Kepada Yang Mulia
Raja Saudi Arabia
Di Bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam suri tauladan umat manusia.
Yang Mulia. Saya adalah seorang warga negara Indonesia, ayah dari tiga orang putera-puteri. Sebenarnya, saya berharap dapat menulis surat pribadi yang ditujukan secara langsung kepada Yang Mulia. Bahkan saya juga berkeinginan untuk dapat berjumpa langsung dengan Yang Mulia dalam menyampaikan pesan ini.
Namun demikiaan, saya tidak mengetahui hendak dialamatkan ke mana surat pribadi saya agar dapat segera sampai secara langsung kepada Yang Mulia. Dan juga, mengingat jauhnya jarak antara kerajaan Yang Mulia dengan negara tempat tinggal saya, maka saya menuliskan pesan untuk Yang Mulia, dalam sebuah surat terbuka ini. Semoga surat terbuka ini dapat sampai kepada Yanag Mulia. Dan mudah-mudahan pula Yang Mulia tetap berkenan dan berbesar hati menerima pesan ini, meskipun hanya disampaikan melalui surat terbuka.
Yang Mulia. Sejak lebih-kurang 5 tahun silam Suriah dilanda kekacauan internal, sehingga negara tersebut mengalami kehancuran. Selama masa itu pula, rezim negara tersebut telah menyalahgunakan segala kekuasaan yang dimilikinya—termasuk kekuasaan atas angkatan bersenjata—untuk melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyatnya sendiri. Utusan khusus PBB untuk Suriah melaporkan, bahwa sampai kini kejahatan kemanusiaan itu telah menyebabkan sedikitnya 500.000 rakyat sipil, terutama wanita dan anak-anak tewas.
Orang-orang tak berdosa yang cedera pun sudah sangat sulit dihitung jumlahnya. Jutaan warga sipil telah mengungsi ke sejumlah negara. Dan masih ada jutaan jiwa lainnya yang tidak bisa menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga, karena dikepung oleh tentara rezim di kotanya masing-masing.
Yang Mulia. Sejak awal terjadinya bencana kemanusiaan tersebut, Saudi Arabia telah menunjukkan kepeduliannya. Ketika 2015 lalu dunia dihebohkan dengan adanya ribuan pengungsi Suriah yang terlunta-lunta di perbatasan negara-negara Eropa, Saudi justru telah menerima sedikitnya 2,5 juta rakyat Suriah sejak 4 tahun sebelumnya. Jika orang-orang negara beribukota Damaskus itu eksodus ke Eropa dengan menyandang status sebagai pengungsi yang penuh ketidakpastian, maka jutaan rakyat sipil Suriah telah hidup aman di negara Yang Mulia, bukan dengan status sebagai pengungsi.
Mereka bisa bekerja dengan tenang di sektor-sektor sesuai keahliannya. Bahkan, tidak kurang dari 100.000 anak-anak Suriah telah senang memperoleh beasiswa sehingga dapat belajar dengan nyaman di sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah Saudi. Lebih dari 700 juta riyal telah dianggarkan negara Yang Mulia untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah yang masih terkepung di negara mereka.
Yang Mulia. Saudi telah banyak beramal untuk Suriah, meskipun jaringan media massa mainstream di planet ini—entah mengapa—tidak mau memberitakannya. Sehingga sebagian besar masyarakat dunia tidak mengetahui betapa besarnya kepedulian negara Yang Mulia kepada rakyat bumi Syam itu. Hanya sedikit masyarakat yang mengetahui hal ini melalui sejumlah media massa dakwah, yang masih tergolong sebagai media massa alternatif di permukaan dunia ini.
Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya bagi Saudi Arabia untuk semakin aktif mempublikasikan amal-amal kebaikannya kepada masyarakat internasional, melalui jaringan komunikasi massa yang dapat dijadikan sebagai media prioritas bagi khalayak ramai. Apalagi, ajaran agama tidak melarang umatnya untuk mengumumkan amal-amal mulia yang telah dilakukan. Publikasi tentang bantuan-bantuan kemanusiaan Saudi kepada rakyat Suriah melalui jaringan media massa mainstream juga dapat menjadi semacam laporan pertanggungjawaban kepada khalayak, bahwa pemerintahan Yang Mulia telah memiliki kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang batas-batas teritorial negara. Publikasi tersebut juga dapat berguna untuk memotivasi negara-negara lainnya, agar mengikuti jejak Saudi dalam menerima kedatangan kaum muhajirin Suriah, serta memperlakukan mereka secara layak sesuai dengan rasa kemanusiaan.
Yang Mulia. Makanan, pakaian, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan lainnya telah banyak diberikan Saudi dan sejumlah negara OKI (OIC)—seperti Turki, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Brunei Darussalam, Malaysia, serta negara saya Indonesia—kepada rakyat Suriah, tentu sangat berarti bagi mereka. Dengan adanya bantuan tersebut, tentu mereka merasa tidak sendirian. Mereka merasa, bahwa ada masyarakat dari belahan dunia lainnya yang sangat peduli dan tidak akan membiarkan penderitaan mereka.
