Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kejahatan Tokoh Syiah Nimr Al- Nimr sehingga Dieksekusi di Arab Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Januari 2016 11:37 11:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Januari 2016 11:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kerajaan Arab Saudi hari Sabtu (2/1/2015) mengumumkan telah mengeksekusi 47 narapidana terorisme, termasuk anggota-anggota Al-Qaida dan seorang tokoh Syiah ternama pemimpin aksi protes menentang pemerintah.

Dilansir Arab News Senin (4/1/2015), tokoh Syiah di Arab Saudi, Nimr Al-Nimr, dinyatakan bersalah melakukan delapan tindak kejahatan dan semasa hidupnya banyak menyampaikan pidato-pidato keras berisi penentangan terhadap pemerintah. Pidatonya yang dipenuhi pesan kebencian sejak 2002 menggiring pada kematian dan terlukanya sejumlah aparat kepolisian.

Pidato-pidato Al-Nimr berada di balik aksi protes brutal warga Syiah pada tahun 2011 di Qatif, yang membawa kemanfaatan bagi negara Syiah Iran.

Sejak tahun 2002 Al-Nimr rutin menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Imam Hussain di Al-Awamiyah. Pidatonya dari hari ke hari semakin bernuansa politik. Dia menuding para pejabat pemerintah dan pasukan keamanan melakukan penistaan terhadap agama (Islam) dan mengajak agar rakyat Saudi bangkit melawan pemerintah.

Pada Maret 2009, Al-Nimr mengkritik pemerintah Saudi dan menyerukan pemisahan diri daerah-daerah berpenduduk mayoritas Syiah untuk membentuk sebuah negara Syiah bersatu. Ketika Bahrain dilanda gelombang unjuk rasa warga Syiah, Al-Nimr mendesak penarikan paksa pasukan negara-negara Teluk dari Bahrain, mengkritik pemerintah Bahrain, dan menuntut pembebasan orang-orang Syiah yang disebutnya sebagai tahanan politik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada Oktober 2011, Al-Nimr menuding media dan pejabat-pejabat Saudi menutup-nutupi “penindasan tirani” pasukan pemerintah, yang disebutnya sebagai pasukan pembuat kekacauan. Selain itu, tokoh Syiah di Arab Saudi itu juga menghina para pemimpin dan pejabat yang telah ditunjuk pemerintah, serta menolak keputusan penunjukan oleh pemerintah tersebut.

Al-Nimr menuntut agar dibentuk sebuah front oposisi relijius internal guna menangkal aksi-aksi hasutan terhadap Syiah. Dia juga mengajak warga masyarakat bangkit melakukan perlawanan dan ketidakpatuhan publik, serta menuding Kerajaan Arab Saudi membunuhi orang-orang Syiah tak berdosa.

Al-Nimr pernah ditahan beberapa kali, terakhir dia ditangkap pada 8 Juli 2012, setelah kakinya terluka dalam aksi bakutembak dengan aparat kepolisian. Dia dibawa ke rumah sakit oleh petugas ketika itu.

Pada 15 Oktober 2014, Al-Nimr divonis hukuman mati oleh Pengadilan Kejahatan Khusus atas keterlibatannya dalam aksi-aksi teroris yang menarget aparat keamanan, sehingga menewaskan sejumlah aparat serta melukai petugas dan puluhan warga sipil.

Al-Nimr dianggap sebagai penyulut kerusuhan, pembangkangan dan pemberontakan paling berbahaya di wilayah timur Kerajaan Saudi, tempat mayoritas warga Syiah bermukim.

Nimr Baqr Al-Nimr dilahirkan pada tahun 1959 di kota Al-Amawiyah di Provinsi Qatif. Dia menuntut ilmu di daerah kelahirannya. Al-Nimr pernah melakukan perjalanan ke Iran, dan mengikuti program pendidikan Hawza selama sekitar 10 tahun di sana, kemudian pergi ke Suriah yang merupakan negara sekutu Iran.

Istri tokoh Syiah itu meninggal dunia pada tahun 2012 setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Istri Al-Nimr itu dibawa berobat ke Amerika Serikat dengan biaya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudipemberontak Syiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukan Teroris, Penabrak Tentara Prancis Ingin Mati Dibunuh Tentara
Tulisan selanjutnya Penduduk Miskin Masih 28,51 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?