Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Ratusan Aborsi Anggota Pemberontak Farc Ditangkap di Spanyol

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Desember 2015 09:17 9:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Desember 2015 09:16
Bagikan
Tentara gerilyawan FARC di Kolombia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepolisian Spanyol menangkap seorang pria yang dituduh melakukan lebih dari 100 pengguguran kandungan paksa atas para wanita pelaga (fighters) dari kelompok pemberontak bersenjata di Kolombia, Farc.

Pria tersebut, Hector Arboleda Albeidis Buitrago, diketahui bekerja sebagai perawat di Madrid, kata pihak berwenang.

Kolombia berusaha agar Albeidis Buitrago diekstradisi ke negaranya.

Dilansir BBC, hari Jumat (11/12/2015) Kolombia mengumumkan penyelidikan sedikitnya 150 kasus aborsi paksa atas wanita-wanita anggota kelompok pemberontak bersenjata Farc, yang melaporkan bahwa mereka dipaksa untuk menggugurkan kandungannya.

Albeidis Buitrago, dikenal dengan sebutan “Si Perawat”, dituding terlibat dalam banyak kasus aborsi paksa itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepada para reporter Jaksa Agung Eduardo Montealegre hari Jumat mengatakan bahwa para pelaga wanita kelompok Farc diwajibkan melakukan aborsi agar tidak mengganggu kemampuan bertempur mereka.

“Kami memiliki bukti-bukti yang menunjukkan aborsi paksa itu adalah kebijakan Farc, yang memaksa pelaga wanita menggugurkan kandungan supaya kelompok itu tidak kehilangan alat perangnya,” kata Montealegre.

Pemberontak bersenjata sayap kanan itu dulu pernah membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka menyediakan alat kontrasepsi.

Seorang wanita yang keluar dari Farc kepada koresponden BBC di Bogota mengatakan bahwa dirinya dipaksa melakukan aborsi lima kali.

Wanita-wanita dalam kelompok pemberontak itu disuruh ikut bertempur atau menjadi pelayan para lelaki, kata bekas anggota Farc itu kepada BBC.

Wanita pelaga anggota Farc yang diperbolehkan mengandung dan melahirkan anaknya merasa sangat beruntung.

Farc selama 50 tahun terakhir melakukan pemberontakan di Kolombia. Perundingan damai di Kuba yang digelar sejak 2012 menunjukkan tanda kemajuan. Beberapa kesepakatan telah dicapai antara Farc dengan pemerintah Kolombia, termasuk bagaimana sistem hukum menangani kasus kriminal yang dilakukan oleh anggota Farc.

Negosiator wakil pemerintah Kolombia dan Farc berharap perjanjian final dari kesepakatan damai itu dapat ditandatangani pada Maret 2016.

Farc didirikan tahun 1964 dengan tujuan mendirikan rezim marxisme di Kolombia, dan berhasil menguasai wilayah seluas negara Swiss.

Namun, belakangan kelompok pemberontak bersenjata itu mengalami kemunduran, serta terlibat dalam perdagangan dan penyelundupan narkoba.

Lebih dari 220.000 orang tewas akibat konflik yang ditimbulkan oleh gerakan pemberontakan Farc, kebanyakan korban adalah warga sipil.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UAI Menganggap Penting Pendirian Fakultas Kedokteran Islami
Tulisan selanjutnya Dituduh Mengangkut Bahan Peledak 2 Orang Suriah Dibekuk di Swiss

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?