Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Front Al-Nusra Ganti Nama, Putuskan Hubungan dengan Al-Qaeda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juli 2016 06:53 6:53 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2016 06:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aljazeera memperoleh rekaman video eksklusif berisi pernyataan mantan pemimpin Front Al-Nusra yang menegaskan bahwa kelompok bersenjata di Suriah itu melepaskan diri dari Al-Qaeda.

Abu Muhammad Al-Jolani muncul di depan kamera untuk pertama kalinya guna mengumumkan perubahan nama kelompoknya menjadi Jabhat Fath Al-Syam, atau Front Pembebasan Al-Syam (Al-Syam atau Al-Sham, sebutan lain untuk Suriah yang di zaman dulu dikenal sebagai negeri Syam).

“Kami mendeklarasikan pembatalan menyeluruh semua operasi di bawah nama Jabhat Al-Nusra, dan pembentukan sebuah kelompok baru yang beroperasi dengan nama ‘Jabhat Fath Al-Sham’ dengan catatan bahwa organisasi baru ini sama sekali tidak memiliki afiliasi dengan entitas eksternal manapun,” kata Jolani seperti dilansir Aljazeera.

Video yang dirilis hari Kamis (28/7/2016) itu menyusul kabar sebelumnya yang menyebutkan bahwa pemimpin Al-Qaeda telah menyetujui pemisahan tersebut, sehingga Al-Nusra dapat berkonsentrasi dalam pertempuran melawan pemerintah Suriah dan kelompok oposisi lainnya.

Nama Al-Nusra pertama kali muncul di internet pada tahun 2012, ketika kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Aleppo dan Damaskus. Kelompok itu memiliki anggota pasukan yang sangat terlatih untuk bertempur dan dilengkapi persenjataan yang cukup memadai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok Al-Nusra dijatuhi sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 2014.

Bulan Februari lalu, AS dan Rusia mengecualikan kelompok itu dan ISIS dari kesepakatan gencatan senjata yang ditujukan guna mengakhiri perang di Suriah.

Beragam reaksi

Menanggapi pengumuman Jolani tersebut, Farah Al-Atassi seorang juru bicara untuk High Negotiations Committee, blok negosiasi utama kelompok oposisi Suriah, mengatakan masih sangat terlalu dini untuk memperkirakan apa saja konsekuensi pemisahan kelompok itu dari Al-Qaeda.

Namun jubir wanita itu berharap hal tersebut akan mengurangi alasan negara lain seperti Rusia membombardir Suriah.

“Ini mungkin akan berpengaruh positif pada Free Syrian Army (FSA) yang telah memerangi ISIL dan Al-Nusra selama enam bulan terakhir, karena Rusia membom dan menghantam posisi-posisi FSA serta perkampungan warga sipil dengan alasan mereka menghajar Al-Nusra,” kata Al-Atassi.

Wartawan Aljazeera Mohamed Jamjoon yang melaporkan dari Gaziantep, Turki, di daerah perbatasan dengan Suriah, mengatakan bahwa reaksi dari kalangan kelompok oposisi Suriah atas pengumuman Jolani itu beragam.

“Semua aktivis oposisi yang berbicara dengan kami di dalam wilayah Suriah mengatakan bahwa mereka tidak terkejut dengan pengumuman itu; sudah marak spekulasi beberapa hari belakangan bahwa hal ini akan terjadi,” lapor Jamjoon.

“Beberapa dari mereka mengatakan kepada kami bahwa dengan pisahnya Al-Nusra secara formal dari Al-Qaeda dan mengganti namanya, serta bicara soal penyatuan perjuangan di Suriah, itu artinya AS dan lainnya tidak lagi akan menganggap Al-Nusra sebagai organisasi teroris; semakin banyak dukungan internasional di belakang kelompok-kelompok pemberontak (oposisi, red).”

Namun, Jamjoon juga mengatakan sebagian aktivis oposisi juga tidak percaya motif Al-Nusra tersebut. Menurut mereka mungkin saja itu hanya sekedar sandiwara publik agar kelompok itu mendapatkan dukungan internasional.

Menyusul pengumuman itu Gedung Putih mengatakan penilaian mereka tidak berubah terhadap Al-Nusra, meskipun ada pengumuman kelompok itu memutus hubungan dengan Al-Qaeda.

Gedung Putih menganggap Al-Nusra sebagai ancaman bagi keamanan Amerika Serikat dan kepentingan-kepentingannya, lapor wartawan Aljazeera Rosiland Jordan dari Washington, DC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Sukoso: Obat dan Alat Kesehatan Harus Disertifikasi Halal
Tulisan selanjutnya Politisi Ternama Denmark Minta Negaranya Menolak Muslim Pencari Suaka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?