Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Pria Homo Lebih Tinggi Terkena Kanker, Ayo Hidup Normal [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Maret 2016 13:17 1:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2016 12:37
Bagikan
Virus Human Papilloma ditularkan (HPV) secara seksual dan dapat menyebabkan kanker dubur
Bagikan

Hidayatullah.com—Topik homoseksual atau LGBT masih menjadi bahasan hangat di Indonesia saat ini. Dibalik perilaku seorang homoseksual/lesbian yang menyimpang, ternyata cerita miris di kalangan pelakunya bias membuka mata kita.

Pada dasarnya, menjadi seorang homoseksual dan lesbian adalah mimpi buruk, terutama bagi anak muda yang masih sekolah atau kuliahan.

Memilih mempertahankan orientasi salah –baik homoseksual atau lesbian—justru hanya mendapat siksaan batin. Selain tidak diterima semua orang dan orang tua, diejek teman-teman sampai banyaknya penyakit beresiko yang akan mampir padanya.

Sebuah studi di Amerika tahu 1989, menunjukkan; Pertama, bunuh diri adalah kasus terbesar diantara kaum muda homo dan lesbian. Kedua,  kaum muda homo dan lesbian,  2 hingga 6 kali lebih sering mencoba bunuh diri dari pada pemuda normal. Ketiga,  di atas 30% dari semua remaja bunuh diri yang dilaporkan setiap tahunnya dilakukan kaum muda homo dan lesbian. Keempat,   50% dari semua kaum homo dan lesbian melaporkan bahwa orang tua mereka menolak orientasi seksual mereka dan kelima, 26% dari kaum muda homo dan lesbian dipaksa meninggalkan rumah karena konflik mengenai orientasi seksual mereka. [baca: U.S. Department of Health and Human Services, “Report of the Secretary’s Task Force on Youth Suicide: Gay Male and Lesbian Youth Suicide.” (1989)]

Dalam studi  tahun 2008 ditemukan tingginya tingkat penolakan keluarga secara signifikan berhubungan dengan tingkat kesehatan mental LGBT. Berdasarkan perbandingan rasio, kalangan LGBT dewasa yang melaporkan tingkat penolakan keluarga yang lebih tinggi selama masa remaja memiliki berisiko 8,4 kali lebih besar melakukan percobaan bunuh diri. Penolakan  keluarga ini memicu 5,9 kali lebih mungkin LGBT untuk depresi, 3,4 kali lebih mungkin untuk terlibat penggunaan obat terlarang dan 3,4 kali lebih cenderung berhubungan seks tanpa pengaman.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Penelitian Dr Apu Chakraborty dari University College London, UK, mengamati tingkat gangguan jiwa antara 7403 orang dewasa yang tinggal di Inggris. Hasilnya, gejala depresi, kecemasan, gangguan obsesif kompulsif, fobia, menyakiti diri sendiri, pikiran untuk bunuh diri, dan alkohol dan ketergantungan obat secara signifikan lebih tinggi pada responden homoseksual  dibanding orang normal.

“Penelitian kami menegaskan karya sebelumnya dilakukan di Inggris, Amerika Serikat dan Belanda yang menunjukkan bahwa orang-orang non-heteroseksual berisiko lebih tinggi dari gangguan mental, keinginan bunuh diri, penyalahgunaan zat dan menyakiti diri dari orang heteroseksual.” (Jane Collingwood dalam Higher Risk of Mental Health Problems for Homosexuals).

Homo lebih mudah terkena kanker

Sebuah studi menemukan pria homo memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker daripada pria normal (heteroseksual). Studi juga menemukan bahwa kesehatan wanita lesbian, biseksual lebih buruk daripada wanita normal setelah sembuh dari kanker.

Sebuah studi dirilis pada 12 Mei 2011 dalam Jurnal Cancer, sebuah jurnal yang dipublikasikan oleh American Cancer Society, menyatakan bahwa pria homo memiliki kemungkinan yang lebih tinggi terkena kanker daripada pria heteroseksual. [“Study: Gay men get cancer more often”, dallasvoice.com, 12 Mei 2011.]

Data diambil dari wawancara yang dilakukan pada 2001, 2003 dan 2005 pada penderita yang bertahan hidup setelah terkena kanker di California dan itu merupakan survei kesehatan negara terbesar dalam mempertanyakan tentang orientasi seksual.

Wanita lesbian dan biseksual yang bertahan hidup dengan kanker dilaporkan memiliki tingkat kesehatan yang rendah, tetapi dalam studi ini menyingkapkan kanker pada angka yang lebih tinggi. Pria pengidap kanker juga tidak dilaporkan memiliki perbedaan dalam tingkat kesehatannya.

Para peneliti tidak yakin jika pria homo mengembangkan lebih tumor yang bersifat kanker atau jika tingkat bertahan hidup mereka sesungguhnya lebih tinggi. Survei tersebut mewawancarai lebih dari 122.000 penderita kanker. Tidak ada studi yang menunjukkan orang yang meninggal karena kanker disebabkan orientasi seksual.

Penelitian ini tidak melihat penyebab dari perbedaan, tetapi jumlah alasan yang telah diusulkan.

Pria homo perokok memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada populasi umumnya, yang mungkin menjadi alasan bagi beberapa tingkat kanker lebih tinggi.*/Nashirul Haq AR (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diridepresiduburhomohomoseksualkankervirus HPVVirus Human Papilloma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Mahasiswa Harus Kenali Penyebaran Penyakit LGBT Sedini Mungkin
Tulisan selanjutnya Pedagang Muslim Harus Juga Menjaga Akhlak dan Sikap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?