Hidayatullah.com – Bagi umat Muslim di Indonesia maupun dunia, Haji merupakan salah satu ibadah yang sangat diidamkan. Namun, tak semua orang dapat melaksanakan rukun Islam kelima itu secara langsung karena terbatasnya kuota. Hal ini lantaran tak mungkin kota Makkah dapat menampung seluruh umat Islam yang ingin berhaji dalam satu waktu.
Kuota ini membuat munculnya antrian umat Islam yang ingin berangkat haji, terutama yang menggunakan program haji reguler. Karenanya, Haji Furoda dan Haji Plus atau juga disebut Haji Khusus hadir sebagai alternatif untuk memenuhi panggilan suci ini.
Berikut penjelasan tentang haji reguler, haji plus atau khusus dan haji furoda:
Pengertian Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda
- Haji Reguler adalah program haji resmi yang secara langsung dikelola pemerintah Indonesia. Sebagian besar kuota haji dari pemerintah Arab Saudi merupakan jemaah haji program reguler.
Jika Anda akan mendaftar program haji ini di tahun ini, berdasarkan data terakhir, Anda harus bersabar menunggu antrian berkisar 30 tahun lebih tergantung asal provinsi.
- Haji Khusus atau Haji Plus, biasa disebut ONH Plus, adalah program haji resmi yang dikelola travel haji plus dengan pengawasan pemerintah Indonesia. Jemaah haji plus termasuk dalam kuota haji Indonesia.
Dibandingkan haji reguler, haji plus memiliki antrian atau masa tunggu lebih cepat dengan fasilitas lebih baik.
- Haji Furoda, yang juga biasa disebut Mujamalah, adalah program haji yang menggunakan visa haji undangan resmi Kerajaan Arab Saudi. Kuota haji furoda berbeda dari kuota pemerintah Indonesia.
Penyedia Layanan Haji
Haji reguler dikelola secara langsung oleh pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag.
Sementara hari khusus dan haji furoda diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan perusahaan travel haji plus yang sudah memiliki izin Kemenag.
Biaya Haji
Menurut laman resmi Kemenag, biaya haji reguler berkisar antara Rp 40-50an juta. Biaya haji berbeda tergantung pada dari embarkasi mana jamaah akan berangkat.
Biaya haji reguler yang dibebankan ke jemaah tersebut merupakan separuh dari biaya keseluruhan haji karena separuh sisanya ditanggung oleh manfaat dana haji Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH).
Sedangkan biaya haji plus, yang disepakati oleh PIHK dan Kemenag tahun pada 2023 minimal sebesar USD 8.000. Biaya haji plus itu jika dikonversikan dengan kurs Rp 15.000 mencapai Rp 120 juta dengan pembayaran awal sebesar USD 4.000 atau sekitar Rp 60 juta.
Biaya haji furoda merupakan yang paling mahal diantara dua lainnya. Saat ini, biaya haji furoda sebesar USD 15.000 atau setara dengan Rp 164 juta.
Masa Tunggu
Masa tunggu haji reguler tentu saja lebih lama daripada haji khusus/plus ataupun haji furoda. Masa tunggu keberangkatan jemaah haji reguler bisa mencapai 10 hingga 30 tahun.
Sementara masa tunggu haji khusus/plus relatif lebih singkat, yaitu sekitar 5-9 tahun.
Sedang jemaah haji furoda bisa langsung berangkat setelah menerima undangan Visa Haji Furoda/Mujamalah.
Lama Waktu Tinggal
Waktu yang dihabiskan jemaah haji di Arab Saudi juga berbeda, bergantung dengan jenisnya.
Meski berbiaya paling murah, haji reguler memiliki durasi tinggal terlama, yaitu 40 hari. Sementara Haji plus memiliki durasi yang lebih singkat, yakni sekitar 25 hari dan haji furoda hanya 16-24 hari.
Fasilitas Haji
Perbedaan antara ketiga program paling jelas nampak di fasilitas yang didapatkan. Jemaah haji reguler mendapatkan fasilitas standar, diantaranya tenda dengan AC dan karpet di Arafah Mina serta penginapan berjarak 3-5 km dari Masjidil Haram.
Sementara jemaah haji plus akan mendapat tenda AC di Arafah Mina dengan kasur dan hotel yang dekat dari Masjidil Haram.
Sedangkan jamaah haji furoda disuguhkan dengan fasilitas seperti yang haji plus namun lebih mewah lagi.
Cara Daftar Haji
Untuk mendaftar haji, Anda harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Di bawah ini adalah langkah-langkah umum yang sering diperlukan untuk mendaftar haji:
- Persyaratan:
Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang ditentukan untuk mendaftar haji. Persyaratan ini dapat berbeda di setiap negara, tetapi umumnya meliputi:
- Berusia di atas batas minimum (biasanya 18 tahun atau lebih).
- Memiliki identitas yang sah (misalnya, paspor yang masih berlaku).
- Kesehatan yang memadai untuk menjalankan ibadah haji.
- Mampu secara finansial untuk membayar biaya haji dan biaya hidup selama perjalanan.
- Mendaftar melalui Kementerian Agama:
Hubungi atau kunjungi kantor Kementerian Agama atau lembaga haji yang berwenang di negara Anda. Di sana, Anda akan diberikan informasi lengkap tentang persyaratan, jadwal, dan prosedur pendaftaran haji. - Pendaftaran:
Isi formulir pendaftaran haji sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh lembaga haji. Anda mungkin perlu menyertakan berbagai dokumen, seperti paspor, identitas diri, surat keterangan kesehatan, dan lain-lain, sesuai dengan persyaratan lembaga. - Pembayaran:
Bayar biaya pendaftaran dan biaya haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pastikan Anda memahami dengan jelas tentang biaya-biaya tersebut dan mekanisme pembayarannya. - Pemeriksaan Kesehatan:
Sebelum berangkat ke tanah suci, Anda akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik Anda memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji. - Kelengkapan Dokumen:
Pastikan Anda telah melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan, termasuk visa, asuransi perjalanan, tiket pesawat, dan lain-lain. - Pendidikan Haji:
Sebelum berangkat, Anda mungkin akan diminta untuk mengikuti program pendidikan haji untuk memahami rukun dan tata cara menjalankan ibadah haji dengan benar. - Perjalanan Haji:
Setelah semua persyaratan terpenuhi, Anda akan diberangkatkan ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Pastikan Anda mengikuti instruksi dari pemandu haji dan otoritas yang berwenang selama perjalanan dan di Makkah dan Madinah.
Jika Anda berada di Indonesia, proses pendaftaran haji dapat berbeda dan seringkali diumumkan oleh Kementerian Agama melalui berbagai kanal resmi mereka, seperti situs web dan media sosial.
Ingatlah bahwa haji adalah salah satu kewajiban bagi umat Islam yang mampu, tetapi karena kuota terbatas dan permintaan yang tinggi, mungkin ada daftar tunggu yang cukup panjang. Jadi, disarankan untuk mendaftar sesegera mungkin dan memastikan semua persyaratan terpenuhi dengan baik.*