Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Europol: 10.000 Migran dan Pengungsi Anak Hilang di Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Februari 2016 06:39 6:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Februari 2016 06:39
Bagikan
Anak pengungsi Suriah di Turki mengacungkan 2 jari tanda kemenangan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 10.000 anak yang bermigrasi ke Eropa hilang, kata Kepolisian Eropa (Europol) hari Ahad (31/1/2016) seperti dilaporkan AFP. Mereka dikhawatirkan terjerumus ke dalam jaringan perdagangan manusia dan perbudakan seks.

Kantor pers Europol mengkonfirmasi kepada AFP jumlah migran anak yang hilang seperti yang disebutkan koran Inggris The Observer, seraya menambahkan bahwa jumlah itu untuk kurun waktu 18-24 bulan terakhir.

Kepala Staf Europol Brian Donald mengatakan anak-anak yang rentan itu hilang dari sistem, setelah terdaftar oleh pihak berwenang di negara bersangkutan menyusul kedatangannya di Eropa.

“Tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa kami mencari 10.000 lebih anak,” kata Donald, seraya menambahkan bahwa 5.000 anak hilang di Italia saja.

“Tidak semua dari mereka akan dieksploitasi secara kriminal, sebagian mungkin sudah diserahkan kepada anggota keluarga lainnya. Hanya saja kami tidak mengetahui di mana keberadaan mereka, apa yang mereka lakukan atau bersama siapa mereka sekarang ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Donald mengatakan ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa “infrastruktur kriminal” didirikan lebih dari 18 bulan terakhir guna mengeksploitasi arus kedatangan migran ke Eropa.

The Observer melaporkan bahwa Europol menemukan bukti adanya tautan antara jaringan penyelundup yang membawa masuk orang ke Uni Eropa dan geng-geng perdagangan manusia yang mengeksploitasi migran untuk seks dan perbudakan.

“Ada penjara-penjara di Jerman dan Hungaria di mana kebanyakan orang yang ditahan dan ditempatkan di sana berhubungan dengan aktivitas kriminal seputar krisis migran,” kata Donald.

Lebih dari satu juta migran dan pengungsi, kebanyakan dari Suriah, menyeberang ke Eropa tahun lalu.

“Apakah mereka terdaftar atau tidak, kita bicara soal 270.000 anak,” kata Donald kepada The Observer.

“Tidak semua anak itu tidak ada pendampingnya, tetapi kami juga memiliki bukti bahwa banyak dari mereka yang mungkin tidak memiliki pendamping,” kata Donald, seraya menambahkan jumlah anak-anak migran dan pengungsi yang tidak didampingi orang dewasa diperkirakan mencapai 10.000.

Dia juga mengatakan banyak anak-anak yang masih “kelihatan”, dan tidak “diculik atau disembunyikan di tengah hutan”.

Direktur program Save the Children cabang Italia, Raffaela Milano, mengatakan “anak-anak yang tidak memiliki pendamping yang bepergian tanpa orang dewasa merupakan kelompok paling rentan dalam arus migran.”

“Banyak anak, faktanya, sengaja membuat diri mereka ‘tidak kelihatan’ di mata aparat agar bisa melanjutkan perjalanan mereka di Eropa, karena takut dikirim balik,” kata wanita aktivis itu.

Banyak dari migran dan pengungsi anak itu yang menuju pulau-pulau di Yunani terlebih dahulu, sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat saudaranya di berbagai negara Eropa.

Laura Pappa, presiden dari organisasi amal Yunani Meta-Action, kelompok yang memberikan pendampingan bagi anak-anak yang bepergian tanpa keluarga atau kerabat, mengatakan bahwa anak-anak tersebut “menghadapi takdir yang lebih buruk dibanding migran lain yang sedang menunggu direlokasi.”

Wanita itu mengatakan, anak-anak itu sering kali harus menunggu hingga 7 bulan sebelum akhirnya bersatu kembali dengan keluarga atau kerabatnya, dan prosedur yang harus dilewati bisa sangat lambat dan rumit.

“Ada sebagian orang yang mengaku-aku sebagai pamannya lalu membawa anak-anak itu. Di tengah kekacauan seperti itu tidak mudah untuk mengecek identitas orang yang mengaku sebagai ‘paman’ tersebut.”

Pappa mengatakan organisasinya telah membantu 3.000 anak untuk berkumpul kembali dengan keluarganya, tetapi hal itu “tidak cukup”.

Inggris merupakan salah satu negara yang mengatakan bersedia untuk menampung migran atau pengungsi anak yang terpisah dari orangtuanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Sediakan 3,7 M, Bagi yang Temukan Buronan Peledakan Masjid Polisi
Tulisan selanjutnya Israel Setuju Jemaat Lelaki dan Perempuan Bercampur Baur di Tembok Ratapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?