Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Gaya Hidup dan Pemubaziran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Februari 2016 12:27 12:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2016 12:27
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Murniati Mukhlisin

 

TANTANGAN terbesar di negara yang sudah maju seperti Inggris adalah tersedianya berbagai kebutuhan pangan dan sandang secara mudah, dan murah. Kemudahan ini menghasilkan banyak hal yang baik dan juga akibat buruk. Salah satu efek buruknya adalah orang tidak lagi menghargai rezeki yang diterima (taken for granted). Boros dan mubazir menjadi realita sehari-hari, padahal mubazir adalah Salah satu pintu masuknya godaan, dan malah pelakunya dicap sebagai saudara setan.

Seperti apakah saudara – saudaranya setan itu?

Ayat mubazir di QS Al-Isra (17): 26-27 yang sering kita dengarkan ini cukup menjadikan bulu roma merinding terutama ketika sampai kepada ayat yang berbunyi: “inna al-mubadziriina kaanuuu ikhwaana asy-syaathiin” (sesungguhnya pemboros – pemboros itu adalah saudara – saudara setan). Bayangkan saja dengan menyia-nyiakan apa yang kita miliki bisa disebut sebagai saudara – saudara setan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Menurut Tafsir Fii Zilalil Qur’an, mubazir dalam ayat ini ditujukan oleh Allah kepada orang – orang yang menyalurkan infaqnya untuk sesuatu yang tidak benar dan berlebihan (penafsiran Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas). Jika kita lihat makna berinfaq adalah suatu perbuatan baik namun ketika tidak disalurkan pada tempatnya menjadi sesuatu yang tidak baik. Bayangkan saja mengeluarkan harta dengan niat sedekah saja ada aturannya, harus pada porsinya. Lihat juga larangan sifat berlebih – lebihan ini di QS Al-An’am (6): 143 dan QS Al-A’raf (7): 31.

Ayat selanjutnya (ayat 29) juga menarik untuk diperhatikan yaitu Allah memerintahkan untuk berlaku ekonomis dalam hal pengeluaran, berbuat segala sesuatu dengan keseimbangan, tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros.

Ada juga sebuah hadits dimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam melarang Sa’ad untuk boros berwudhu yang bahkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam melanjutkan untuk tidak juga boros walau berwudhu di sebuah sungai yang mengalir (HR Ahmad No. 7065). Ck…ck…ck…walau di sungai mengalirpun kita tidak sepantasnya berwudhu semena – mena.

Contoh mubazir

Contoh sifat mubazir yang dapat kita cermati dalam kehidupan sehari – hari adalah ketika membeli makanan, perabot rumah tangga dan pakaian. Karena alasan ‘kepuasan’ kita lupa untuk memperhitungkan manfaatnya. Akhirnya harta yang dikeluarkan hanya memberikan kesenangan sementara dan berakhir dengan sia – sia. Sesuai dengan rencana yang disebutkan di artikel Sakinah Finance pekan lalu (baca: Bank Makanan) topik kali ini adalah Let’s declare war on waste.

Baca juga: Bank Makanan; Sebuah Kepedulian

Ide tulisan ini adalah dari Layyina Tamanni putri kami dari berita – berita dan documentary BBC, terutama “Hugh’s war on waste” yang dibaca dan ditontonnya. Topik acara ini sangat menarik jika dikaitkan dengan larangan mubazir di atas.

Siapa dan apa saja?

Menurut pengamatan Hugs si pembawa acara, setiap orang yang belanja bahan makanan memiliki kecenderungan untuk membuang seperenam dari yang dibelinya. Hal ini adalah perbuatan sia-sia katanya. Ini hanya dari kelompok rumah tangga saja, yang menurut British Retail Consortium (BRC) selama tahun 2014 saja ada 15 juta ton makanan yang dibuang oleh lebih dari 60 juta penduduk Inggris.

Selain rumah tangga, ternyata yang paling banyak membuang makanan adalah produsen makanan, terutama petani yang menghancurkan 3 juta ton hasil panen serta pabrik makanan yang membuang sebanyak 3.9 juta ton, terutama karena makanan produksi mereka ditolak supermarket dengan alasan tidak sesuai standar (cosmetic standards). Akibatnya, sepertiga dari hasil pertanian dan makanan siap jual ini biasanya akan dibuang begitu saja, jauh sebelum masuk supermarket dan swalayan besar seperti Tesco atau Sainsbury.

Masa kadaluarsa yang terlalu ketat juga mengorbankan makanan yang tidak laku terjual di swalayan dan supermarket. Biasanya sebelum masa kadaluarsa, diskon ditawarkan kepada pembeli atau dijual khusus ke karyawan sedangkan sisanya akan dibagikan ke komunitas sosial. Langkah terakhir baru dibuang ke kotak sampah.

Dua organisasi nirlaba besar di Inggris seperti Skipchen Food Rescue dan FareShare setiap malam mendatangi kotak sampah di belakang swalayan, dan biasanya mereka selalu menemukan banyak bahan makanan yang masih layak dikonsumsi dibuang begitu saja. Setelah dikumpulkan dan diolah dengan baik, mereka membagikannya kepada yang membutuhkannya.

Selain makanan, pakaian adalah konsumsi rakyat Inggris yang paling banyak dibuang. Documentary diatas menyebutkan bahwa bertumpuk-tumpuk baju layak pakai dibuang ke tong sampah secara massal, dan kalau dihitung tumpukan pakaian seberat tujuh ton hanya membutuhkan waktu 10 menit saja!

Keuangan keluarga

Lantas apa hubungannya ayat mubazir ini dengan keuangan keluarga? Dalam QS Ibrahim (14): 7 kita kembali diingatkan jika kita bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmatNya, sebaliknya jika kita kufur nikmat maka azab Allah adalah sangat berat. Dengan menjauhi sifat mubazir kita sudah bersyukur dan dengan banyak bersyukur inshaaAllah keuangan keluarga kita makin sakinah dan berkah.

Maka dari itu uswatun hasanah untuk menghindari sifar mubazir yang telah diajarkan oleh Rasulullah patut kita teladani seperti makan sebelum lapar berhenti makan sebelum kenyang, makan penuh adab dengan menggunakan tiga jari bukan lima jari (tidak memenuhi mulut), dengan mengunyahnya berkali – kali dan bukan tergesa – gesa, makan dengan duduk bukan berdiri apalagi berlari – lari.

Selain itu, patut juga kita membuat perencanan dengan menggunakan tehnik “Just-In Time”, makanan dibeli ketika waktunya, makanan habis sebelum kadaluarsa dan jika bersisa bukan dibuang tapi didaur ulang. Jika sudah dilakukan dalam keluarga kita, mulai dari makanan, perabot rumah tangga dan pakaian, maka kebiasaan ini akan tersebar ke lingkungan sekitar dan pada akhirnya kita semua akan dapat menjauhi sifat mubazir ini. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

 

Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:makananmubazirSampahsetansia-sia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Tabrak Lari Kucing Didenda 1000 Lira
Tulisan selanjutnya 9 Milisi Pembebasan Suriah Gabung Mantan Komandan Ahrar Syam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?