Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Ilmu dan Alam Berasal dari Susunan Huruf yang Sama, Apa Hubungan Keduanya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2023 10:32 10:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2023 10:30
Bagikan
Bagikan

Ilmu dan alam berasal dari huruf sama, semakin mendalam pemikiran, semakin menghasilkan gambaran konseptual tentang alam

oleh: Rudi Ahmad Suryadi

Hidayatullah.com | KATA ilmu dan alam dalam bahasa Arab memiliki akar kata yang sama. Keduanya dibentuk dari huruf ain, la , dan mim. Ilmu pembentukan kata (isytiqa q) telah banyak mengkaji kaitan ini. Mungkin, kedua kata ini secara makna dapat dihubungkan.

Kata ilmu berakar dari kata ‘alima berarti mengetahui. Objeknya adalah apa yang diketahui (ma’lum). Hampir banyak yang diketahui berasal dari interaksi daya persepsi terhadap objek di luar diri. Seseorang mengetahui mobil karena ia memiliki pengalaman melihat, mendengar, menyentuh, atau bahkan mengalami naik mobil. Pengetahuan seperti ini berasal dari persepsi terhadap objek luar.

Objek luar yang dimaksud adalah kenyataan alam. Alam (bahasa Arab: ‘a lam) adalah sesuatu yang di luar daya persepsi manusia. Alam dunia biasanya dipahami apa yang tampak sekeliling diri manusia yang dijamah melalui pengalaman tertentu.

Baca Juga

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

Hubungan Kebahasaan

Kata ‘alima memiliki nomina ‘ilm. Dalam bahasa Indonesia, kata ini disepadankan dengan pengetahuan, apa yang diketahui, dan sains. Makna terakhir ini dibentuk dari pemahaman filsafat. Ilmu berisi teori.

Teori berisi premis yang sudah dibuktikan secara logis dan empiris. Darinya, muncul ilmu alam dan ilmu sosial.

Apa yang diketahui tidak datang dengan sendiri. Ia berasal dari proses persepsi dengan dunia empiris. Apa yang tampak di luar diberi sentuhan pengalaman, beralih pada proses pengolahan informasi, kemudian direproduksi menjadi pengetahuan.

Cukup panjang alur ini apabila dibahas dalam konteks psikologi, terutama pada psikologi kognitif.

Proses sentuhan, penerimaan, pengolahan, hingga reproduksi informasi telah menjadi cetak biru pada potensi manusia. Dengannya, ia dapat menjalankan fungsi kehidupan dan berinteraksi dengan objek di hadapannya.

Kumpulan informasi pengetahuan akan semakin banyak seiring dengan banyaknya persepsi. Banyaknya persepsi akan mendorong lahirnya keajegan dalam memahami fenomena.

Penajaman dalam setiap sesi persepsi, pengujian terhadap fenomena, akan melahirkan konsep. Dari sini telah dimulai adanya perubahan informasi dari daya persepsi ke daya nalar.

Objek interaksi luar dengan daya persepsi biasa disebut dengan alam. Apa yang diperhatikan melalui dunia persepsi, itulah alam. Bahkan, ketika memikirkan tentang dirinya, ia termasuk bagian dari alam. Ilmu yang berasal dari persepsi memiliki kaitan dengan alam sebagai objek persepsi dan apa yang dipikirkan.

Dalam Kamus al-Buraq (https://www.alburaq.net/), disebutkan kata ‘a lam. Artinya adalah kumpulan sesuatu yang ditemukan dalam bentuk yang luas. Sebagaimana dipahami, alam ini luas.

Seiring dengan luasnya alam, akan semakin banyak ilmu yang diperoleh. Tentu, hal ini didukung oleh usaha proses pencarian yang serius.

Tidak diketahui secara pasti kapan istilah alam digunakan dalam bahasa Arab. Kata ini muncul dalam warisan Arab kuno.

Diyakini bahwa penggunaan istilah alam dalam bahasa Arab dimulai sejak awal penulisan naskah Arab di Lebanon, Mesir dan Aljazair. Alam dicirikan penghuni seluruh bumi, negara atau wilayah tertentu.

Alam bersifat global yang tidak hanya menyangkut satu tempat atau satu negara tetapi seluruh dunia.

Alam disebut pula sebagai dunia. Sebutan umum planet bumi yang dipandang dari sudut pandang manusia, sebagai tempat tinggal manusia.

Alam sering digunakan untuk menunjukkan totalitas pengalaman dan sejarah manusia, kenegaraan, atau kondisi manusia, dan masyarakat manusia pada umumnya (merriam.webster.com). 

Dalam beberapa pemahaman, McTohan (2007), kata alam digunakan dengan maksud untuk mengekspresikan alam semesta. Begitu pula dimaksudkan dengan planet bumi yang dihuni oleh manusia dan jenis makhluk hidup lainnya.

Bumi dianggap sebagai salah satu benda langit yang satu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan di dalamnya.

Hubungan Maknawi

Secara maknawi, ilmu dan alam memiliki beberapa hubungan. Pertama, ilmu adalah instrumen untuk menangkap pesan dari dunia yang dipikirkan.

Alam adalah objeknya. Kedua, ilmu berada dalam dunia ide manusia. Ia berasal dari pengamalan empiris, pengolahan informasi, produksi, dan reproduksi informasi. Alam menyediakan lokus dan entitas untuk pengalaman empiris manusia.

Ketiga, alam adalah gambaran yang luas dari dunia persepsi manusia. Ilmu menjadi kumpulan informasi tentangnya. Keempat, alam memiliki hukum alamiah (nature law) sebagaimana diciptakan oleh Tuhan. Ilmu menjadi instrumen untuk menjamah dan memikirkannya.

Kelima, alam terus berubah dan tetap dalam ruang proses penciptaan. Ilmu menarik kesimpulan dari perubahan.

Semakin mendalam pemikiran, semakin menghasilkan gambaran konseptual tentang alam.

Keenam, kata ilmu dapat berubah menjadi ‘alim, orang yang memahami ilmu. Kata alam menjadi sumber pengambilan ilmu.

Ilmu dan alam berada dalam medan makna yang berkaitan. Pada aspek kebahasaan, bisa jadi memunculkan nalar kebahasaan yang saling berhubungan.

Meskipun belum tentu teruji. Rangkaian huruf yang sama dibentuk menjadi kata berasal dari pembentukan bahasa. Bahasa tidak lepas dari proses persepsi empiris yang dibentuk dalam ruang reproduksi kata dan makna. Wallahu A’lam.*

Penulis tinggal di Cianjur, Jawa Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alamHeadlineilmupemikiranpemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Emir Qatar Menunjuk PM Baru di Tengah Kekayaan Berlimpah  
Tulisan selanjutnya Ahok Belum Bicara Kebakaran Plumpang, DPR: Keberadaan Komisaris Pertamina Perlu Dievaluasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

Berita
24 Juni 2026 16:20
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

Terbaru

  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

20 Mei 2026 15:30
Artikel

Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

14 Mei 2026 05:00
Artikel

Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

13 Mei 2026 11:22
BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?