Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kesepakatan Nuklir Akan Berlaku, Iran Cepat Bebaskan Pelaut Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Januari 2016 06:59 6:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Januari 2016 06:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat menyampaikan terima kasih kepada Iran, karena telah membebaskan 10 personel angkatan lautnya yang ditahan pada hari Selasa (12/1/2016) setelah dua kapal patroli mereka memasuki perairan Iran.

Dilansir BBC Rabu (13/1/2016), media pemerintah Iran mengatakan bahwa kesepuluh pelaut AS itu dilepaskan di perairan internasional setelah mereka meminta maaf. Namun, Wakil Presiden AS Joe Biden membantah pernyataan itu, dengan mengatakan bahwa kapal patroli AS semata-mata mengalami gangguan dan “tidak ada yang perlu dimintakan maaf.”

Pihak Amerika Serikat sedang menyelidiki bagaimana kapal patroli mereka bisa memasuki teritori laut Iran.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengucapkan terima kasih atas “kerja sama dan respon cepat” pemerintah Teheran. “Masalah ini dapat diselesaikan dengan damai dan secara resmi dituntaskan, dan itu merupakan kesaksian akan berartinya peran diplomasi agar negara kita tetap selamat, aman dan kuat,” kata Kerry.

Menlu AS itu segera mengontak sejawatnya Menlu Iran Javad Zarif tidak lama setelah penangkapan terjadi. Kedua pejabat itu memiliki hubungan personal yang mereka bangun selama 3 tahun perundingan nuklir Iran dengan negara-negara adidaya, DK-PBB dan Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca juga: Iran Tahan Dua Kapal Patroli dan 10 Pelaut Amerika Serikat

Dalam laporannya koresponden diplomatik BBC Jonathan Marcus mengatakan pemerintah Iran cepat menerima alasan dua kapal patroli AS itu memasuki perairan Iran tanpa disengaja. Jenderal Ali Fadavi dari Garda Revolusi Iran, yang menangkap 9 pelaut pria dan seorang pelaut wanita itu, bahkan mengatakan para prajurit AL Amerika Serikat tersebut tidak melakukan aksi mata-mata.

Respon cepat Teheran tersebut sangat dipahami, sebab dalam beberapa hari ke depan –kemungkinan akhir pekan ini– beragam sanksi atas Iran yang muncul akibat aktivitas nuklir negeri Persia itu akan dicabut.

Ada kelompok-kelompok konservatif dan garis keras di masing-masing negara yang dengan senang hati akan menggagalkan kesepakatan nuklir yang telah dicapai Iran dengan negara dan lembaga internasional tahun lalu. Konsekuensinya, Teheran, maupun Washington, sangat berkepentingan untuk menuntaskan masalah penangkapan kapal patroli AS itu secepat mungkin. Keuntungan ekonomi yang akan diraup setelah pencabutan sanksi atas Iran terlalu besar untuk dikorbankan hanya karena masalah kecil seperti sekarang ini.

Kelompok konservatif di Iran menentang kesepakatan nuklir, karena perjanjian itu akan membatasi Iran dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklirnya. Sementara di Amerika Serikat, kelompok penentang beranggapan pencabutan sanksi atas Iran justru akan mengurangi daya tekan atas negara Syiah yang gencar mengembangkan kemampuan nuklirnya yang akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal.

Dalam masalah kali ini, media Iran yang biasanya menggunakan istilah-istilah kasar dan bermusuhan untuk Amerika Serikat dan Barat tidak mengeluarkan jurus sumpah serapah mereka. Laporan-laporan yang ditulis media Iran tampak ditata sedemikian rupa sehingga terkesan lebih lunak. Tidak ada laporan melecehkan seperti dalam kasus penangkapan personel AL Inggris tahun 2007, yang kala itu media Iran ramai mengolok-olok Inggris dengan membuat kabar bahwa salah seorang pelautnya menangis karena alat pemutar musiknya disita.

Sementara itu, wakil kepala program nuklir Iran membantah kabar yang mengatakan reaktor nuklir Arak telah dihentikan aktivitasnya, yang menjadi langkah akhir sebelum implementasi kesepakatan nuklir tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Andai Saja Umar Bin Khattab Tahu ada MEA
Tulisan selanjutnya Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?