Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tokoh Luar Batang Kecewa Cara Ahok Menggusur Penduduk Asli

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Mei 2016 08:28 8:28 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Mei 2016 08:00
Bagikan
KH Bachtiar Nasir
Bagikan

Hidayatullah.com– Ulama yang lahir dan tumbuh besar di kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, KH. Bachtiar Nasir mengungkapkan, warga kampung yang sebagian besar berprofesi nelayan itu dulunya hidup sejahtera sebelum kemudian menderita saat adanya kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Jadi waktu kami kecil di sini kami sangat sejahtera, nelayan-nelayan juga sangat sejahtera. Kami nggak terganggu, mereka belum datang,” ujarnya kepada para wartawan termasuk hidayatullah.com, di halaman Masjid Keramat Luar Batang, Selasa (10/05/2016).

Mereka yang dimaksud Bachtiar –sembari dia memohon maaf karena menyebutnya– adalah para pendatang etnis Thionghoa yang belum ada di Pluit saat itu.

“Saya lahir di sini, Jalan Luar Batang 5, di belakang sini nih,” kata Bachtiar sambil menunjuk salah satu rumah di dekat masjid. [Baca juga: Orasi Berapi-api Ulama Luar Batang: Lahan Diambil, Kami Bersabar]

Ketika para warga pendatang tersebut mulai berdatangan dan membangun kawasan elit di pesisir teluk Jakarta, lanjut Bachtiar, ia dan warga kampung Luar Batang tidak cemburu sedikit pun. Sebab hubungan antara etnis Thionghoa dan penduduk asli terjalin harmonis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ketika mereka datang dan mengintervensi, kami nggak cemburu. Waktu kecil di sini kita punya warung namanya Amoy, kita deket sama orang China, kita sayang sama mereka. Di sini juga ada orang China namanya Akiw, kita juga deket, sayang sama dia,” jelasnya.

Namun menurutnya, sejak datang pemimpin seperti Ahok, penduduk asli Luar Batang mengaku terganggu. Akibatnya etnis Thionghoa yang tinggal di apartemen sekitar Luar Batang merasa tidak aman, sebagian, ujar Bachtiar, pada kabur.

“Ini kelakuan gubernur sebetulnya, awalnya kita aman di sini,” tambah Bachtiar.

Tak Mundur

Pendiri AQL Islamic Center ini bercerita, saat kecil dirinya sering bermain di pinggir laut. Ketika musim barat tiba, ia juga asyik menangkap kerang-kerang besar.

“Saya belajar berenang di pelabuhan sini. Kita kalau habis bikin kapal baru, kita semua ke pulau sama-sama, konvoi 20 sampai 30 kapal. Sekarang udah nggak bisa, dirampok semua, pulau-pulau mereka yang kuasai,” ungkapnya sembari –meminta maaf lagi– menyebut nama etnis, “tapi mereka sudah melakukan intervensi berlebihan.”

Walaupun begitu, terang Bachtiar, masyarakat masih tidak cemburu, meski sejak itu mereka juga menjadi korban banjir gara-gara pembangunan Pantai Indah Kapuk.

“Nggak ada masalah. Eh, sekarang mau digusur, mereka siap mati berkorban apa saja kalau sudah gitu tuh. Ya saya juga udah kepalang tanggung, karena saya orang sini,” tukasnya.

Karena itulah dirinya tak berminat bertemu Gubernur DKI yang sudah membuat kebijakan menggusur Luar Batang.

“Saya nggak bermimpi ketemu Ahok, tapi kalau ketemu, haram gue mundur,” tambah Bachtiar.

Menurutnya, tidak seharusnya pemimpin seperti Ahok menggusur seenaknya tanpa pertimbangan yang matang, apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak. [Baca juga: Warga Luar Batang: Ahok Mestinya Tak Perlakukan Warga Seperti Sampah]

Selanjutnya, ia  menyinggung Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 1998 terkait masalah pertanahan. Bahwa jika  ada bangunan yang sudah ditinggali selama lebih dari 20 tahun, maka tidak bisa digusur seenaknya.

“Kita sudah puluhan tahun tinggal di Kampung Luar Batang ini, sebelum saya lahir orang tua saya sudah di sini, sudah turun-temurun. Dan kita sudah punya surat-surat tanah di sini,” tutup Bachtiar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBachtiar NasirBasuki Tjahaja PurnamaDKI JakartaJakarta UtaraLuar Batangpemerintahpenggusuran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Rebut 5 Medali Olimpiade Matematika Balkan 2016
Tulisan selanjutnya Wali Kota Balikpapan Temui Mahasiswanya di Madinah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?