Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Menguatkan Cinta dengan Bijak Menyikapi Problematika Rumah Tangga

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 2 Maret 2012 08:50
Bagikan
Bagikan

MENAPAKI kehidupan berumahtangga pastilah tak akan sepi dari silih berganti masalah dan ujian kesabaran. Namun demikian, masalah dan ujian kesabaran, sejatinya bukanlah pengganggu ketenangan semata. Karena, bersamanya justru Allah SWT memberikan kesempatan bagi setiap pasangan untuk membangun kedewasaan, melapangkan kesabaran, dan membuka cakrawala kebijaksanaan. Sebuah kesempatan  yang tak akan didapatkan kecuali oleh orang-orang yang menyediakan dirinya tulus berjuang dalam ikatan pernikahan.   

Namun demikian, tentunya membangun ketulusan dalam menghadapi masalah juga memerlukan cakrawala berpikir yang harus dibentangkan seluas mungkin, keterbukaan dalam mengakui adanya masalah dan mungkin mengakui kesalahan, serta tuntunan teladan dari junjungan kita Rasulullah Saw dan orang-orang saleh.  

Membuka cakrawala berpikir, menemukan kembali tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya serta menumbuhkan kembali semangat mengikutinya untuk menghadirkan kebahagiaan di dalam berumahtangga, itulah yang disodorkan oleh buku ini.   

Berangkat dari berbagai permasalahan yang nyata terjadi dalam lingkup keluarga, buku ini mengajak kita menyelami masalah dari dasarnya. Meski formula penyelesaian problem yang tepat mungkin sudah banyak diajukan oleh buku yang lain, tetapi bagaimana menyikapinya dengan bijak adalah kekuatan buku ini.

Kebijaksanaan tersebut tentu tak lain dan tak bukan hadir dari tuntunan ayat-ayat-Nya dan teladan Rasul-Nya yang senantiasa menjadi rujukan dan cermin utama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang diangkat. Juga yang memegang peran penting, yaitu ketulusan hati yang berasal dari nurani yang bening dalam melihat permasalahan.    

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Seperti salah satu judul yang menjadi bahasan pertama dalam buku ini yaitu Masihkah Memilih Islam Pasca Akad. Dalam bahasan ini, penulis berusaha untuk mengajak pembacanya untuk meninjau kembali, apakah Islam masih merupakan pilihan terbaik bagi setiap pasangan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, setelah akad tersambung dengan langit di hari pernikahan. Sebab, seringkali, pilihan untuk menyikapi kebahagiaan  dan permasalahan  yang datang dalam kehidupan berkeluarga bukanlah lagi datang dari bagaimana Islam mengaturnya. Akan tetapi, bagaimana orangtua telah mewariskannya secara turun-temurun atau bagaimana masyarakat telah terbiasa melakukannya. Meski apa yang diwariskan orangtua dan dibiasakan masyarakat tak sepenuhnya buruk tetapi apa yang dimaklumkan oleh merekalah yang seringkali kita pahami sebagai standar keharusan.

Padahal sungguh, kehidupan pasca akad bukanlah hak mutlak bagi pasangan suami-sitri untuk “mau bagaimana” menjalaninya. Buku ini mengingatkan kita kembali untuk menyadari bahwa ada kehendak Allah SWT dan Rasul-Nya dalam memberi tuntunan bagaimana seharusnya bertindak. Agar kehidupan suami-istri tersebut tak hanya memberi kebahagiaan bagi keduanya. Namun, juga keberkahan dan kemanfaatan untuk anak-anaknya kelak, keluarga besar, masyarakat dan menjadi unit penopang terkecil bagi kemuliaan Islam.

Oleh karena itu, buku ini membukakan catatan sejarah ketika empat sahabat yang tak menaati perintah berjihad di perang Tabuk, harus menerima keputusan Rasulullah Saw yang melewati “pagar” kedaulatan rumah tangga yang mereka pimpin. Guna tunduk patuh dan tulus ikhlas menerima hukuman atas kesalahan yang mereka perbuat. Sekali lagi, untuk mengukuhkan ketulusan dan keikhlasan menerima titah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Inilah keindahan berumahtangga yang ingin diungkapkan oleh buku ini. Keindahan dan ketenangan yang hadir manakala menyadari bahwa ranah rumah tangga pun bukan semata dibawah kesewenangan pribadi tetapi harus tulus menerima tuntunan Sang Pencipta.

Disamping itu, berbagai penjelasan ilmiah pun diungkapkan oleh buku ini berkaitan dengan berbagai penyebab masalah yang kerap kali hadir. Penjelasan-penjelasan yang akan membuat kita semakin lapang dalam menerima ketidak-sesuaian dan membuat kita semakin rasional dalam merumuskan pemecahan masalah.

Tak hanya berhenti pada pembahasan urusan suami-istri, buku ini juga mengajak pembacanya yang tentu juga merupakan orangtua atau calon orangtua untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi tangguh. Generasi yang kelak mewarisi ke-brillian-an Sultan Muhammad Al-Fatih, kecakapan Usamah bin Zaid, ketangguhan Thoriq bin Ziyad, dan kecerdasan Aisyah ra, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Buya HAMKA, serta keberanian seorang Cut Nyak Dhien dan Syarifuddin Prawiranegara dalam membela negaranya. Buku ini membuka cakrawala berpikir bagi kita dengan sudut yang berbeda.

Terakhir, buku ini juga mengajak setiap pasangan suami-istri  untuk menyegarkan kembali hubungan yang telah dibina dengan saling memperhatikan setiap titik pesona yang mungkin selama ini terlewati, terutama pada diri sang istri. Mengapa ini menarik, karena seorang istri juga berarti seorang ibu yang akan mendampingi anak-anaknya di jalan Rabb-Nya sekaligus agen perubahan demi kemuliaan martabat ummat. Yang juga membutuhkan perhatian dan pengembangan potensi.

Sekali lagi, berumahtangga adalah kesempatan dari Allah SWT untuk menjadi pribadi luar biasa yang tumbuh bersama pasangan untuk saling memuliakan, membawa keberkahan bagi dunia, sekaligus sebagai titian yang tak pernah putus untuk mengabdikan diri sebagai hamba yang sebaik-baiknya. Karena semua itulah, buku ini sangat penting untuk segera Anda miliki.*Ibnu Syafaat  

Judul Buku    : Jadilah Suami-istri Bijak
Penulis          : Kartika Ummu Arina

Penerbit        : Zamzam, Solo
Cetakan        : I, Februari 2012
Tebal             : 180 halaman

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukuislamMedia Islamold migraterumah tangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UU Perkawinan Tahun 1974 Di Bawah Ancaman?
Tulisan selanjutnya Isu Pembukaan Toko Seks Maroko Bertujuan Politis?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi

Berita
10 Juli 2026 05:49
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?