Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Kisah Mohammad Hatta Menolak Pengakuan Kedaulatan ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2023 11:31 11:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2023 11:30
Bagikan
Bung Hatta
Bagikan

Hatta telah lama menyoroti penjajahan Zionis atas Tanah Palestina, dalam tulisannya tentang politik Inggris di Palestina, ia mengungkapkan penderitaan bangsa Palestina menjadi korban tipu muslihat Inggris dan Zionis

Oleh: Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com | USAI mendeklarasikan diri sebagai “negara” pada 1948 dengan menjajah tanah Palestina, ‘Israel’ memutar otak guna mendapatkan pengakuan dari Indonesia. Bagi ‘Israel’, Indonesia, yang merupakan negara Muslim terbesar, memiliki nilai yang sangat penting secara ekonomi dan politik.

Akhirnya pada 5 Desember 1949, Ya’acov Shimoni, Kepala Departemen Asia Kementerian Luar Negeri ‘Israel’, meminta Presiden ‘Israel’ agar Kedutaan, atau Konsulat Jenderal ‘Israel’ dapat dibuka di Indonesia.

Menyambut usulan Shimoni, Presiden Chaim Weizmann dan Perdana Menteri David Ben-Gurion lalu mengirimkan telegram kepada Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta. Isi telegram tertanggal 9 Januari 1950 tersebut berisi ucapan selamat atas kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

Merespons surat kawat yang misi utamanya timbal balik atas pengakuan ‘Israel’, Hatta tidak banyak bicara. Ia hanya mengucapkan terimakasih tanpa memberikan pengakuan balik atas kedaulatan ‘Israel’.

Hatta tentu memahami siapa ‘Israel’ sesungguhnya. Pembagian PBB terhadap tanah Palestina pada tahun 1947 telah memantik amarah dari Indonesia.

“Bangsa Indonesia yang sedang memerangi kezaliman dan penjajahan menentang sekuat-kuatnya pembagian Palestina dan berdiri di samping saudara-saudaranya negara-negara Arab,” siar Radio Republik Indonesia Yogyakarta pada 3 Oktober 1947 seperti ditulis M.Zein Hassan dalam Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri (Bulan Bintang, 1980).

‘Israel’ lagi-lagi kembali “melobi” Hatta. Kali ini dijalankan Menteri Luar Negeri ‘Israel’ Moshe Sharett.

Ia mengirimkan telegram kepada bapak Proklamator RI itu untuk mengabarkan pengakuan penuh ‘Israel’ terhadap kemerdekaan Indonesia. Alih-alih antusias menerima kabar itu, Hatta lagi-lagi hanya menjawab singkat “thanks”.

Karena khawatir Indonesia mengelak mengakui ‘Israel’, Shimoni mengatur cara lain dengan berencana mengirimkan misi diplomasi “niat baik” ke Indonesia. Sharett mendukung usulan Shimoni dan meneruskan proposal ini kepada Hatta. Namun, Hatta hanya merespons secara diplomatis dan meminta agar ide itu ditunda di kemudian hari tanpa ada batas waktu yang jelas. (Lihat: Moshe Yegar dalam The Republic of Indonesia and ‘Israel’, Routledge, 2008).

Sikap Hatta semakin jelas pada perhelatan Asian Games 1962 di Jakarta. Meski tidak setuju karena pesta olahraga itu menelan biaya besar, Hatta mengatakan alasan utama lainnya adalah adanya hasrat ‘Israel’ untuk ikut serta.

Bagi Hatta, partisipasi ‘Israel’ sama saja bentuk pengakuan kedaulatan terhadap penjajah.

“Bagaimana pula soal lagu kebangsaan mereka? Konsekuensi ini agak berat,” kata Hatta dalam suratnya kepada Perdana Menteri Djuanda pada 24 Juni 1958 seperti dikutip Deliar Noer dalam Mohammad Hatta: Biografi Politik (LP3ES, 1990).

Hatta sejatinya telah lama menyoroti penjajahan Zionis atas Tanah Palestina. Dalam tulisannya Politik Inggris di Palestina, Hatta mengungkapkan bagaimana penderitaan bangsa Palestina yang menjadi korban tipu muslihat Inggris dan Zionis.

Hatta mengatakan Inggris sengaja menguasai Palestina demi kepentingan ekonomi dan politiknya di Terusan Suez. “Itulah sebabnya maka negeri itu jatuh ke tangan Inggris dan tidak ke tangan Prancis. Kalau Inggris duduk di Palestina ia selalu dapat mengontrol Terusan Suez, jalannya yang terutama untuk pergi ke Asia,” tulis Hatta.

Hatta kemudian menegaskan politik Zionisme hanyalah akal bulus Yahudi untuk mengubah demografi Palestina. Tindakan itu, tekan Hatta, telah memunculkan perselisihan antara bangsa Arab dan Yahudi meski sebelumya mereka dapat hidup bersama-sama dalam perdamaian di Palestina.

“Di situ Inggris dapat lagi melakukan politik devide et impera sedangkan kaum Yahudi menjadi perkakasnya. Dalam tahun 1929 sudah terjadi satu pertumpahan darah yang maha sedih antara Arab dan Yahudi, yang mengguncangkan seluruh dunia. Orang Arab merasa dirinya tertipu oleh Inggris,” terang Hatta. (Lihat Mohammad Hatta, Kumpulan Karangan Jilid II, Balai Buku Indonesia, 1953).

Namun meski mengalami penindasan oleh Inggris dan entitas Zionis, Palestina masih bisa berdiri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.  

Hal itu lah yang membuat Hatta menyempatkan diri bertemu Mufti Palestina Syekh Amin Al Husaini dan para tokoh Arab lainnya di Kairo usai memimpin Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun 1949. Sebuah tindakan yang kontras dengan sikap Bung Hatta kepada ‘Israel’.

“Beliau mengambil kesempatan itu untuk mengucapkan terimakasih kepada segala pihak yang menyokong perjuangan Indonesia sampai menang,” tulis Zein Hassan.

Hatta menegaskan politik luar negeri Indonesia harus berdiri di jalan memperjuangkan negeri-negeri yang masih terjajah.  Dalam bukunya Dasar Politik Luar Negeri (Tintamas: 1953), Hatta menasbihkan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah anti kolonialiasme dan bertujuan untuk mewujudkan perdamaian internasional.

“Karena dengan tak adanya kemerdekaan, maka tak akan tercapai persaudaraan dan perdamaian internasional,” tegas Bung Hatta.*

Mahasiswa Ph.D Center for Policy Research and International Studies Universiti Sains Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineisraelMohammad HattapalestinaPilihan Redaksizionisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saleh al-Mansouf Penulis Kaligrafi Bendera Arab Saudi Wafat
Tulisan selanjutnya Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Berita
7 Agustus 2026 06:00
Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi

Terbaru

  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat
  • Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
  • Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha, Sounds Project Buat Klarifikasi
  • MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
  • ‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”
  • Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi
  • Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan
  • Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
  • Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
  • Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad

31 Juli 2026 20:21
Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
Artikel

Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi

24 Juli 2026 16:00
Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

21 Juli 2026 07:00
Artikel

Hubungan Agama dan Sains

6 Juli 2026 15:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?