Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dalam Melahirkan Generasi Cinta Ilmu, Mental Guru jadi Penentu

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Mei 2016 08:18 8:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Mei 2016 08:17
Bagikan
Mohammad Fauzil Adhim usai acara Tabligh Akbar di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Sabtu, (07/05/2016)
Bagikan

Hidayatullah.com– sikap mental guru adalah penentu keberhasilan murid dalam menuntut ilmu. Demikian disampaikan penulis buku-buku parenting, Muhammad Fauzil Adhim.

“Ada suatu negeri, dimana anak-anak belajar tanpa kertas, bukan karena canggih, mereka hanya membawa sebilah papan, tanpa ac, lampu, ataupun kipas. Namun saat guru menerangkan semua murid memperhatikan dwngan penuh kesungguhan. Padahal, tidak ada guru mengajar dengan gaya humor. Tidak ada itu,” ucap Mohammad Fauzil Adhim dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Sabtu, (07/05/2016) yang dikenal Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH).

Pemilik akun @kupinang itu menceritakan keadan belajar di suatu negeri yang sempat ia kunjungi enam bulan lalu.

“Selesai penjelasan, barulah murid-murid mencatat dengan baik. Kalau kurang, perbaiki, kurang, perbaiki lagi, sampai betul-betul sama dengan apa yang dibahas pada sesi pembelajaran yang berlalu sebelumnya,” sambungnya.

Pada akhirnya proses pendidikan semacam itu melahirkan generasi yang benar-benar dekat dengan ilmu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pelajaran itu, dibaca, dibaca, dihafal, sudah hafal, dihafal lagi, terus diulang-ulang. Begitu terus. Jika sudah mantab, baru ganti pelajaran, dan dihapuslah tulisan di sebilah papan tadi. Tetapi, mutu pendidikan di negeri itu lebih baik dari negeri yang kita sayangi, kita cintai,” paparnya.

Sampai akhirnya, di negeri itu guru adalah benar-benar sosok yang memang patut menjadi guru.

“Orang seperti saya, tidak boleh menjadi guru. Guru harus teruji dengan kemampuan menghafal hadits mulai matan sampai sanad. Mereka hafal itu pada usia 18 tahun. Karena di negeri itu, malu orang kalau anak hafal al-Quran pada usia 10 tahun,” urainya.

Penulis buku Segenggam Iman Anak Kita itu pun mengajak audien kembali merenungkan hakikat pendidikan, sehingga tidak terkuras energi pada hal-hal yang sifatnya tidak mendasar.

“Proses belajar mengajar mereka sangat minim fasilitas. Tetapi, kalau ada yang hafal hadits bukan 2 atau 3 hadits tapi Shohih Muslim, Shohih Bukhari, jadi tidak sekadar Arbain Nawawi,” selorohnya.

Namun, situasi berbeda mungkin terjadi di Indonesia, dimana laptop mati guru tak mampu lagi mengajar dengan baik.

Selain itu, di negeri ini sibuk mengurus rasio guru dengan jumlah murid, jumlah ideal murid di dalam kelas. Sampai akhirnya mutu pendidikan bangsa ini disalip negara-negara tetangga. Dan, pendidikan sampai sekarang belum bisa merangkak naik.

“Dulu Vietnam di bawah kita, tapi sekarang kita sudah di bawah mereka. Di China satu kelas minimal ada 50 siswa dengan satu orang guru. Di Indonesia pendidikan sibuk membahas jumlah siswa per kelas,” jelasnya.

“Kuncinya adalah kesungguhan guru, sehingga lahir antusiasme murid sampai mereka all out dalam belajar. Inilah penanaman sikap penting untuk berlelah-lelah, bercapek-capek memburu ilmu,” imbuhnya.

Menurutnya, yang terjadi di Jepang para murid lebih memilih PR yang sulit daripada yang mudah. Ini adalah mental sikap untuk mampu mengahadapi persoalan hidup, karena ada kompetensi.

“Jadi tidak berdoa mudah-mudahan soalnya mudah, dan selalu mencari-cari kemudahan, apalagi dengan sekedar banyak latihan soal,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakguruorang tuaPendidikansekolah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Terbuka untuk Raja Saudi Arabia
Tulisan selanjutnya Israel Kembali Penjarakan Syeih Raed Salah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?