Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Saat Doa “Mengalahkan” Diagnosa Tiga Dokter

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2016 10:26 10:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2016 10:26
Bagikan
[Ilustrasi] Citra janin dalam rahim hasil USG.
Bagikan

SELAMA masa kehamilan, saya selalu rutin memeriksakan perkembangan janin di puskesmas terdekat. Bulan pertama hingga bulan ketujuh kehamilan, saat ke puskesmas untuk cek rutin kehamilan, tidak ada masalah. Begitu pula dengan organ janin.

Memasuki bulan kedelapan. Saya bersama dua orang teman yang juga dalam masa kehamilan trimester akhir, mendatangi salah satu rumah sakit (RS) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Ketika pemeriksaan USG berlangsung, sang dokter menginformasikan bahwa detak jantung sang janin saya begitu cepat melebihi normalnya, serta ada kelainan di jantung.

Hati ibu siapa yang tidak merasakan kegoncangan dahsyat mendengar kabar kelainan janinnya. Tak terkecuali saya yang sedang mengandung anak kedua ini. Air mata seketika tumpah seiring kata-kata dokter yang menyelinap ke telinga.

Untuk lebih memastikan lagi diagnosanya, sang dokter merujuk ke RS lain dengan fasilitas lengkap pemeriksaan USG 4 dimensi, tepatnya pada dokter spesialis janin.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Esok hari, saya bersama suami menuju RS Umum, langsung ke ruang pemeriksaan USG. Pemeriksaan pun berlangsung. Ternyata hasilnya sama dengan pemeriksaan awal; detak jantung janin di atas normal terbilang cukup kencang.

Akhirnya saya dirujuk lagi ke tempat lain, juga spesialis janin. Esok hari saya bersegera ke tempat yang disebutkan. Sambil terus berdoa agar ada perubahan diagnosa. Akan tetapi, setelah pemeriksaan, hasilnya tetap sama.

Dokter ketiga ini pun menyampaikan bahwa ada kelainan pada kutub jantung janin dalam rahimku. Disebutkan telah terjadi pembesaran dan bocor pada jantung.

Terpukul tapi Tawakkal

Saran selanjutnya dari dokter pun di luar perkiraan kami. Pilihan yang diberikan oleh dokter untuk saya melakukan proses persalinan adalah di Jawa atau Sulawesi Selatan (Sulsel). Alasannya, peralatan medis di RS se-Kupang belum memadai, sedangkan saat persalinan butuh penanganan khusus.

Sementara itu, berbagai informasi pun datang silih berganti. Di antaranya, janin yang memiliki kelainan jantung bocor, harapan bayi untuk hidup sangat sedikit.

Suami saya sebenarnya sangat terpukul akan kabar tersebut. Namun kami memasrahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bahwa dimana pun kita berada dan itu memanglah takdir-Nya, maka kita sebagai hamba tidak bisa menolaknya.

Suami pun mempertimbangkan bahwa kita harus tetap berikhtiar dengan mengikuti anjuran dokter.

Kami pun melaksanakan shalat istikharah serta memusyawarahkannya antara suami dan istri. Setelah itu kami putuskan untuk menunggu masa persalinan di Sulsel, mengingat dekatnya keluarga yang bisa memberikan penguatan.

Saya pun memasrahkan masalah ini pada-Nya dan terus berdoa, “Ya Allah, kuatkanlah kami dan mudahkanlah segala urusan kami!”

Diagnosa Berbeda

Pada 1 November 2015, kami sekeluarga tiba di Makassar, Sulsel, dan langsung menjalani check up yang ditangani oleh 3 orang dokter sekaligus.

Dalam pemeriksaan, saya tidak berani menatap layar tepat di hadapanku. Ketika dokter memulai memeriksa semuanya, saya hanya memejamkan mata seiring aliran air mata, serta dzikir yang senantiasa membasahi lisan.

Saat mulai pemeriksaan ke daerah jantung janin, sang dokter pun mulai mengukur jantungnya. Tiba-tiba saja suara dokter yang pelan terdengar seakan susah dipercaya.

Bagaimana tidak. Dokter menyampaikan kalau jantung si janin normal saja dan tidak ada masalah. Diagnosa yang berbeda setelah tiga kali pemeriksaan dengan yang sebelumnya di Kupang, membuat saya tidak percaya begitu saja.

Akhirnya kubuka mata dan memberanikan diri untuk bertanya, “Jantungnya gimana, Dok? Besarkah? Robekkah?”

Dokter pun mengukur jantung janin kembali untuk memastikan. Tetap saja ia sampaikan bahwa jantung janin normal saja, tak terjadi apa-apa.

Karena masih shock dengan diagnosa dokter spesialis janin di NTT, serta tiga kali USG dengan hasil yang sama, maka saya berulang kali menanyakan apa yang disampaikan dokter barusan.

Tapi faktanya memang demikian, janinku sehat-sehat saja. Masya Allah! Keajaiban yang menyapaku di ruang tempatku memasrahkan diri pada-Nya, kembali menuntun lisan dan jiwa ini berucap syukur, Alhamdulillah.

Di sisi lain, saya menyadari dan kembali mengingat bahwa dokter hanyalah manusia. Dengan bantuan alat yang juga buatan manusia, bisa saja ada kekeliruan diagnosa. Sehingga saya tetap memasrahkan segalanya kepada Sang Maha Kuasa akan “diagnosa”-Nya yang pasti.

Dokter pun mengabarkan bahwa persalinan bisa normal. Akhirnya saya memilih untuk melahirkan di rumah orangtua di Malakaji, Jeneponto, Sulsel. Tepat tiga hari setelah tiba di rumah, lahirlah sang calon mujahidah pada tanggal 5 November 2015.

Alhamdulillah, atas pertolongan-Nya, anak kami sehat wal afiat hingga sekarang. Semoga ia kelak menjadi anak sholehah yang qorrotu’ayun dalam keluarga kami. Aamiin!* Sahlah al-Ghumaishaa’, seperti yang diceritakan oleh Ummu Mahfuudz, daiyah di Kupang, NTT

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Diagnosadoadokteribu hamiljaninkupangMuslimahMuslimah Kupangwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warisan “Al-Amin” Rasulullah Harus Terus Dihidupkan Pebisnis
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua DPRD DKI Kawal Kampung Luar Batang Agar Tak Digusur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?