Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jutaan Orang Turun Jalan Dukung Erdogan dan Demokrasi di Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2016 16:48 4:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Agustus 2016 16:48
Bagikan
Lebih satu juta warga Turki berkumpul di Istanbul pada hari Ahad untuk parade raksasa yang mengecam kudeta gagal dan menunjukkan dukungan terhadap Presiden Turki Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com—Diperkirakan lebih satu juta warga Turki berkumpul di Istanbul pada hari Ahad untuk parade raksasa yang mengecam kudeta gagal dan menunjukkan dukungan terhadap Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Lebih dari satu juta orang memenuhi ruas-ruas jalan Istanbul, Turki, hari Ahad (07/08/2016) untuk menunjukkan dukungan terhadap Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Aksi jalan ini untuk pertama kalinya menyatukan tiga pemimpin politik mengenyampingkan perbedaan mereka guna mengikuti panggilan  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sendiri yang mendesak demonstran mengibarkan bendera turki bukan bendera partai.

“Saat ini dunia sedang melihat kalian semua. Harusnya kalian bangga untuk itu karena setiap orang berjuang untuk kebebasan dan demokrasi. Kalian semua adalah pahlawan,” ujar Erdogan dalam sambutannya, Ahad (07/08/2016) dikutip hurriyetdailynews.com.

Rapat umum massa itu, menurut beberapa media Turki adalah yang terbesar yang pernah mereka saksikan, menandai berakhirnya demonstrasi setiap malam selama tiga minggu sejak kudeta yang gagal 15 Juli lalu merenggut nyawa lebih dari 270 orang, termasuk 34 orang yang membantu merencanakan kudeta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita akan melanjutkan jalan dalam solidaritas,” ujar Presiden Erdogan. “Kita akan saling mencintai bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena Allah.”

Acara bertajuk “pawai untuk demokrasi dan para syuhada” (korban kudeta) di kawasan Yenikapi,  selatan semenanjung Istanbul.

Aksi massa ini menjadi puncak setelah tiga minggu demonstrasi pendukung Erdogan. Nampak spanduk loyalitas  pada sang presiden, yang bertuliskan “Engkau adalah hadiah dari Allah, Erdogan”.

Foto Erdogan disandingkan dengan Bapak Sekularisme Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Beberapa wakil partai-partai oposisi utama ikut bergabung, diantaranya Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang ikut diberi kesempatan berbicara. Namun partai pro-Kurdi HDP, partai terbesar ketiga di parlemen, tidak diundang, memicu kemarahan para pendukungnya di media sosial.

Perdana Menteri Binali Yildirim melarang unjuk slogan partisan guna menjaga persatuan.

Rapat umum itu disiarkan melalui layar raksasa di seluruh negeri. Di kota-kota besar, ribuan orang berkumpul untuk menonton.

“Saat ini dunia sedang melihat kalian semua. Harusnya kalian bangga untuk itu karena setiap orang berjuang untuk kebebasan dan demokrasi. Kalian semua adalah pahlawan,” ujar Erdogan.

Kepada massa Erdogan juga mengatakan  ia akan menandatangani undang-undang yang memberlakukan kembali hukuman mati jika parlemen menyetujui undang-undang itu. Seperti diketahui, hukuman mati dihapus di Turki tahun 2004. Sementara Uni Eropa mengancam diberlakukannya lagi hukuman mati akan mengakhiri peluang Turki bergabung dengan blok 28 negara itu.

Menurut Erdogan, jika kudeta berhasil, maka rakyat Turki akan kehilangan tanah air mereka. Tanah ini akan diserahkan kepada musuh dengan ‘piring perak’.

Aparat menurunkan  sekitar 15 ribu polisi bersiaga dan persenjataan anti-serangan pesawat disiapkan. Dua helikopter berputar-putar di udara.

Kami di sini untuk menunjukkan bahwa bendera-bendera ini tidak akan diturunkan, suara adzan tidak akan dibungkam, dan negara kita tidak akan dipecah-belah”, ujar Haci Mehmet Haliloglu (46), pegawai negeri dari kota Ordu di sekitar laut Hitam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kudeta TurkiPresiden Recep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Oposisi Suriah Berhasil Tembus Kepungan Aleppo
Tulisan selanjutnya Gulen vs Erdogan dan Citra Media Massa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?