau dikata, setiap dokter dan bidan yang kami datangi untuk konsultasi, semua angkat tangan. Seolah mereka saling bersepakat satu sama lain; istri saya harus melahirkan melalui operasi caesar. Titik!

Kecemasan kami berdua lengkaplah sudah.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kecemasan  kami. Pertama, mendengar kalimat operasi, terlintas dengan jelas keruetan proses persalinan yang akan dilalui oleh istri.

Ada banyak perasaan berkecamuk. Sedih, takut, cemas, semua bercampur menjadi satu. Bagaimana kondisi istri dan janinnya pasca operasi? Akan baik-baikkah keduanya? Apakah efek samping operasi bagi kesehatan istri pasca operasi? Hal-hal negatif inilah yang kerap mengganggu pikiranku.

Kedua, soal biaya. Yang menjadi momok yang selanjutnya bila harus mengambil langkah operasi ketika melahirkan adalah biaya.

Setelah bertanya di sana-sini soal biaya operasi caesar, angkanya telah membuat mataku terbelalak dan dahi mengerit. Uang puluhan juta bukan hal kecil bagi saya yang seorang guru. Sangat besar.

Lagi pula, dari mana dana sebesar itu bisa kudapatkan dalam sekejap? Sedang  kontrakan saja yang saat ini kami tempati berdua harus menyicil dan memotong gaji karena tak kuat membayar secara kontan.

Mau meminjam di keluarga besar; ayah, ibu, saudara-saudara lain jelas tidak.

Sudahlah. Cukup bagi saya merepotkan mereka, sejak dari buaian, kuliah bahkan sampai menikah, semua telah memberatkan mereka.

Apalagi kondisi ekonomi mereka juga tidak lebih baik dari kami berdua. Saya urungkan niat mengadu pada keluarga agar tak membebani mereka.

Syukur Alhamdulillah, bekerja di lingkungan pesantren benar-benar membawa berkah. Selain kerap mendapat pencerahan tentang hakekat hidup, rezeki dan sebagainya, saya pun memiliki para guru, senior-senior dan teman-teman yang selalu menguatkan dan menghibur dengan nasehat-nasehat menentramkan hati.

“Doalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar semuanya baik-baik saja. Kalau Allah sudah berkehendak, maka tidak akan ada yang mampu mencegahnya,” demikian di antara nasehat yang kuterima dari mereka.

Nasehat itu rupanya membesarkan hati saya. Di setiap sujud, saya selalu memohon kepada-Nya agar proses kelahiran istri lancar dan normal-normal saja, tanpa harus operasi.

Ketika bersilaturrahim atau ketemu sahabat terdekat, tak lupa saya senantiasa meminta doa mereka untuk keselamatan dan kelancaran kelahiran calon bayi yang ada di kandungan istri.

Terngiang sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam agar senatiasa umatnya meminta doa dari saudara seimannya, dikarenakan tidak ada yang mengetahui dari doa siapakan yang akan diijabah Allah.

Manusia berusaha, Allah Subhalanu Wata’ala berkehenda. Segala puji bagi Allah semata. Ketika tiba hari dimana istri harus melahirkan, dengan izin Allah, akhirnya istri bisa melahirkan dengan normal dan lancar tanpa kendala sedikitpun.

Satu hal yang aku yakini menjadi kata kuncinya. Surat Al-Baqarah: 186, yang artinya, “Berdoalah kalian kepaadaku, niscaya akan Aku kabulkan.”

Semoga kisah spiritual yang saya alami ini, semakin menguatkan kami bertiga. Juga para pembaca untuk menyibukkan dan bersandar hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala segala urusan. Amiin.*/Khoirul Hibri, sebagaimana yang dikisahkan sahabatnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doadokterkisah spiritualmelahirkanoperasi caesarpesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Edaran Kemenag Jabar Waspadai Ceramah KH Athian Ali Ternyata Palsu
Tulisan selanjutnya Ramai-Ramai Mengeroyok Umat Islam [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?