Hidayatullah.com– Munculnya kelompok pendukung calon kepala daerah melalui jalur independen atau perorangan dinilai baik apabila bertujuan untuk membangun sistem.
Hal itu disampaikan Siti Zuhro, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada diskusi bertema ‘KTP Untuk Teman Parpol’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/07/2016).
“Jadilah relawan untuk membangun sistem, bukan relawan untuk orang per orang. Itu sebetulnya,” ujar Wiwi, sapaaan akrabnya.
Menurutnya, langkah jalur perseorangan cukup baik bagi demokrasi di Indonesia, khususnya sebagai trigger bagi partai politik yang dianggap belum mampu menjalankan aspirasi rakyat.
Terlebih, sambungnya, penting saat ini keterlibatan kaum muda dalam memahami bagaimana membangun politik dengan keadaban. Bukan hanya untuk mengantarkan calonnya pada kekuasaan semata.
“Tapi kita harus ber-Iqra’ (membaca) dan membekali diri. Supaya tidak ditarik kanan-kiri, harus punya standing. Tidak sekadar menjadi relawan, tapi trigger bagi demokrasi,” jelasnya.
Wiwi mengungkapkan, jika relawan yang benar-benar untuk membangun sistem, maka ia akan cerdas dan kritis.
“Kalau relawan yang sudah membabi buta ini namanya tim sukses. Hanya manggut-manggut apa saja yang dilakukan si calon, seolah hanya dia yang terbaik,” pungkasnya.
Hadir juga sebagai pembicara lainnya, Masinton Pasaribu (Politisi PDIP), Nusron Wahid
(Ketua Tim Pemenangan Pilkada DKI/ DPP Partai Golkar), Syarif (Ketua Penjaringan Partai Gerindra), dan Tsamara Amany (Juru Bicara Komunitas pendukung Ahok/ KOMPAK).*