Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dilarang, Penjualan Burkini Makin Meningkat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2016 08:22 8:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2016 08:12
Bagikan
Menurut perkiraannnya, 40 persen Burkini rancangan Aheeda Zanetti dibeli perempuan non Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com—Penjualan Burkini meningkat dratis sejak tiga wilayah di Prancis melarang pemakaian pakaian renang yang didesain khusus untuk perempuan Muslim ini, demikian ujar perancang asal Austalia kepada DW.DE.

Minggu lalu, beberapa kota di Prancis, termasuk Kota Cannes, Villeneuve-Louber dan Sisco (Korsika), memberlakukan larangan Burkini (Burqini). Larangan ini diterapkan dengan alasan bahwa burkini tidak sesuai dengan hukum sekularisme Prancis.

“Penjualan kami meningkat setelah adanya larangan tersebut. Dan semakin kuatnya penolakan (terhadap Burkini), bukan berarti bahwa kaum perempuan akan berhenti memakainya,” dikatakan Aheda Zanetti, desainer yang bermarkas di Sydney, kepada kantor berita Reuters.

“Saya pikir mereka salah mengerti. Ketika merancang baju renang ini, kami berpikir bahwa ini merupakan salah satu bagian dari integrasi. Ini bagian dari penggabungan budaya.“

Burkini merupakan tema yang sensitif di Prancis, yang menerapkan larangan pemakaian niqab dan burka pada tahun 2010 lalu. Ketegangan di masyarakat meningkat setelah beberapa serangan teror belum lama ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdebatan hangat sehubungan larangan burkini di Prancis semakin menjadi-jadi ketika gambar seorang wanita Muslimah dikelilingi polisi di pantai Nice baru-baru ini.

Foto tersebut memicu kegemparan di jagad Twitter yang  menggambarkannya tindakan polisi memaksa muslimah menanggalkan pakaiannya.

“Pertanyaan hari ini: Berapa banyak anggota polisi diperlukan untuk memaksa seorang wanita menanggalkan pakaian di depan umum?” tulis Andrew Stroehlein, Direktur Media Human Rights Watch Eropa di Twitter.

Standar Ganda Eropa: Burkini Dilarang, Baju Biarawati Bebas

Seorang aktivis yang menggunakan nama Sihame Assbague menulis, kejadian itu membuat Prancis jadi bahan tertawaan dunia.

Aktivis wanita Prancis, mengatakan, dia sangat malu dengan kejadian tersebut.

Nice diantara 15 kota Prancis yang melarang burkini, pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh penggunanya, kecuali muka dan telapak tangan, di pantai.

Mereka yang ditemukan memakai burkini di daerah yang dilarang itu diancam denda.

Pengadilan administrasi tertinggi Prancis mengaku akan meninjau ulang larangan itu.

Prancis adalah negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burqa di tempat umum. Aturan ini perlahan dimulai tahun 2004, dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah yang dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah publik. Denda bagi pemakainya 150 €, sementara siapa pun yang memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

Baju renang ini dirancang pertama kali oleh Aheeda Zanetti (40) wanita keturunan Lebanon-Australia.  Ia mengatakan burkini kini juga dipakai perempuan non Muslim. Menurut perkiraannnya, 40 persen Burkini rancangannya dibeli oleh perempuan non Muslim. Sebagain besar dari mereka adalah penderita kanker dan para perempuan yang ingin melindungi kulit mereka dari sengatan matahari saat berenang.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baju renang muslimBurkiniburqiniEropaPrancissekularisme Prancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar: Negara Membiarkan Pencabulan dan Perzinahan di Luar Nikah
Tulisan selanjutnya Kementerian Agama Luncurkan Aplikasi Al-Quran Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?