Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pria Gaza Terancam Deportasi dari Prancis karena Tolak jadi Informan (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2016 17:11 5:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2016 18:00
Bagikan
Bagikan

SEORANNG pengungsi Palestina sedang menunggu hasil pengadilan jika dia akan dideportasi dari Prancis. Dia dan pengacaranya mengatakan bahwa keputusan pemerintah Prancis mengusirnya adalah balasan atas penolakannya bertindak sebagai informan bagi dinas intelejen Prancis.

Collectif Contre L’Islamophobie e France (CCIF), sebuah kelompok yang melawan Islamophobia dan segala bentuk rasisme, menjadi perwakilan dari lelaki itu, yang disebutkan hanya bernama Muhammad.

Muhammad adalah seorang apoteker dari Gaza, dimana istri dan empat anaknya masih tinggal. Dia mendapatkan status pengungsi di Prancis beberapa tahun yang lalu. Masalah yang dia hadapi saat ini dimulai sekitar tiga tahun lalu.

Interogasi

“Aku berada dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumahku, dan saat sudah mendekati rumahku aku terkejut melihat sejumlah mobil,” kata Muhammad dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh CCIF sebagaimana dikutip The Electronic Intifada (EI), Kamis (30/03/2016.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Untuk melindungi identitasnya, wajah Muhammad tidak ditampakkan dalam video tersebut.

“Lalu tiba-tiba mereka menangkap dan memborgolku sembari mengatakan kepadaku, ‘masuk ke mobil, anda tersangka terorisme,’ “kenang dia.

Muhammad mengatakan dia ditahan di sel isolasi, beberapa kali dia dikeluarkan untuk diinterogasi.

Setelah dua hari, dia menceritakan para interogator memberitahunya bahwa mereka tidak menemukan apaun dan dia bebas untuk pergi.

“Aku boleh pergi begitu saja, seakan-akan tidak ada yang terjadi?” kata dia pada mereka.

Undangan

Beberapa waktu kemudian, Muhammad menceritakan seorang pria datang ke rumahnya dan mengajaknya berkeliling dengan mobil. Pria itu, yang mengaku dirinya seorang direktur dari dinas intelejen Prancis, membawanya ke hotel.

Di hotel, pria itu berkata pada Muhammad, “Saya mengundang Anda ke sini karena saya ingin anda bekerja untuk kami.”

Muhammad menanyakan pekerjaan seperti apa. Menurut cerita Muhammad, agen itu menjawab: “Anda akan bekerja untuk kami dengan mengikuti perintah – kami akan memberi anda rincian tentang orang-orang tertentu, di dalam sebuah masjid contohnya, dan anda akan memberi informasi tentang mereka kepada kami.”

“Aku mengatakan padanya. ‘Dengar, anda dapat memberi saya semua uang di dunia tetapi saya bukanlah orang yang melakukan hal-hal di bawah meja.’ Jawab Muhammad ketika itu. “Demi tuhan, saya tidak akan melakukan pekerjaan seperti itu.”

Balasan

Setelah penolakan itu, CCIF mengatakan gangguan kepadanya dimulai.

Suatu hari, polisi mendatangi rumah Muhammad dan membawanya ke bandara dimana mereka mengambil sidik jari dan sampel DNA darinya.

Muhammad mengatakan lagi polisi mendakwanya sebagai pelaku “terorisme”.

Perlakukan otoritas padanya menyebabkan beberapa stress psikologi dan insomnia, karena itu dia harus menemui dokter beberapa kali.

“Ini adalah ketidakadilan besar,” kata dia.

Tetapi permasalahannya tidak berhenti disitu. Mei lalu, polisi datang dan membawanya lagi dan menempatkannya di sebuah tempat – efektif untuk tahanan rumah – di sebuah hotel tua di barat kota Parthenay.

Dia bercerita dia muali menderita masalah kesehatan yang semakin memburuk, termasuk infeksi mata dan kulit serta meningkatnya detak jantung.

Pada Oktober 2015, sebuah berita muncul di hari Le Courrier de l’Ouest melaporkan bawah seorang “Imam Salafi” Palestina berumur 48 tahun telah tinggal di tahanan rumah di Parthenay sejak Mei sebelumnya.

Berita itu tidak menyertakan nama pria itu, tetapi rinciannya merujuk pada kasus Muhammad. Harian itu tidak memberikan sumber dari informasi tersebut, yang agaknya hanya datang dari otoritas setempat.

Pada November, seorang hakim di Poitiers membenarkan berita tersebut dan mendapat perintah dari pemerintah untuk menandatangi perintah penahanan.

Ini merupakan “justifikasi salah yang ditujukan pada pelaksanaan keagamaan [Muhammad],” menurut CCIF.

Dalam video tersebut, Muhammad memperlihatkan sebuah file yang dia katakan berisi pernyataan 145 orang yang bertindak sebagai saksi karakter.*/Nashirul Haq AR (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CCIFCollectif Contre L’Islamophobie e Francedinas intelejen Prancisgaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Krisis Fallujah: “Kami Dibiarkan Mati Kelaparan”
Tulisan selanjutnya Kehormatan Perempuan, Ujung Tombak Peradaban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?