Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tersangka Sebut Ayah Aylan Kurdi Juga Penyelundup Manusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Februari 2016 07:16 7:16 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2016 07:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua tersangka penyelundupan manusia yang sedang disidang di pengadilan Turki terkait kematian sejumlah migran –termasuk bocah bernama Aylan Kurdi, yang mayatnya terdampar di pantai Turki dan menghebohkan dunia tahun lalu– menuding ayah bocah Suriah itu sebagai salah satu penyelundup manusia dan sedang menggunakan kapal yang saat insiden tersebut terjadi.

Dua peyelundup manusia asal Suriah disidang mulai hari Kamis (11/2/2016), bersama dengan dua tersangka lainnya, dengan dakwaan menyebabkan kematian para migran.

Sebuah foto yang menggambarkan mayat anak berusia 3 tahun Aylan Kurdi tertelungkup di pesisir pantai Turki, yang dimuat di media bulan September 2015, menimbulkan horor. Bocah itu tenggelam bersama ibunya Rihana dan abangnya yang berusia 4 tahun Ghaleb, ketika sedang menyeberang dari Turki menuju Yunani.

Persidangan atas warganegara Suriah bernama Muwafaka Alabash dan Sem Alfhard dilakukan di sebuah pengadilan di Bodrum, kota wisata sebelah barat Turki. Jika terbukti bersalah, mereka masing-masing dapat dikenai hukuman penjara 35 tahun.

Mereka didakwa melakukan penyelundupan migran dan menyebabkan kematian lima orang, termasuk Aylan Kurdi, ibu dan abangnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ikut disidang dalam perkara itu, secara in absentia, ayah dari Aylan, Abdullah Kurdi. Namun, apa tuduhan yang dikenai atas ayah dari bocah malang itu belum jelas, lapor AFP Jumat (12/2/2016).

Kedua terdakwa di persidangan menyebut Abdullah kursi sebagai pengatur penyelundupan manusia yang terkenal di daerah Bodrum. Keduanya menuding Abdullah Kurdi yang bertanggung jawab dalam insiden perahu tenggelam yang digunakan ketika peristiwa tersebut.

Abdullah Kurdi berada di atas perahu dan menyaksikan istri dan anaknya tenggelam, ketika perahu yang mereka tumpangi bermasalah setelah diterjang ombak besar.

Emin Haydar, seorang pengungsi Suriah yang menyaksikan dan menjadi korban selamat dalam peristiwa itu, dalam testimoninya di pengadilan mengatakan bahwa Abdullah Kurdi “mengemudikan perahu” saat kecelakaan itu terjadi.

“Ketika orang yang berada di balik peristiwa ini tampil dalam wawancara televisi, kedua korban ini meringkuk dalam tahanan,” kata Duygun Cakmak Bisen, pengacara hukum untuk terdakwa Alfhard.

Wanita pengacara itu menegaskan kliennya tidak menerima uang dari siapa pun dan mengatakan kliennya hanya ingin pergi ke Eropa.

Abdullah Kurdi, pria keturunan suku Kurdi Suriah asal Kobane yang terletak dekat perbatasan Turki, sekarang ini ini di yakini berasa di luar Turki dan menghabiskan sebagian waktunya di daerah utara Iraq. Dia sempat terkenal melalui berbagai wawancara dengan media internasional, dan memberikan “alternatif” tradisi pesan Natal 2015 di layar stasiun televisi Inggris Channel 4.

Keluarganya, yang sekarang banyak bermukim di Kanada, sebelumnya berulang kali membantah tuduhan yang mengatakan Abdullah merupakan salah satu pelaku penyelundupan manusia. Mereka menyebut tuduhan itu “menggelikan”.

Persidangan Alabash dan Alfhard ditunda sampai tanggal yang tidak ditentukan. Pengadilan menolak permintaan tim pembela mereka dan memutuskan keduanya tetap harus mendekam dalam tahanan.

Turki menjadi salah satu tempat berkumpulnya para pengungsi dan migran asal Suriah, Afghanistan, Iraq, Eritrea dan lainnya, sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Eropa baik melewati jalur laut maupun darat, serta udara.

Bulan November 2015, pemerintah Ankara mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa soal krisis pengungsi. Eropa berjanji memberikan uang 3 miliar euro kepada Turki dengan syarat negara itu meredam arus perpindahan pengungsi dan migran ke Eropa. Sebagai imbalannya, proses permohonan pemerintah Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa akan dipercepat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahad Pagi Ini, Ada Gerakan Menutup Aurat di Car Free Day Monas-Bundaran HI
Tulisan selanjutnya Siswi Luqmanul Hakim Tebar Ratusan Jilbab, di Hari Tutup Aurat Se-Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?