Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Sunni-Syiah: Perbedaan Aqidah!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2012 13:00 1:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2012 13:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Bahrul Ulum

Dalam artikel sebelumnya telah menjelaskan, masalah Syiah – Sunni bukan perbedaan mahzab atau masalah khilafiyyah, tetapi perbedaan aqidah

BERDASARKAN riwayat ini Khomaini dalam Hukumah al-Islamiyah, mengatakan bahwa para Imam memiliki maqam (derajat) yang tidak bisa dicapai oleh para malaikat dan para Nabi yang diutus:

“Sesungguhnya Imam mempunyai kedudukan yang terpuji, derajat yang mulia dan kepemimpian mendunia, di mana seisi alam ini tunduk di bawah wilayah dan kekuasaannya. Dan termasuk hal yang aksiomatis adalah bahwa para imam kita mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabin atau pun nabi yang diutus…” [Khumaini, Al Hukumah al-Islamiyah. Durus Faqih, Iran 1389 H, hal. 52]

Bahkan dalam sebuah riwayat, semua mahluk juga mengambil janji mengenai Imamah. Al-Majlisi mencantumkan bab dengan judul: Bab bahwa Imam-imam itu lebih utama daripada para Nabi dan semua makhluk. Para Nabi, Malaikat dan semua makhluk diambil janji setianya untuk Imam-imam, dan bahwasanya diantara para Nabi bisa menjadi Ulul ‘Azmi karena mereka mencintai Imam-imam. [Bihar Al-Anwar, 26/267]

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Wilayah (keimaman) juga tidak hanya ditetapkan sebagai perjanjian dengan para Nabi dan Malaikat, tetapi juga diyakini sebagai amanat yang Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) tawarkan kepada langit dan bumi. Dalam hal ini Ibnu Babawaih berkata:

“Seandainya tidak ada mereka (para imam) maka Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi, tidak pula surga dan neraka, Adam dan Hawa, juga Malaikat.” [Abu Ja’far Muhammad ibn Babawaih al-Qummy, I’tiqadat, Tahqiq oleh I’shom Abdu Sayid, Mukmatarah Al-Alami Alfiyah Syaikh Mufid, Iran, hal. 93]

Dari berbagai riwayat tersebut, Syiah meyakini bahwa imamah merupakan bentuk konsep kepemimpinan yang mutlak di bawah otoritas Tuhan dengan menganugerahkan kekuasaan secara genealogis kepada utusan pembawa risalah-Nya sebagai pengejawantahan kekuasaan Allah dalam persoalan manusia.

Secara eksplisit juga diriwayatkan berita yang dinisbakan kepada Abu Ja’far bahwa imam-imam Syi’ah adalah wali perintah Allah, pembawa ilmu Allah dan penyimpan wahyu Allah. [Al-Kulaini, Ushul Al Kafi juz 1 hal 192]

Seseorang yang mengenal Allah namun tidak mengenal Imam, berarti imannya tidak sempurna. Hal ini dikemukakan dalam sebuah riwayat berasal dari Jabir yang mengatakan:

“Aku mendengar Abu Ja’far a.s. berkata: “Orang yang mengenal Allah dan bersembah sujud kepada-Nya hanyalah orang yang mengenal Allah dan mengenal Imam-Nya dari kalangan kami Ahlul Bait. Barang siapa yang tidak mengenal Allah dan tidak mengenal Imam dari kalangan kami Ahlul Bait, sesungguhnya orang itu bersembah sujud kepada selain Allah. Itu merupakan kesesatan.” [dalam Al Kafi, Kitab al Hujjah, Bab Mengenal Imam, hal. 181, Jilid I, cet. Teheran]

Pandangan tersebut didasarkan pada argumen bahwa Imamah bagi Syiah tidak hanya merupakan kepemimpinan duniawi saja, akan tetapi mencakup urusan ukhrawi. Ia tidak bisa dilahirkan dari musyawarah seperti halnya khalifah dalam Sunni. Sebab Imamah merupakan penerus kenabian yang dasar-dasarnya berada pada dali-dalil syara’ dan dalil itu yang menentukan keterangkatan para Imam. Bahkan Allah tak akan mengutus seorang Nabi pun kecuali karenanya. Allah yang menentukan orang yang akan memegang jabatan Imamah, dan Nabi pun berwasiat kepada orang yang dimaksud sebelum beliau wafat.

Konsekwensi dari hal ini yaitu semua keagamaan tidak sah tanpa melalui pintu para Imam. Kalau ada ajaran agama yang tidak melalui para Imam, berarti ajaran tersebut tertolak. Nah, bagaimana seseorang masih mengatakan antara Syiah dan Sunni bedanya kecil, bahkan masih ada yang mengatakan perbedaan mahzab?.*

Penulis adalah peneliti Inpas (Institute Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Laporkan Dalang Rencana Pembunuhan ke Mabes
Tulisan selanjutnya Pelapor PBB: Israel Lakukan Yahudisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?