Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Disertasi Pertama Tentang Pendidikan Tasawuf Habib Abu Bakar Al-Masyhur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2023 22:10 10:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2023 22:04
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Kholili Hasib

Pada Ahad 19 Maret 2023 dilaksanakan Ujian Promosi Doktor Achmad Sulton, guru PP. Darullughah Wadda’wah (Dalwa), di Program Doktor UII Dalwa Bangil. Achmad Sultan berhasil mempertahankan judul disertasi “Pendidikan Tasawuf dalam Konsep Fikih Tahawulat Menurut Habib Abu Bakar al-Adni al-Masyhur” di hadapan dewan penguji.

Topik disertasi ini bagi saya sangat penting dan menarik. Dr. Habib Abu Bakar al-Adni al-Masyhur sendiri merupakan seorang ulama kenamaan Yaman, sufi, akademisi dan di Tarim Hadramaut beliau sering disebut dengan al-mufakkir (pemikir). Di kota Aden Yaman beliau mendirikan perguruan tinggi. Namanya Universitas al-Wasatiyyah. Gagasan beliau yang paling populer adalah tentang konsep fikih tahawulat. Pada 27 Juli 2022 tahun lalau beliau wafat dalam usia 75 tahun.

“Beliau orang besar di zaman ini. Saya sendiri tertarik ingin membaca karya kitab-kitabnya”, komentar Prof. Ali Maschan Moesa, salah satu dewan penguji pada Ujian Terbuka ini. Prof. Ali Maschan berharap kitab-kitab beliau dikaji di lembaga-lembaga pendidikan.

Dalam disertasi ini Achmad Sulton menganalisis pemikiran Habib Abu Bakar tentang problematika umat Islam di zaman modern ini. Menurut Habib Abu Bakar problematika umat selama ini meliputi banyak aspek, misalnya aspek politik, kehormatan diri, pendidikan, pengajaran, dakwah dan ukhuwah. Tetapi, Achmad Sulton menemukan bahwa problematika tersebut muaranya pada apa yang disebut Habib Abu Bakar dengan istilah ghurbatu ad-din.
Ghurbatu ad-din maksudnya absennya agama pada semua sendi kehidupan manusia. Karena pengaruh globalisasi yang mengusung ideologi sekularisme, maka kehidupan manusia – termasuk umat Islam – lebih bertumpu pada materialisme.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Prof. Syed M Naquib al-Attas telah menguraikan problem sekularisme ini dengan cukup mendalam. Beliau menulis buku berjudul Islam and Secularism. Buku ini sangat penting dibaca, khususnya oleh para akademisi. Beliau menyebut sekularisme sebagai program falsafat kebudayaan Barat ini menjadi problem yang sangat serius. Prof. Al-Attas sangat serius dan memberi perhatian penting tentang problem kebudayaan Barat. Sehingga dalam buku monumentalnya Prolegomena to the Metaphysics of Islam, isu-isu ini selalu disinggung dalam konteks pembahasan atau topik yang beragam.

Dalam konteks pendidikan, Habib Abu Bakar menjelaskan ghurbatu ad-din ini menyebabkan umat Islam tidak memahami apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi perkembangan zaman yang selalu berubah. Sebab, pendidikan dipisahkan dari nilai-nilai akhlakul karimah yang bersumberkan dari agama Islam.

Dari segi kurikulum pendidikan misalnya, materi-materi ajar di setiap tingkat hampir sulit menemukan unsur agama. Khususnya dalam pendidikan sains. Secara filosofis, sains yang diajarkan telah kehilangan konsep ketuhanan. Bangunan ilmu sains berdiri tanpa sama sekali ditopang oleh konsep tuhan dan konsep-konsep kunci dalam Islam.

Bahkan orientasi pendidikan, termasuk insan pendidik, lebih kepada materialisme. Lembaga pendidikan akhirnya dikelola bagaikan sebuah perusahan. Lebih kepada unsur profit oriented bukan tauhid oriented. Ghurbatu ad-din membuka celah masuknya ideologi materialisme dalam pendidikan.

Achmad Sulton juga menganilisi bahwa jawaban terhadap problem ghurbatu ad-din dalam pendidikan itu sesungguhnya adalah pendidikan tasawuf. Menurut Achmad Sulton, dalam konsep fikih tahawulat itu terkandung nilai-nilai edukatif. Yaitu pendidikan tasawuf.

Saya sangat tertarik dengan isu-isu yang filosofis tentang pendidikan tasawuf. Pada sidang ujian terbuka kemarin, saya memberi penekanan pada isu ini untuk diperdalam. Uraian dalam karya Habib Abu Bakar memang tidak semendalam dalam buku Islam and Secularism karya Prof. Al-Attas, tetapi, gagasan Habib Abu Bakar tentang pendidikan tasawuf ini perlu dikembangkan secara filosofis dengan mengaitkan dengan isu-isu aktual pada zaman ini.

Dijelaskan oleh Achmad Sulton bahwa ada tiga rukun pendidikan menurut Habib Abu Bakar, yaitu; tarbiyah, ta’lim dan da’wah yang disebut al-musallats al-madmuwj. Konsep tiga rukun pendidikanini relevan untuk diaplikasikan dalam pendidikan bahkan dapat menjadi kerangka filsafat pendidikan Islam.

Konsep tiga rukun pendidikan dapat menjadi landasan merumuskan kurikulum, menentukan metode pengajaran, dan mengukur kualifikasi seorang guru.

Memang, gelombang sekularisme yang masuk dalam pendidikan ini mencabut landasan-landasan dasar pendidikan. Oleh sebab itu, saya tertarik dengan gagasan pendidikan tasawuf ini. Isu paling penting dalam gagasan ini adalah konsep adab murid, adab guru dan adab pada ilmu. Secara aplikatif Achmad Sulton menguraikan tiga adab tersebut ke dalam berbagai perangkat-perangkat pendidikan. Bahkan, dalam aspek yang sangat praktif misalnya pengadaan sarana dan prasaran pendidikan disebutkan ada adabnya.

Topik penelitian pendidikan tasawuf ini selalu menarik. Akan terus dibutuhkan analisis dan uraiannya. Dalam disertasi ini, sepertinya topik pendidikan tasawuf Habib Abu Bakar ini merupakan topik pertama yang ditulis. Bagaimana pun, topik ini masih perlu untuk diteruskan dalam penelitian-penelitian berikutnya.

Bangil, 20 Maret 2023

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fiqihPilihan Redaksitasawuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Ramadhan, Supermarket Inggris Ini Sediakan Lorong Khusus Muslim
Tulisan selanjutnya Wamenag: Ormas Keagamaan Berperan Penting Jaga Perdamaian Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’

Berita
7 September 2026 19:52
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?