Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tidak Adil Terhadap Sita, Dewa Hindu Rama Digugat oleh Pengacara India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2016 09:45 9:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Februari 2016 20:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pengacara di India baru-baru ini menghebohkan warga di negeri Hindustan, karena menggugat salah satu dewa (tuhan) Hindu yang populer, Rama, ke pengadilan.

Chandan Kumar Singh kepada BBC mengatakan bahwa dia mengambil langkah hukum itu karena merasa “Dewa Rama tidak adil terhadap istrinya, Sita.” Singh mengatakan dia ingin pengadilan di negara bagian Bihar mengakui fakta ketidakadilan Dewa Rama itu.

Namun, pengadilan tidak menerima argumennya dan menolak gugatan itu pekan lalu, dengan alasan bukan kasus praktis, lapor BBC hari Ahad (7/2/2016).

Tidak hanya itu, sekelompok kolega Singh menuduhnya “mencari ketenaran,” dan salah satu dari mereka melayangkan gugatan pencemaran nama baik.

Rama adalah pahlawan dalam cerita Ramayana yang dikisahkan dalam kesusastraan Sansekerta sepanjang 24.000 bait. Dia dipuja-puja jutaan orang di India dan dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak gentar dengan kritikan, Singh berkeyakinan dia memiliki kasus yang layak diproses di pengadilan.

Singh mengutip teks-teks relijius Hindu untuk mendukung argumentasinya.

“Seperti diketahui umum Rama meminta Sita membuktikan dirinya masih suci setelah diselamatkan dari tawanan raja kejahatan Rahwana. Dia tidak mempercayai Sita,” kata Singh kepada BBC.

“Perlakuan Rama terhadap Sita menunjukkan bahwa perempuan tidak dihargai bahkan jauh di masa lampau. Saya sadar kasus ini kedengaran konyol bagi banyak orang, tetapi kita harus mendiskusikannya sebagai bagian dari sejarah keagamaan. Saya akan memasukkan berkas gugatan lagi, karena saya benar-benar yakin orang India harus mengakui bahwa Rama memperlakukan Sita dengan buruk.” kata Singh.

Pengacara itu menyangkal tuduhan bahwa dirinya hanya ingin mencari publikasi.

“Saya memasukkan gugatan ini karena kita tidak bisa bicara soal menghormati perempuan di era modern India, sementara kita mengetahui bahwa salah satu dewa yang paling banyak dipuja tidak memperlakukan istrinya sendiri dengan respek,” katanya.

Namun, Singh mengakui dia terkejut melihat reaksi yang muncul.

“Saya sudah menduga akan ada penolakan, tetapi tidak menyangka jika kolega-kolega akan menentang saya. Saya hanya ingin bicara soal keadilan dan tidak bermaksud menyakiti sentimen relijius siapa pun,” kata Singh.

“Apa salah mencari keadilan bagi perempuan? Penerimaan pengadilan atas gugatan saya akan memberikan sinyal baik bahwa menghormati wanita penting bagi orang India.”

Namun, rekan-rekan kerja Singh tetap tidak bisa diyakinkan.

Seorang pengacara bernama Ranjan Kumar Singh kepada BBC mengatakan bahwa gugatan itu justru “menghina orang Hindu”.

“Dia punya sejarah memasukkan gugatan untuk mencari publikasi. Namun, kali ini sungguh keterlaluan. Dia menyakiti sentimen kami,” kata Ranjan Kumar Singh.

Pengacara itu bahkan menggugat rekannya ke pengadilan.

“Kami juga meminta dewan pengacara membatalkan izin praktek hukumnya. Semua pengacara bersatu melawan Chandan, dia perlu diberi pelajaran,” imbuhnya.

“Kami melihat Rama dan Sita sebagai satu kesatuan dan menyembah mereka sebagai pasangan, kami tidak pernah menuduh Rama memperlakukan Sita dengan buruk,” kata pengacara itu lagi.

Namun, Chandan Kumar Singh bersikukuh perjuangannya itu bukan dalam rangka “melawan Rama”.

“Saya juga menyembah Rama. Saya melaksanakan ajaran Hindu. Saya minta maaf kepada khalayak jika mereka merasa disakiti. Tetapi saya tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Sita diperlakukan secara tidak hormat,” tegasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barat dan Propaganda Terorisme
Tulisan selanjutnya Tidak Ada Adzab Seberat Adzab Kaum Nabi Luth

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Berita
8 Juli 2026 09:08
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?