Yang Mulia. Melalui surat terbuka ini, saya dengan penuh rasa hormat, mengharapkan agar kiranya negara Yang Mulia dapat meningkatkan kepedulian kepada anak-anak Suriah yang kini masih berada di kamp-kamp pengungsian ataupun berada di dalam puing-puing rumah mereka. Salah satu bentuk peningkatan perhatian itu adalah dengan menyumbangkan mainan (toys) untuk mereka.
Anak-anak Suriah, tidak berbeda dengan anak-anak dari negara lainnya di dunia. Mereka juga masih senang bermain dan tentu juga sangat membutuhkan mainan. Saya yakin, sebagian besar orang sipil di negara itu lebih memprioritaskan penggunaan sisa-sisa uang yang mereka miliki untuk membeli kebutuhan pokok (terutama bahan makanan) yang semakin langka jumlahnya dan—tentu saja—semakin mahal harganya. Mereka tidak lagi berfikir akan membelanjakan sisa-sisa uang tersebut untuk mainan anak-anak.
Kalau pun ada sebagian kecil di antara orangtua yang masih memiliki lebih banyak uang, maka kemungkinan besar mereka tetap tidak bisa membeli mainan. Sebab kemungkinan besar juga tidak ada lagi toko-toko yang menjual mainan. Sebab jangankan distribusi mainan yang diimpor dari luar negeri, penyaluran makanan, pakaian, serta obat-obatan pun masih sulit memasuki Suriah.
Dalam keadaan perang yang telah berlangsung sekitar 5 tahun itu, anak-anak Suriah tidak hanya membutuhkan makanan, pakaian, serta obat-obatan (jika sakit) saja, namun mereka juga sangat membutuhkan hiburan. Bila dibandingkan dengan anak-anak di belahan dunia lainnya yang tidak dilanda konflik bersenjata, anak-anak Suriah jauh lebih membutuhkan hiburan. Memberikan mereka mainan adalah salah satu cara termudah untuk menghibur hati mereka.
Yang Mulia. Ada 2 alasan mengapa Saudi Arabia memiliki nilai strategis untuk mempelopori pengiriman sumbangan mainan kepada anak-anak Suriah. Alasan pertama, negara Yang Mulia dikaruniai kelebihan rezeki yang sangat berlimpah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan kelebihan rezeki itulah, akan sangat mudah bagi Saudi untuk memproduksi ataupun mengimpor banyak mainan dari sejumlah negara produsen, lalu disumbangkan kepada anak-anak bumi Syam.
Ketika pemerintahan Yang Mulia berinisiatif mengirimkan bantuan mainan, insya Allah rakyat Saudi juga ikut tergerak hatinya dalam mengumpulkan mainan—baru maupun sudah tidak baru lagi tetapi masih layak pakai—sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.
Alasan kedua, Saudi adalah negara yang sangat dihormati oleh negara-negara OKI (OIC) serta negara-negara lainnya di seluruh dunia. Sehingga amal kebaikan negara Yang Mulia—menyumbangkan mainan—insya Allah juga akan diikuti oleh dunia. Bahkan Yang Mulia dapat dengan mudah untuk mengajak para pengusaha produsen mainan dari berbagai negara agar turut serta menyumbangkan sebagian mainan yang diproduksinya demi menghibur hati anak-anak Suriah. Insya Allah, rakyat di negara-negara OKI (OIC) maupun negara-negara lainnya juga terdorong untuk mengumpulkan mainan—baru maupun lama namun masih layak pakai—demi membuat wajah anak-anak Suriah tersenyum senang.
Alasan ketiga, insya Allah pengirimaan mainan oleh Saudi dapat memotivasi anak-anak dari belahan dunia lainnya untuk ikut beramal shaleh. Anak-anak di luar Suriah akan tergerak hatinya untuk menyumbangkan sebagian mainan yang mereka miliki untuk saudara-saudara mereka di bumi Syam. Anak-anak di luar Suriah tentu juga memiliki hak untuk turut serta dalam menghibur hati serta membuat wajah saudara-saudara mereka di bumi Syam tersenyum kembali.
Yang Mulia. Demikian isi surat terbuka ini. Apabila ada ungkapan kata-kata yang kurang berkenan, sudilah Yang Mulia untuk memaafkannya. Semoga Allah Subhanahu swa Ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada rakyat sipil, terutama anak-anak Suriah. Mudah-mudahan pula Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang berkenan untuk memudahkan segala urusan kita, terutama urusan untuk membebaskan saudara-saudara kita di Bumi Syam dari peperangan dan pelanggaran HAM. Amin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Muhammad Nurhidayat | Semarang