Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dari Kampung Begal Jadi Penghafal al-Qur’an [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Januari 2016 09:56 9:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Januari 2016 09:30
Bagikan
[Ilustrasi] Santri sedang mengulangi hafalan al-Qur'an.
Bagikan

Sambungan dari kisah pertama

 

ALHAMDULILLAH! Saya sungguh bersyukur, Allah masih menyayangiku. Sehingga diri ini mampu lepas dari kubangan kemaksiatan itu. Kesyukuran itu bermula dari kegalauanku menjelang kelulusan SMA.

Entah mengapa, batinku merintih dengan kondisi yang kuhadapi. “Ke mana saya akan melanjutkan selepas lulus?

Haruskah saya terus menjalani hidup seperti ini?

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Apa jadinya nanti ke depan bila saya tidak berubah?”

Pertanyaan-pertanyaan ini terus berjubel di benakku. Hingga akhirnya kuputuskan untuk menghungi pamanku yang lain, di pulau Jawa. Kutahu dia seorang pengajar di sebuah pesantren di Jawa Timur.

Saya pun menghubunginya dan kuutarakan keinginanku untuk mengikutinya, yaitu melanjutkan kuliah yang gratis.

Tak banyak bicara, paman justru menantang balik diriku.

“Kalau kamu serius mau ikut paman, belajar mengaji. Kamu harus bisa mengaji. Silakan cari guru. Kalau kamu malu untuk melakukan itu semua, karena kamu sudah dewasa, berarti kamu bohong ingin bersungguh-sungguh ikut paman,” tegasnya.

Apa yang disampaikan paman akhirnya menjadi renunganku. Kubulatkanlah tekad mencari guru mengaji. Alhamdulillah, ketemu guru yang siap mengajari secara pribadi, tidak bercampur dengan murid-murid lainnya yang rata-rata masih usia SD.

Selain sabar menuntunku mengaji, sang guru juga sesekali menyampaikan nasihatnya padaku. Mulai dari pentingnya mengaji bagi seorang Muslim, penegakan shalat, dan sebagainya. Beliau memang alumni sebuah pesantren.

Atas izin Allah, nasihat-nasihat itu masuk ke relung hatiku. Meski belum totalitas, tapi shalat sudah mulai saya kerjakan.

Titik Balik

Selepas Idhul Fitri lalu, akhirnya bersama paman saya berangkat ke Jawa. Singkat cerita, ketika sampai di pesantren yang dituju, ternyata ujian penerimaan mahasiswa baru masih satu bulan lagi. Itu artinya, saya harus menanti sampai dibukanya ujian masuk.

Selama menunggu ujian, paman mengusulkan saya untuk sementara memondok di sebuah pesantren penghafal al-Qur’an kenalannya, yang juga gratis.

Saya pun langsung mengiyakan. Nah, semenjak menginjakkan kaki di pesantren tahfizh inilah, saya benar-benar memulai kehidupan baru. Al-Qur’an yang kupelajari dan kuhafal, seakan membimbingku untuk menanggalkan segala jenis keburukan yang pernah kulakukan sebelumnya.

Nasihat-nasihat para ustadz, pun petuah paman, menjadi penopang agar saya terus berdiri kuat dan  istiqomah dalam kebaikan.

Hingga timbullah harapan besar bagiku ingin menjadi penghafal al-Qur’an (hafizh). Saya teriming-imingi oleh hadits-hadits Nabi yang disampaikan oleh para ustadz.

Salah satu inti hadits itu bahwa seorang hafizh kelak di akhirat akan memberikan mahkota di kepala kedua orangtuanya.

Termotivasi dari hadits itu, akhirnya saya mengambil keputusan untuk tetap tinggal terlebih dahulu di pesantren tahfizh, dan mengenyampingkan obsesiku untuk kuliah.

Saat ini, Alhamdulillah, setelah belajar teknik membaca dengan benar (tajwid), saya telah beranjak ke jenjang hafalan al-Qur’an.

Saya selalu berdoa, “Ya Allah, ampunilah segala kesalahanku dan kedua orangtuaku, dan permudahkanlah hajatku untuk menghafal (serta mengamalkan) ayat-ayat suci-Mu. Aamiin!”*/ Sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Abdullah (nama samaran) kepada Khairul Hibri, hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Begal JalananBertaubathidayahpenghafal al-Quranpesantrensantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Kampung Begal Jadi Penghafal al-Qur’an [1]
Tulisan selanjutnya 7 Pejuang Palestina Gugur Akibat Terowongan Ambruk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?