Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Padamkan Hawa Nafsu dengan Rasa Takut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 April 2016 20:32 8:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2016 20:32
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KOBARAN api syahwat dalam hati tidak bisa dipadamkan kecuali dengan ‘air takut’. Apabila permukaan air takut lebih tinggi, maka padamlah api syahwat dan hasilnya adalah menahan pandangan. Tapi bila lebih rendah, api syahwat semakin membara dan akibatnya mengumbar pandangan.

Jadi, orang yang berakal harus memperhatikan dan mengamati dari mana sumber datangnya kelemahan. Lalu segera membenahinya sebelum kebakaran menghanguskan seluruh bagian hati dan mengeluarkan bau gosong.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua jannah…” (Ar-Rohman: 46).

Mujahid berkata, ia adalah orang yang apabila ingin berbuat maksiat, maka ia ingat kedudukan Allah atas dirinya. Lantas, urung melakukannya.

Seorang tabi’in mulia, ‘Ubaid bin ‘Umair, berjuluk ahli cerita Makkah. Para sahabat biasa menghadiri majelis petuahnya. Mereka menangis dan terharu biru oleh nasihatnya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ia profil seseorang yang kekuatan malaikatnya mampu mengalahkan kekuatan setannya. Rasa takutnya kepada Allah mampu menundukkan hawa nafsunya. Sehingga, ia bisa menyiramkan rasa takut yang berbuah taubat kepada orang-orang di sekelilingnya.

Dengarkanlah kisahnya tentang seorang wanita Makkah yang cantik jelita.

Ada seorang wanita cantik di Makkah. Ia sudah bersuami. Suatu kali ia melihat bayangan wajahnya di cermin dan terkagum-kagum terhadap kecantikannya sendiri. Ia berkata kepada suaminya, “Mungkinkah ada seseorang yang melihat wajah ini dan tidak terpesona?”

Suami menjawab, “Ya, ada.”

Ia bertanya, “Siapa?”

“‘Ubaid bin ‘Umair,” jawab suaminya.

Ia berkata, “Izinkan aku untuk menggodanya.”

“Aku izinkan.”

Selanjutnya, wanita tersebut mendatangi ‘Ubaid bin ‘Umair sebagai orang yang ingin meminta fatwa. ‘Ubaid berbicara dengannya di pinggir ruangan Masjidil Haram. Tiba-tiba wanita itu menyingkap penutup wajahnya bak separuh bulan. Maka, ‘Ubaid berkata kepadanya, “Takutlah kepada Allah, wahai hamba Allah.”

Ia berkata, “Sungguh saya telah tergoda denganmu. Untuk itu, lihatlah keadaanku ini.”

‘Ubaid menjawab, “Aku akan menanyakan sesuatu kepadamu. Jika engkau menjawab dengan jujur, maka aku akan mempertimbangkan keadaanmu.”

Ia berkata, “Apa pun yang engkau tanyakan kepadaku, akan aku jawab dengan jujur.”

‘Ubaid berkata, “Beritahukan kepadaku, seandainya malaikat mendatangimu untuk mencabut nyawamu, sukakah engkau bila aku memenuhi keinginanmu ini?”

Ia menjawab, “Tidak.”

‘Ubaid berkata, “Engkau telah berkata jujur.” Lantas bertanya lagi, “Seandainya engkau telah dimasukkan di kubur kemudian didudukkan untuk ditanyai, sukakah engkau bila aku memenuhi keinginanmu ini.”

Ia menjawab, “Tidak.”

‘Ubaid berkata, “Engkau telah berkata jujur.” Ia bertanya lagi, “Seandainya manusia diberi catatan amal-amal mereka dan engkau tidak tahu akan menerima catatan dengan tangan kanan atau tangan kiri, sukakah engkau bila aku memenuhi keinginanmu ini?”

Ia menjawab, “Tidak.”

‘Ubaid berkata, “Engkau telah berkata jujur.” Ia bertanya lagi, “Seandainya didatangkan timbangan-timbangan amal dan engkau tidak tahu akan mengambil beban amalmu dengan tangan kanan atau tangan kiri, sukakah engkau bila aku memenuhi keinginanmu ini?”

Ia menjawab, “Tidak.”

‘Ubaid berkata, “Engkau telah berkata jujur.” Ia bertanya lagi, “Seandainya engkau berdiri di hadapan Allah untuk diinterogasi, sukakah engkau bila aku memenuhi keinginanmu ini?”

Ia menjawab, “Tidak.”

‘Ubaid berkata, “Engkau telah berkata jujur.” ‘Ubaid melanjutkan, “Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba wanita Allah, sungguh Dia telah memberimu anugerah besar dan mempercantik dirimu.”

Kemudian wanita tersebut kembali kepada suaminya yang langsung menyambut dirinya dengan pertanyaan, “Hasil apa yang telah engkau peroleh?”

Ia menjawab, “Engkau suka berbuat batil dan kami juga suka berbuat batil.” Lantas wanita itu selalu mengerjakan shalat, puasa, dan terus beribadah. Sampai-sampai suaminya berkata, “Kesalahan apa yang telah aku perbuat kepada ‘Ubaid. Ia telah merusak pribadi istriku. Dulu, di setiap malam ia laksana pengantin baru, namun ia telah mengubahnya menjadi seorang ahli ibadah.”

Takut kepada Allah adalah buah dari berbagai macam amalan ketaatan, seperti: banyak membaca Al-Quran, merenungkan maknanya, menghayati berita-berita hari kiamat, kengerian neraka dan keadaan penghuninya, berteman dengan orang-orang yang takut kepada Allah dan mendengarkan berita-berita mereka, mengetahui kondisi orang-orang yang terpedaya oleh iblis dan menjauhi mereka, memandikan orang mati, menghadiri jenazah, menyaksikan saat-saat sakaratul maut, menganggap kecil amalan taat diri Anda sendiri, mengetahui kekuasaan dan kedudukan Allah, merenungkan nama dan sifat-sifat Allah, dan hal-hal lain yang mampu melahirkan takut dan membangkitkan kegalauan.*/Dr. Kholid Abu Syadi, dari bukunya Harta Karun Akhirat.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hawa nafsurasa takut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melepas Zona Nyaman, Meretas “Zona Hiu”
Tulisan selanjutnya Jika Gubernurnya Muslim dan Tidak Korupsi, Jakarta Diyakini Lebih Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?