Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kejujuran Harta Tak Ternilai (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2016 13:25 1:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2016 13:23
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

BEGITU pula dengan perkataan kita. Ibnu Arabi berkata, “Barangsiapa lisannya diam, tapi hatinya tidak, maka dosanya akan ringan. Barangsiapa lisannya diam dan juga hatinya diam, maka rahasia akan menjadi jelas baginya, dan Allah akan menjadi jelas pula baginya. Barangsiapa hatinya diam, tetapi lisannya tidak, maka dia akan berkata dengan kata hikmah. Barangsiapa yang lisan dan hatinya tidak diam maka itu adalah kekuasaan setan dan ia tunduk kepadanya.

Pada satu kesempatan Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam memberikan nasihat kepada Abu Dzar, “Jika kau ditanya sesuatu yang tidak kau ketahui, jawablah, ‘Saya tidak mengetahui’, supaya selamat dari tanggung jawabnya, dan jangan memberi jawaban terhadap apa yang tidak kau ketahui, supaya selamat dari siksa Allah pada hari kiamat.”

Wasiat Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib mengenai kejujuran, “Seorang alim memiliki tiga ciri, yaitu perkataan yang jujur, sikap menjauhi barang yang haram, dan tawadhu. Orang yang jujur juga memiliki tiga ciri, yaitu menyembunyikan ibadah, menyembunyikan sedekah, dan menyembunyikan musibah.”

Maka, betapa pentingnya kejujuran dalam hidup ini sehingga Rasulullah saw bersabda, “Perhatikanlah kejujuran. Apabila kamu memandang bahwa kebinasaan berada di dalam kejujuran, sebenarnya di dalamnyalah keselamatan.”

Oleh karena itu, janganlah kita takut tidak punya rezeki, tapi takutlah apabila kita tidak jujur dalam cara mendapatkan rezeki karena bukankah Allah Yang Maha kuasa tidak pernah lalai dalam mengatur rezeki setiap makhluk-Nya, seperti yang telah disabdakan, “Tidak diciptakan makhluk, melainkan juga dengan rezekinya.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Janganlah pula kita takut tidak punya jabatan, tapi takutlah apabila kita tidak jujur dalam memperoleh jabatan. Janganlah kita takut tidak punya popularitas, tapi takutlah apabila saat popularitas menghinggapi kita malah membohongi diri kita sendiri dengan membanggakan diri secara berlebih-lebihan seolah-olah kita sukses semata-mata karena kepandaian diri kita sendiri, padahal bukankah popularitas itu hanyalah titipan dari Allah semata? Tiada orang yang tersiksa dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak jujur pada diri sendiri.

Demikian pula dengan janji. Setiap janji haruslah ditepati, karena sifatnya sama dengan utang. Barangsiapa yang berutang maka akan terus ditagih pembayarannya sampai yang memberi utang itu menghapus utang-utangnya. Begitu pula dengan janji, akan terus ditagih pelaksanaannya sampai yang diberi janji itu melupakan janji tersebut.

Betapa kebohongan kecil yang dilakukan hanya akan menghasilkan kebohongan demi kebohongan. Karena kebohongan yang telah dilakukan tidak dapat ditutupi dengan kejujuran, kecuali dengan mengakui bahwa dirinya telah berbohong.

Betapa menderitanya orang yang hidup dengan kebohongan. Pikirannya akan lelah karena harus terus mencari kebohongan-kebohongan berikut untuk menutupi kebohongan-kebohongan yang telah dilakukan sebelumnya. Maka, jadilah orang yang jujur, walaupun kita memiliki kesalahan. Sesungguhnya jujur itu adalah tanda bahwa kita bertanggung jawab dan jujur itu ternyata lebih disukai Allah dan sesama kita.*/H.M Komarudin Chalil, dari bukunya Beranda Bahagia-Menghimpun Energi Kata dan Cinta.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kejujuran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejujuran Harta Tak Ternilai (1)
Tulisan selanjutnya Teliti Fatwa MUI, Anak Boyolali Raih Nilai Membanggakan di PT Tunisia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?